ilustrasi membuka Gmail melalui laptop (unsplash.com/Solen Feyissa)
Meski memberikan kemudahan, Google tetap menyertakan pembatasan untuk mencegah penyalahgunaan fitur. Pengguna yang telah mengganti alamat Gmail tidak dapat membuat alamat Gmail baru lainnya selama 12 bulan ke depan. Selain itu, alamat email baru tidak bisa dihapus setelah dipilih, sehingga pengguna perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum melakukan perubahan. Dalam periode ini, pengguna juga tidak dapat menambahkan lebih dari satu alamat Gmail baru, pergantian email hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun.
Kemampuan untuk mengganti alamat email telah menjadi fitur yang paling sering diminta pengguna selama bertahun-tahun. Banyak pemilik akun Gmail lama ingin memperbarui identitas digital mereka agar lebih relevan dan profesional. Namun, proses tersebut sebelumnya tidak mudah karena pengguna harus membuat akun baru dan memindahkan data secara manual.
Sebelumnya, satu-satunya cara untuk mendapatkan alamat Gmail baru adalah dengan mendaftarkan akun lain dan memindahkan data menggunakan fitur impor. Proses tersebut memakan waktu dan berisiko mengganggu sinkronisasi layanan. Jika peluncuran ini berjalan global, kebijakan baru tersebut dapat menjadi salah satu peningkatan terbesar dalam pengelolaan akun Gmail sejak layanan ini hadir lebih dari 20 tahun lalu.
Meski indikasi peluncuran sudah mulai terlihat, publik masih menunggu konfirmasi resmi dari Google. Pembaruan halaman dukungan versi Inggris diyakini menjadi sinyal berikutnya sebelum fitur ini dirilis secara global. Sampai ada pengumuman lebih lanjut, pengguna hanya dapat menanti kabar resmi mengenai jadwal peluncuran fitur ini.