"Kami memperkenalkan world’s first smartwatch dengan Intelligent Marathon Mode. Pelari bisa mengatur target, strategi, dan melihat jadwal latihan langsung dari pergelangan tangan," ujar Adinda Agustina, Campaign Manager Huawei Device Indonesia.
Huawei Watch GT Runner 2 Resmi Dirilis, Didesain Khusus Pelari

- Huawei resmi meluncurkan Watch GT Runner 2, smartwatch yang dirancang khusus untuk pelari dengan fitur Intelligent Marathon Mode sebagai pelatih pribadi di pergelangan tangan.
- Perangkat ini dilengkapi teknologi 3D Floating Antenna dan sistem positioning multi-satelit untuk akurasi pelacakan hingga 96 persen, bahkan di area dengan gangguan sinyal.
- Dengan desain ringan berbahan titanium, strap AirDry, serta daya tahan baterai hingga 32 jam GPS aktif, smartwatch ini menonjolkan kenyamanan dan ketahanan bagi pelari serius.
Tren gaya hidup sehat kini semakin berkembang, dan lari menjadi salah satu olahraga yang paling populer. Namun, seiring meningkatnya minat tersebut, kebutuhan akan perangkat yang bisa membantu memantau performa dan meningkatkan latihan juga ikut meningkat.
Huawei melihat peluang ini dengan menghadirkan smartwatch yang lebih spesifik untuk pelari. Lewat Huawei Watch GT Runner 2, perusahaan ini mencoba menghadirkan perangkat wearable yang tidak hanya sekadar pelacak aktivitas, tetapi juga berperan sebagai “pelatih pribadi” di pergelangan tangan.
Fokus pada pelari dengan fitur khusus

Huawei Watch GT Runner 2 dirancang khusus untuk pengguna yang serius dalam olahraga lari. Salah satu fitur utamanya adalah Intelligent Marathon Mode yang dapat membantu pengguna merencanakan strategi lomba. Fitur ini memberikan panduan pace secara real-time, analisis performa, hingga rekomendasi latihan agar pengguna bisa meningkatkan catatan waktu mereka.
Dengan pendekatan ini, smartwatch tidak hanya mencatat data, tetapi juga membantu pengguna memahami dan mengoptimalkan performa mereka.
Salah satu peningkatan penting pada Watch GT Runner 2 ada di sektor pelacakan lokasi. Huawei membekali perangkat ini dengan teknologi 3D Floating Antenna dan sistem positioning multi-satelit yang mendukung GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, hingga QZSS. Kombinasi ini membuat pelacakan rute menjadi lebih akurat, bahkan di area dengan gangguan sinyal seperti gedung tinggi atau terowongan.
Huawei bahkan mengklaim tingkat akurasi positioning mencapai sekitar 96 persen, menjadikannya salah satu keunggulan utama perangkat ini.
Jadi seperti pelatih pribadi berbasis AI

Selain GPS, Watch GT Runner 2 juga membawa pendekatan berbasis AI dalam membantu latihan pengguna. Melalui aplikasi Huawei Health, pengguna dapat memasukkan target lomba dan jadwal latihan, kemudian sistem akan menyusun program latihan secara otomatis. Bahkan, jika pengguna melewatkan sesi latihan, sistem dapat menyesuaikan program berikutnya agar tetap sesuai target. Fitur seperti Digital Pacer juga membantu pengguna mengetahui apakah mereka berada di depan atau tertinggal dari target pace saat berlari.
Huawei juga memperhatikan aspek kenyamanan pada perangkat ini. Watch GT Runner 2 hadir dengan desain ringan menggunakan material seperti titanium serta strap AirDry yang dirancang lebih breathable. Desain ini membantu meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi rasa tidak nyaman saat digunakan dalam sesi lari panjang.
Dari sisi daya tahan, smartwatch ini juga menawarkan performa yang cukup baik. Huawei Watch GT Runner 2 mampu bertahan hingga 32 jam dalam mode latihan outdoor dengan GPS aktif, atau hingga 14 hari dalam penggunaan hemat. Hal ini membuatnya cukup andal untuk digunakan dalam berbagai skenario latihan, termasuk maraton atau aktivitas outdoor dalam waktu lama.
Smartwatch olahraga yang semakin spesifik

Hadirnya Huawei Watch GT Runner 2 menunjukkan bahwa smartwatch kini semakin mengarah ke perangkat yang lebih spesifik sesuai kebutuhan pengguna. Dengan kombinasi GPS presisi tinggi, fitur pelatihan berbasis AI, serta desain yang nyaman untuk olahraga, perangkat ini tidak hanya ditujukan untuk pengguna umum, tetapi juga bagi mereka yang ingin meningkatkan performa lari secara serius.
Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa wearable tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan gaya hidup sehat modern.


















