Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Jenis HP yang Mulai Hilang dari Pasaran, Sudah Tak Diminati
ilustrasi feature phone (unsplash.com/Đào Hiếu)
  • Feature phone makin jarang diproduksi, meski harganya murah dan minat Gen Z terhadap ponsel berfitur sederhana kembali meningkat pada dekade 2020-an.
  • Pasar HP gaming menyusut hingga disebut hanya menyisakan ZTE REDMAGIC, setelah ASUS, Black Shark, dan Lenovo Legion hengkang akibat persaingan serta permintaan menurun.
  • Phablet, HP flip, dan HP compact makin sulit ditemukan karena smartphone konvensional berlayar besar, performa setara, serta kebutuhan konten dan baterai lebih dominan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Untuk mencapai sebuah perkembangan dan kemajuan harus ada beberapa hal yang dikorbankan. Hal tersebut terjadi di semua industri, tak terkecuali industri HP. Di saat ada perkembangan seperti HP fold, peningkatan kualitas kamera, dan performa yang gahar, industri HP harus mengorbankan beberapa jenis HP.

Secara spesifik, ada beberapa jenis HP yang mulai hilang dari pasaran demi memberikan tempat bagi model HP baru. Beberapa HP yang hilang adalah HP compact, HP gaming, dan phablet. Semua HP tersebut mulai sulit ditemukan, tak diproduksi lagi, dan pamornya kian merosot.

1. Feature phone mulai diminati oleh anak muda

ilustrasi feature phone (unsplash.com/Brandon.)

Sebelum era smartphone atau ponsel pintar, feature phone atau dumb phone merupakan rajanya. Sama seperti namanya, feature phone atau dumb phone atau HP "bodoh" yang hanya bisa menjalankan fungsi sederhana. Feature phone hanya bisa menerima panggilan, menelepon, atau mengirim pesan. Hanya ada beberapa model yang bisa menginstal aplikasi, mengakses internet, atau menangkap foto.

Perusahaan yang membuat feature phone juga makin berkurang, salah satu yang masih bertahan adalah HMD Global. Feature phone sendiri jauh lebih murah dari smartphone, bahkan harganya hanya ratusan ribu. Meski fiturnya sangat minim, menariknya anak muda (khususnua Gen Z) mulai tertarik menggunakannya lagi. Laman BBC menerangkan bahwa minat terhadap feature phone mulai naik medio 2020-an.

2. HP gaming hanya menyisakan satu produsen

ilustrasi HP gaming (unsplash.com/Amanz)

Dahulu ada banyak produsen atau merek HP gaming, mulai dari ASUS ROG, ZTE REDMAGIC, Xiaomi Black Shark, dan Lenovo Legion. Namun, perlahan semua produsen tersebut hengkang dari pasar HP gaming dan hanya menyisakan ZTE REDMAGIC. Dilansir berbagai sumber, ASUS hengkang dari pasar HP gaming pada 2026, Black Shark pada 2023, dan Lenovo Legion pada 2023. Semua produsen tersebut meninggalkan pasar karena persaingan yang ketat dan menurunnya permintaan terhadap HP gaming. Selain itu, HP gaming juga mulai kalah dari HP konvensional yang performanya sudah setara dengan HP gaming itu sendiri.

3. Phablet mulai tergantikan oleh HP konvensional

ilustrasi phablet (unsplash.com/Taan Huyn)

Istilah phablet (phone tablet) merujuk pada HP yang bentang layarnya sekitar 5,5-7 inci. Selain itu, layar phablet biasanya agak mengotak sehingga sangat ideal untuk produktivitas dan multitasking. Namun, istilah phablet mulai berhenti digunakan sejak 2020-an dan tak ada produsen yang memasarkan produknya sebagai phablet lagi. HP dengan layar di atas 5,5 inci tetap disebut sebagai HP atau smartphone konvensional.

Menariknya, laman How to Geek menerangkan bahwa phablet akan kembali dengan rilisnya Samsung Galaxy Z Fold 8. HP lipat tersebut adalah perangkat yang sangat cocok dengan definisi phablet karena punya layar luas yang mengotak. Galaxy Z Fold 8 juga memiliki satu kelebihan, yaitu layarnya bisa dilipat sehingga lebih efisien, praktis, dan bisa digunakan layaknya HP konvensional.

4. HP flip mulai dihentikan produksinya oleh banyak produsen

ilustrasi HP flip (unsplash.com/Pasqualino Capobianco)

HP lipat mulai merajai pasar HP sejak era 2020-an awal. Terdapat dua jenis HP lipat yang merajelela, yaitu HP fold dan HP flip. Sayangnya, eksistensi HP flip mulai memudar sejak 2023. Kala itu banyak produsen seperti OPPO, vivo, Xiaomi, HUAWEI, dan TECNO yang berhenti memproduksi HP flip. Rata-rata dari mereka hanya mengeluarkan dua model sebelum menghentikan produksi medio 2023-2025.

Saat ini hanya tersisa dua produsen raksasa yang masih bertahan di pasar HP flip, yaitu Samsung dan Motorola. Motorola masih setia dengan seri Motorola Razr yang harganya terjangkau dan Samsung terus merilis Galaxy Z Flip. Namun, kabar dari laman SamMobile menyampaikan bahwa Samsung akan menghentikan produksi Galaxy Z Flip sehingga Galaxy Z Flip 8 akan menjadi HP flip terakhir mereka.

5. HP compact memiliki beberapa kekurangan

ilustrasi HP compact (unsplash.com/Shiwa ID)

HP compact umumnya merujuk pada HP dengan layar berukuran kecil di bawah 6 inci. Sayangnya, sekarang HP dengan layar sekecil itu sudah jarang karena pasar HP didominasi oleh HP dengan layar 6,6 inci atau lebih. Beberapa tahun yang lalu sempat ada produsen seperti ASUS dan Apple yang mencoba membuat HP compact dengan layar 5,4-5,9 inci, tapi mereka gagal, produknya tak laris, dan akhirnya menghentikan produksi.

Laman Yahoo!Tech menjelaskan bahwa HP compact memiliki beberapa kekurangan seperti kurang nyaman untuk menikmati konten, teknologi yang minim, dan daya tahan baterai rendah. Namun, ada segelintir orang yang masih mencintai HP compact dan menginginkannya kembali ke pasar. Sayangnya, hal tersebut sepertinya belum akan terjadi. Jika ingin HP kecil kamu bisa membeli perangkat dengan bentang layar 6,1-6,3 inci.

Adanya beberapa jenis HP yang mulai hilang dari pasaran membuktikan bahwa industri terus berkembang. Perkembangan tak hanya datang dari produsen, tapi dari selera pasar. Hal tersebut sangat masuk akal mengingat konsumen terus mengharapkan inovasi dan suatu hal yang baru. Untuk memenuhi keinginan konsumen akhirnya ada jenis HP yang harus berkorban demi membuka jalan bagi jenis HP baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article