Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fitur di Layar HP yang Bikin Baterai Boros, Matikan Saja?
ilustrasi layar HP (unsplash.com/Karol)
  • Refresh rate tinggi membuat gerakan layar lebih mulus, tetapi konsumsi daya meningkat; pengujian mencatat kenaikan sekitar 10 persen dari 60 ke 120 Hz dan hingga 30 persen pada 144 Hz.
  • Kecerahan tinggi mempercepat baterai habis karena layar membutuhkan energi lebih besar; kecerahan otomatis dan Dark Mode pada OLED dapat membantu menghemat daya.
  • Always On Display, Live Wallpaper, serta resolusi tinggi membuat layar atau prosesor bekerja lebih lama; mematikan fitur tersebut atau menurunkan resolusi dapat memperpanjang daya tahan baterai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

HP modern tak hanya memiliki layar yang luas dan bisa disentuh Layar HP modern juga dibekali teknologi serta fitur kelas atas yang sangat canggih. Berbagai fitur di layar bisa meningkatkan kemampuan HP, tapi di sisi lain juga memiliki efek samping. Nah, salah satu efek sampingnya adalah bikin baterai makin boros.

Refresh rate tinggi, kecerahan layar hingga ribuan nits, dan resolusi tinggi adalah beberapa fitur di layar HP yang bikin baterai makin boros. Ada fitur yang membuat layar makin panas, gerakannya lebih cepat, hingga bikin layar terus menyala setiap saat. Mau tahu bagaimana pengaruh semua fitur tersebut dan apa yang harus dilakukan agar baterai tetap awet? Simak pembahasan berikut, yuk!

1. Refresh rate tinggi hingga ratusan Hz

ilustrasi layar HP (unsplash.com/Christian Wiediger)

Refresh rate merujuk ke berapa banyak frame yang ditampilkan layar HP pada satu detik. Semakin tinggi refresh rate layar akan menampilkan banyak frame dan akhirnya gerakan layar jadi makin mulus. Namun, refresh rate tinggi membutuhkan banyak energi sehingga membuat baterai makin boros. Sebagai perbandingan layar dengan refresh rate 120 Hz lebih boros baterai dari layar dengan refresh rate 60 Hz.

Berdasarkan pengetesan laman Visemark, terjadi peningkatan konsumsi daya sekitar 10 persen saat mengganti refresh rate dari 60 ke 120 Hz pada kegiatan scrolling di Gmail. Ketika refresh rate dinaikan ke 144 Hz di browsing Chrome konsumsi dayanya juga meningkat hingga 30 persen. Menariknya, ada teknologi LTPO yang bisa membuat baterai lebih awet karena mampu menyesuaikan refresh rate secara otomatis dari 1-120 Hz sesuai penggunaan.

2. Kecerahan layar tinggi sampai ribuan nits

ilustrasi layar HP (unsplash.com/Call Me Fred)

Saat ini ada banyak HP dengan kecerahan layar yang tinggi seperti 1600, 2000, 3000, hingga 4500 nits. Kecerahan tinggi sebenarnya bisa membuat layar lebih terang, memudahkan penggunaan luar ruangan, dan bikin konten HDR terlihat semakin realistis. Namun, jika layar terus dipaksa menampilkan kecerahan yang tinggi baterai akan cepat habis karena HP jadi panas dan memakan banyak energi.

Dilansir SamMobile, kecerahan 25-50 persen jadi yang paling ideal karena konsumsi dayanya terbilang rendah. Untuk kecerahan 75-100 persen konsumsi dayanya sangat tinggi. Kecerahan maksimal setidaknya membuat baterai 30-40 persen lebih boros. Jika mengaktifkan kecerahan otomatis baterai HP bisa lebih awet 15-25 persen tergantung penggunaan. Buat layar OLED kamu juga bisa pakai Dark Mode karena dapat menghemat baterai sekitar 20-40 persen.

3. Always on Display bikin layar terus aktif dan boros daya

ilustrasi Always on Display (unsplash.com/Victor Carvalho)

Alywas on Display atau AoD adalah fitur yang memungkinkan layar tetap aktif saat HP dimatikan. Ketika menyala biasanya layar akan menampilkan background hitam, notifikasi, dan beberapa ikon sesuai kustomisasi pengguna. Tujuan AoD adalah agar pengguna bisa terus memantau notifikasi tanpa harus membuka kunci HP, tapi karena layarnya terus aktif maka konsumsi daya turut meningkat.

Dilansir Androxus, penggunaan AoD bisa memakan sekitar 0,5-1,5 persen baterai dalam waktu satu jam. Kelihatannya memang tidak banyak, tapi jika diakumulasi baterai bisa berkurang sekitar 10-15 persen dalam 14 jam. Pengetesan DxOMark juga membuahkan hasil yang serupa. Xiaomi 12S Ultra dengan AoD menyala bisa bertahan 103 jam sementara saat dimatikan mampu bertahan 495 jam. Samsung Galaxy S22 Ultra bisa bertahan 136 jam saat AoD aktif dan ketika dimatikan daya tahan baterainya melonjak ke 417 jam.

4. Live Wallpaper jauh lebih boros dari wallpaper statis

ilustrasi layar HP (unsplash.com/Georgiy Lyamin)

Seperti namanya, Live Wallpaper adalah wallpaper yang bisa bergerak secara langsung, dengan kata lain wallpaper yang berupa animasi. Karena sifatnya tersebut secara otomatis Live Wallpaper bisa menguras daya baterai lebih besar jika dibandingkan wallpaper statis yang tidak bergerak. Tak hanya berlaku bagi HP, pengurangan daya baterai tersebut juga berlaku bagi perangkat lain seperti laptop atau tablet.

Dilansir Computer World, Live Wallpaper bisa menguras baterai dengan dua cara, yaitu membuat layar menampilkan kecerahan yang tinggi dan membuat prosesor terus bekerja agar animasi di wallpaper bisa bergerak atau ditampilkan secara konstan. Di beberapa kasus bahkan Live Wallpaper bisa bikin HP jadi lemot, lho. Untuk mengurangi efek tersebut kamu bisa menggunakan Live Wallpaper berwarna hitam. Sayangnya metode tersebut hanya efektif untuk layar OLED.

5. Layar beresolusi tinggi bikin HP menampilkan banyak pixel

ilustrasi layar HP (unsplash.com/Mihael Stojčević)

Tiap HP memiliki resolusi layar yang berbeda, mulai dari 720p (HD+), 1080p (FHD+), hingga 1440p (2K). Semakin tinggi resolusi gambar di layar memang makin tajam dan detail, tapi baterai juga bisa terkuras lebih cepat karena layar harus menampilkan lebih banyak pixel dalam satu waktu. Pada pengetesan Android Authority, HP dengan layar 1080p (Google Pixel 3) punya daya tahan baterai lebih tinggi dari HP dengan layar 1440p (Google Pixel 3 XL).

Selain Google Pixel, HP lain dengan layar 1080p seperti HUAWEI P20 Pro, OPPO R17 Pro, dan OnePlus 6T umumnya memiliki baterai lebih awet daripada HP dengan resolusi layar yang lebih tinggi. HP flagship modern umumnya memiliki fitur untuk mengubah resolusi layar di Pengaturan. Jika ingin baterai lebih awet kamu bisa menurunkan resolusi ke 720p atau 1080p. Ketika hendak menikmati visual tajam resolusi bisa dinaikkan ke 1440p.

Setelah memahami berbagai fitur di layar HP yang bikin baterai makin boros kamu harus lebih cermat saat menggunakannya. Jika tidak membutuhkan semua fitur tersebut sebaiknya dimatikan saja. Di sisi lain, kalau tak masalah dengan baterai yang sedikit lebih boros kamu bisa mengaktifkannya. Sebab, tak bisa dipungkiri bahwa semua fitur tersebut bisa membuat pengalaman penggunaan jadi lebih optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article