Meski Bawa Konsep Menarik, Ini 5 HP Android Modular Ini Gagal Bersinar

- Tren HP modular sempat populer di 2010-an karena menawarkan konsep upgrade komponen layaknya PC, namun gagal menembus pasar mainstream akibat biaya tinggi dan kendala produksi.
- Beberapa proyek besar seperti Google Project Ara, LG G5, Essential PH-1, dan Motorola Moto Z mencoba menghadirkan fitur modular unik tetapi akhirnya dihentikan karena penjualan rendah.
- Fairphone menjadi satu-satunya seri yang masih mempertahankan konsep modular demi kemudahan servis dan keberlanjutan, meski tetap kurang diminati karena kompromi pada desain dan performa.
Tren HP modular sempat menjadi salah satu hal paling menarik di tahun 2010-an karena menjanjikan konsep “HP rasa PC” di mana komponen tertentu bisa di-upgrade, fitur baru tinggal dipasang dan bagian rusak mudah diganti. Dengan begitu, umur HP jadi bisa lebih panjang sekaligus lebih ramah lingkungan. Awalnya ide ini terlihat menjanjikan namun pada akhirnya, mimpi HP modular pelan-pelan meredup dan tidak pernah benar-benar masuk ke pasar HP mainstream, meski sempat melahirkan beberapa HP unik yang setidaknya membuat banyak orang terpikat. Berikut beberapa diantaranya.
1. Google Project Ara
Setelah Google mengakuisisi paten HP modular dari Modu (yang tutup pada 2011), Google bersama Motorola mulai menyeriusi ide HP modular pada sekitar 2012 dan meluncurkan Project Ara secara resmi pada 2013. Ide besarnya adalah Google/Motorola membuat rangka dasar yang disebut “Endo” sebagai tulang punggung, sementara produsen pihak ketiga bisa menjual modul komponen seperti layar, kamera dan baterai yang dipasang lewat mekanisme magnet dan bisa diganti dengan cepat. Lewat Project Ara, Google ingin membuat HP yang hampir semuanya bisa mudah diganti dan di-upgrade. Sayangnya, setelah kira-kira tiga tahun pengembangan, Project Ara dihentikan pada September 2016 karena biaya tinggi dan kendala produksi.
2. LG G5

Di awal tahun 2010-an, LG sempat memiliki beberapa HP Android yang sukses. LG G2 dipuji karena desainnya yang cantik dan laku keras, lalu G3 memperbaiki kekurangan pendahulunya sembari mempertahankan momentum penjualan, sampai akhirnya G4 kurang begitu dilirik sehingga LG merasa perlu membuat gebrakan. Akhirnya lahirlah G5, salah satu HP flagship paling ambisius mereka yang mengusung konsep modular yang unik. Bagian bawah HP ini bisa dilepas untuk memasang modul “Friends” yang menambah fungsi, mulai dari DAC + amplifier audio kelas atas, modul grip dengan baterai ekstra dan kontrol kamera tambahan hingga baterai yang bisa diganti dengan cepat. Meski idenya membuat banyak orang penasaran, pasar mainstream ternyata tidak terlalu tertarik, penjualannya pun mengecewakan dan LG akhirnya berhenti membuat HP modular.
3. Essential PH-1
Essential PH-1 sempat membuat heboh sebelum dirilis karena digagas oleh Andy Rubin, sosok penting di balik Android. Desainnya terbilang berani pada masanya, di mana HP ini ikut mempopulerkan notch, menghapus headphone jack dan membawa dua kamera belakang yang rata menyatu dengan bodi belakang berlapis keramik. Tidak hanya itu saja, PH-1 juga memiliki konektor magnetik bernama “Click Connector” di sisi kanan atas belakang untuk memasang modul khusus. Sayangnya ketika diluncurkan, PH-1 hanya menyediakan modul kamera 360 derajat sementara modul lainnya menyusul. Masalahnya, penjualan PH-1 tidak terlalu memuaskan sehingga fitur modularnya tidak berlanjut. Alhasil, PH-2 dibatalkan, modul baru tak pernah datang dan Essential akhirnya dibeli Nothing pada 2021.
4. Motorola Moto Z

Moto Mods merupakan ekosistem HP modular Motorola yang bisa dibilang paling sukses, paling populer dan paling lama bertahan dalam sejarah HP modular. Semuanya bermula pada 2016 lewat Moto Z yang terkenal sangat tipis dan punya desain keren. Berbekal pengalaman dari Project Ara, para insinyurnya membuat sistem aksesori tempel via magnet dengan konektor pogo pin yang hemat ruang, sehingga bodi HP tipis tetap bisa mendukung beragam “mod”, mulai dari power bank, speaker JBL hingga yang lebih unik seperti proyektor dan modul kamera point-and-shoot dengan kemampuan zoom 10x. Berbeda dari HP modular lain yang biasanya minim pilihan, Motorola langsung merilis banyak mod sejak awal dan terus menambah variasinya. Sayangnya, Moto Mods dihentikan pada 2019 dengan Moto Z4 sebagai HP modular terakhir.
5. Fairphone
Seri HP Fairphone bisa dibilang merupakan yang paling dekat dengan ide HP modular ala Project Ara-nya Google. Sejak generasi setelah Fairphone pertama, HP ini dirancang bukan hanya untuk berbagai fitur tambahan, melainkan agar mudah dibongkar-pasang dan diperbaiki sendiri. Komponen pentingnya dibuat modular, mulai dari layar, modul kamera, baterai, modul SoC hingga papan tambahan dan kabel fleksibel. Jadi, pengguna cukup menyiapkan obeng dan pinset, lalu memesan modul resmi dari toko sparepart Fairphone untuk memperbaikinya sendiri. Meski terkenal sebagai salah satu HP paling ramah servis, generasi terbaru seperti Fairphone 6 tetap kurang diminati karena konsep modularnya mengorbankan sejumlah hal yang tidak semua bisa terima seperti bodi bodi plastik, chipset kelas menengah dan kualitas kamera pas-pasan.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa HP Android dengan konsep modular yang gagal bersinar. Sampai sekarang, belum ada tanda-tanda HP modular akan kembali meramaikan pasar smartphone.


















