Banyak orang mungkin sudah tidak familier dengan nama Commodore. Padahal, merek legendaris yang pernah berjaya di era komputer pribadi (PC) ini baru saja memperkenalkan Callback 8020. Konon, smartphone ini dirancang untuk menghadirkan kembali pengalaman menggunakan HP lipat jadul tanpa sepenuhnya meninggalkan teknologi modern.
Commodore Callback 8020 Rilis, Obat Rindu Era HP Lipat Jadul

- Commodore merilis Callback 8020, ponsel lipat retro yang dirancang untuk digital detox dengan menonaktifkan aplikasi media sosial dan kerja agar pengguna lebih sadar dalam memakai teknologi.
- Desainnya terinspirasi HP lipat awal 2000-an dengan layar ganda, cahaya merah khas Commodore lawas, serta sistem pengetikan T9-style yang menghadirkan pengalaman nostalgia namun tetap fungsional.
- Menggunakan Sailfish OS berbasis Android, Callback 8020 dibekali chipset Helio G81, RAM 4 GB, kamera 48 MP, dan dijual mulai USD 499,99 untuk pengguna yang ingin nostalgia tanpa distraksi digital.
Menariknya, perangkat ini tidak bisa disebut sebagai smartphone biasa, tetapi juga bukan feature phone atau dumbphone tradisional. Commodore menyebut Callback 8020 sebagai perangkat yang berada di antara keduanya. Lalu, apa saja yang membuat smartphone ini begitu berbeda dibandingkan dengan perangkat modern saat ini? Berikut sejumlah keunikan yang ditawarkan Commodore Callback 8020.
1. Callback 8020 mengusung konsep digital detox

Salah satu hal yang membuat Commodore Callback 8020 berbeda adalah ketiadaan berbagai aplikasi yang selama ini menjadi sumber distraksi. Smartphone ini hadir tanpa media sosial, tanpa browser, tanpa aplikasi email, bahkan tanpa aplikasi kerja yang biasanya memenuhi layar smartphone modern. Facebook, Instagram, Slack, hingga aplikasi email diblokir langsung pada tingkat sistem. Tujuannya sederhana, yakni membantu pengguna mengurangi kebiasaan doomscrolling atau menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar smartphone.
Meski begitu, pengguna tetap bisa melakukan aktivitas komunikasi penting seperti menelepon, mengirim pesan, dan menggunakan WhatsApp. Ide di balik perangkat ini berasal dari Christian Simpson, CEO Commodore International Corporation (CIC), yang mengaku menyadari dirinya mulai kecanduan smartphone. Pengalaman tersebut kemudian melahirkan konsep Callback 8020 sebagai perangkat yang mendorong penggunaan teknologi secara lebih sadar.
2. Callback 8020 siap membawa nostalgia ke era HP lipat awal 2000-an

Secara desain, Callback 8020 langsung mengingatkan pada smartphone lipat populer era awal 2000-an. Perangkat ini menggunakan layar utama berukuran 3,25 inci beresolusi 480 x 640 piksel dan layar eksternal 1,77 inci untuk menampilkan informasi dasar seperti waktu, tanggal, sinyal, dan baterai.
Menariknya, layar luar tersebut memancarkan cahaya merah yang terinspirasi dari kalkulator Commodore era 1970-an. Tidak ada notifikasi media sosial atau aplikasi yang terus-menerus muncul mengganggu perhatian pengguna.
Untuk urusan mengetik pesan, Commodore bahkan menghidupkan kembali sistem T9-style texting yang dulu sangat populer sebelum era layar sentuh. Menurut pernyataan perusahaan yang dikutip GSMArena (17/6/2026), metode ini sengaja dipertahankan karena menciptakan "mindful friction", yaitu pengalaman yang sedikit lebih lambat sehingga pengguna lebih sadar saat menggunakan perangkat.
3. Callback 8020 tetap modern meski bergaya retro

Meski mengusung konsep nostalgia, Callback 8020 tidak sepenuhnya meninggalkan teknologi modern. Smartphone ini menjalankan Sailfish OS dari Jolla, sistem operasi yang sering disebut sebagai Android tanpa layanan Google.
Berkat lapisan kompatibilitas Android Runtime, perangkat ini diklaim mampu menjalankan hingga 99 persen aplikasi Android. Namun, Commodore secara selektif memblokir aplikasi yang dianggap dapat memicu kecanduan penggunaan smartphone. Pengguna juga masih dapat menikmati Spotify untuk mendengarkan musik dan podcast, dan memakai WhatsApp sebagai sarana komunikasi sehari-hari.
4. Spesifikasi lengkap Commodore Callback 8020

Di balik desain retro-nya, Callback 8020 dibekali spesifikasi yang cukup modern. Smartphone ini ditenagai chipset MediaTek Helio G81, dipadukan dengan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB. Kapasitas tersebut masih bisa diperluas melalui kartu microSD. Perangkat ini juga mendukung Wi-Fi, Bluetooth, GPS, LTE, dan memakai baterai 1.550 mAh yang dapat dilepas dan diganti sendiri oleh pengguna.
Pengisian daya sudah menggunakan port USB-C. Untuk kebutuhan fotografi, tersedia kamera belakang 48 MP yang memakai sensor Sony yang dilengkapi autofocus dan lampu flash. Di sektor hiburan, Commodore menambahkan DAC audio berkualitas tinggi, radio FM, jack audio 3,5 mm untuk earphone kabel, dan koleksi game klasik Commodore 64 yang telah dipilih secara khusus agar tidak bersifat adiktif seperti banyak game mobile modern.
5. Pilihan warna dan harga Commodore Callback 8020

Commodore Callback 8020 akan tersedia dalam lima pilihan warna, yakni ProtoPET White, SX Silver, BASIC Beige, Starlight Edition, dan Founders Edition. Harga yang ditawarkan juga tidak bisa dibilang murah. Model standar dibanderol mulai 499,99 dolar Amerika Serikat (Rp8 juta), sementara Starlight Edition dijual seharga 549,99 dolar Amerika Serikat (Rp9,7 juta). Untuk versi Founders Edition yang memiliki tombol berlapis emas 24 karat, harganya mencapai 640 dolar Amerika Serikat atau setara Rp11,3 jutaan.
Pada rentang harga tersebut, jelas bahwa yang dijual Commodore bukanlah spesifikasi tinggi. Callback 8020 lebih ditujukan bagi pengguna yang merindukan pengalaman menggunakan HP lipat klasik sekaligus ingin mengurangi ketergantungan terhadap media sosial dan berbagai distraksi digital.
Bagi sebagian orang, perangkat ini mungkin terasa aneh karena sengaja membatasi fitur yang selama ini dianggap penting. Namun, bagi mereka yang kangen era HP lipat dan ingin lebih fokus menjalani aktivitas sehari-hari tanpa gangguan notifikasi yang terus berdatangan, Commodore Callback 8020 bisa menjadi alternatif menarik. Kalau menurut kamu, apakah smartphone seperti ini masih relevan di era sekarang yang serba digital?


















