5 Seri Game Nintendo yang Paling Improve di Tiap Generasi Konsol

Mario bertransformasi dari platformer 2D menjadi petualangan 3D melalui Super Mario 64, lalu terus berinovasi sambil mempertahankan gameplay yang menyenangkan.
Zelda dan Metroid mengalami evolusi besar: Zelda berulang kali bereksperimen dari dungeon hingga open-world, sedangkan Metroid mempertahankan format 2D dan first-person.
Kid Icarus berganti drastis menjadi third-person shooter lewat Uprising, sementara perubahan Chibi-Robo! dinilai mengikis identitas seri dan mengancam masa depannya.
Nintendo memiliki sangat banyak seri game legendaris, mulai dari Mario, Pokémon hingga Metroid. Seperti konsol mereka yang terus berganti, seri game mereka pun juga ikut berubah. Selain perubahan visual yang memang masuk akal, banyak diantaranya juga melakukan perubahan fondasi gameplay secara signifikan. Hasilnya tidak selalu memuaskan, di mana ada yang berakhir menjadi seri game yang lebih hebat, namun tidak sedikit pula yang malah kehilangan jati dirinya. Berikut beberapa seri game Nintendo dengan perubahan paling signifikan di tiap generasi konsol.
1. Mario

Mario (dok. Nintendo) Mario hari ini hampir tidak terlihat sama dengan versi awalnya. Lompatan terbesar terjadi ketika Nintendo beralih dari platformer 2D di era NES dan SNES ke Nintendo 64. Lewat Super Mario 64, kontrol analog, kamera yang bisa digerakkan secara bebas dan dunia luas dalam balutan visual 3D diperkenalkan dan mengubah total cara bermain pemain. Setelah itu, inovasi terus berjalan. Super Mario Sunshine dan Super Mario Galaxy sama-sama berani membalik kebiasaan lama serinya, disamping puluhan game spin-off, mulai dari game party hingga balapan kart yang digemari banyak pemain. Meski sudah berkembang jauh dari game platformer sederhana, game-game Mario modern tetap mempertahankan DNA gameplay yang menyenangkan.
2. The Legend of Zelda
The Legend of Zelda bermula sebagai game petualangan sederhana di NES, lalu setiap game baru yang lahirnya setelahnya, tumbuh semakin ambisius. A Link to the Past menyempurnakan pola eksplorasi dungeon lewat dua dunia paralel yaitu Light World dan Dark World. Ocarina of Time kemudian membangun ulang formula itu dalam visual 3D, lengkap dengan Z-targeting dan tombol kontekstual yang banyak ditiru game lain. Wind Waker menukar visual realistis dengan gaya visual cel-shaded dan mengajak pemain berlayar di lautan luas. Yang terbaru adalah Breath of the Wild yang meruntuhkan batasan lama dan mengubah cara pemain melihat game open-world. Berbeda dari seri game lain yang perubahannya cenderung bertahap, Zelda sering diberi keleluasaan untuk bereksperimen besar-besaran.
3. Metroid

Metroid (dok. Nintendo) Metroid memulai langkahnya sebagai game aksi petualangan dengan visual 2D yang tidak terlalu berbeda dari game lain pada zamannya. Formula itu kemudian dipoles hingga matang lewat Super Metroid, yang ikut melahirkan genre anyar yang disebut Metroidvania. Namun, evolusi sesungguhnya baru terjadi lewat Metroid Prime. Game ini menghadirkan sudut pandang first-person yang mengubah cara pemain menjelajahi dunianya. Sebagian pemain sempat meragukannya, namun perubahan itu akhirnya diterima dengan tangan terbuka. Sejak saat itu, Nintendo membiarkan kedua pendekatan tetap hidup berdampingan. Hasilnya, pemain masih bisa menikmati Metroid dalam kacamata first-person maupun 2D klasik yang sama-sama berkualitas.
4. Kid Icarus
Kid Icarus menjadi salah satu seri game Nintendo yang banyak dilupakan. Dua game pertama dikenal karena tingkat kesulitan tinggi sehingga setiap momen terasa seperti ujian. Setelah itu, seri game ini vakum hampir dua dekade dan hanya muncul sebagai cameo di game lain. Ketika dibangunkan dari tidurnya lewat Kid Icarus: Uprising, pendekatan platforming-nya ditinggalkan dan diganti third-person shooter. Pada game tersebut, ada segmen terbang ala rail shooter, menggunakan breaking the fourth wall sebagai teknik bercerita dan mengajak pemain kembali ke Palutena. Selain itu, senjata yang bisa dikustomisasi dan sistem tingkat kesulitan baru juga membuatnya terasa seperti game yang sama sekali berbeda dari game lain di serinya.
5. Chibi-Robo!

Chibi-Robo! (dok. Nintendo) Tidak semua perubahan berujung manis dan Chibi-Robo! adalah contohnya. Plug Into Adventure di GameCube memiliki identitas tersendiri tentang robot mungil yang tinggal di rumah sebuah keluarga, mengerjakan tugas rumah dan membantu penghuni serta mainan yang memiliki masalah unik maupun sedih. Sayangnya, identitas itu memudar di game-game berikutnya. Park Patrol memperkecil skala gameplay-nya, sementara Zip Lash menyulapnya menjadi game platformer side-scrolling yang minim humor dan sesuatu yang menarik. Singkatnya, alih-alih melakukan eksperimen, setiap game baru Chibi-Robo! hanya berani mengambil formula gameplay yang aman dan generik. Dampak yang ditimbulkan dari keputusan itu tidak main-main karena masa depan seri game ini jadi ikut terancam.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa seri game Nintendo dengan perubahan paling signifikan di tiap generasi konsol. Ada seri game favoritmu?





















