Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kapan Seharusnya Repasta Prosesor Laptop? Begini Panduannya!

3 min read
Kapan Seharusnya Repasta Prosesor Laptop? Begini Panduannya!
ilustrasi repasta laptop (unsplash.com/Ritupon Baishya)
  • Repasta laptop tidak memiliki jadwal baku: penggunaan harian umumnya 3–5 tahun sekali, sedangkan gaming atau rendering sekitar 1–3 tahun sekali.
  • Overheat dapat menandakan thermal paste mengering, tetapi pengguna perlu memeriksa kipas, sistem pendingin, debu, dan software sebelum melakukan repasta.
  • Penurunan performa, throttling, crash, hang, atau mati mendadak bisa terkait suhu tinggi; repasta diperlukan bila thermal paste kering untuk mengurangi risiko kerusakan komponen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Laptop adalah perangkat elektronik yang harus selalu dijaga dan dirawat oleh penggunanya. Salah satu cara merawatnya adalah dengan melakukan repasta, yaitu mengganti thermal paste (pasta termal). Penggantian tersebut dilakukan untuk mencegah thermal paste mengering yang nantinya bisa meningkatkan performa laptop.

Repasta tak bisa dilakukan dengan sembarangan, apalagi dilakukan dengan interval yang terlalu cepat. Sebelum melakukan repasta ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti pola penggunaan, kondisi laptop, performa, hingga apakah ada kerusakan di laptop.

  1. 1. Repasta dilakukan 1-5 tahun sekali tergantung penggunaan

    ilustrasi laptop
    ilustrasi laptop (unsplash.com/Yash Menghani)

    Dilansir Manchester-PC, sebenarnya tidak ada aturan atau interval waktu khusus untuk melakukan repasta laptop karena sangat bergantung pada penggunaan. Untuk laptop yang digunakan harian (daily use) umumnya repasta dilakukan dalam interval 3-5 tahun sekali. Laptop yang digunakan untuk kegiatan berat seperti gaming atau rendering bisa di-repasta dalam kurun waktu 1-3 tahun sekali.

    Laptop harian biasanya hanya digunakan untuk kegiatan ringan seperti mengetik, menonton video, atau sekadar bermain game ringan. Karena itu, thermal paste di laptop harian cenderung lebih awet. Laptop gaming pasti akan digunakan untuk melakukan kegiatan berat, membuat thermal paste cepat kering sehingga harus di-repasta lebih cepat. Jika tidak di-repasta secara rutin laptop gaming bisa rusak dan mengalami berbagai masalah.

  2. 2. Lakukan repasta jika laptop mulai overheat

    ilustrasi laptop
    ilustrasi laptop (unsplash.com/Slejven Djurakovic)

    Overheat (panas berlebih) bisa menjadi salah satu alasan kuat untuk melakukan repasta laptop. Sebab, overheat menandakan bahwa thermal paste sudah kering dan tidak bisa mengendalikan panas prosesor dengan optimal. Setelah melakukan repasta biasanya overheat akan hilang dan laptop jadi makin lancar. Meski begitu, laman LaptopOutlet menerangkan bahwa repasta bukan satu-satunya cara untuk mengatasi overheat.

    Hal lain seperti kipas yang rusak, cooling system bermasalah, adanya debu, atau masalah software juga bisa memicu overheat. Jika disebabkan oleh beberapa hal tersebut maka repasta tak akan bisa menghilangkan overheat. Sebelum melakukan repasta pastikan kamu tahu penyebab overheat agar penanganannya bisa lebih optimal.

  3. 3. Repasta bisa dilakukan jika performa mulai menurun

    ilustrasi laptop
    ilustrasi laptop (unsplash.com/Pauli Nie)

    Laman milaaj menerangkan bahwa performa laptop bisa makin optimal jika suhu terus terjaga. Salah satu cara untuk menjaga suhu adalah dengan melakukan repasta. Repasta sendiri bisa mencegah throttling hingga mengoptimalkan performa CPU dan GPU, bahkan ketika melakukan kegiatan berat sekali pun. Penurunan perfofrma bisa disebabkan oleh suhu yang terlalu tinggi. Salah satu penyebabnya adalah thermal paste kering yang sudah tidak diganti dalam waktu lama. Dalam waktu singkat thermal paste kering memang tak memberikan penurunan performa yang signifikan. Namun, lama kelamaan penurunan performa jadi makin besar dan berisiko merusak komponen lain.

  4. 4. Laptop yang sering mati jadi tanda harus repasta

    ilustrasi repasta laptop
    ilustrasi repasta laptop (unsplash.com/Nikolai Chernichenko)

    Dilansir Acer Indonesia, kenaikan suhu yang tinggi pada laptop bisa mengakibatkan kerusakan pada berbagai komponen elektronik. Jika dibiarkan kerusakan tersebut bisa memicu masalah seperti crash, hang, lag, bahkan laptop akan mati secara tiba-tiba meski tidak digunakan untuk kegiatan berat. Seperti yang sudah dijelaskan, salah satu pemicu kenaikan suhu adalah thermal paste yang mengering. Jika sudah mengering, repasta harus segera dilakukan. Jika dibiarkan laptop tak hanya akan mati secara tiba-tiba, tapi komponen lain seperti GPU, CPU, RAM, hingga storage bisa ikut rusak.

    Repasta sejatinya adalah kegiatan merawat laptop yang sangat mudah. Kamu bisa melakukannya sendiri bermodalkan thermal paste dan obeng untuk membuka laptop. Misal pun tidak berani melakukannya sendiri kamu bisa datang ke service center atau tempat servis terpercaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More