Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Game Ubisoft Paling Dibenci Tapi Sebenarnya Tidak Seburuk Itu
Tom Clancy’s Ghost Recon Breakpoint (dok. Ubisoft)
  • Ubisoft dikenal sering menuai kontroversi karena beberapa game-nya gagal memenuhi ekspektasi, namun sebagian ternyata masih punya sisi menarik jika dilihat dari perspektif baru.
  • Lima game seperti Ghost Recon Breakpoint, Cold Fear, Lost: Via Domus, Toy Soldiers: War Chest, dan Haze awalnya dikritik keras tapi kini dinilai tidak seburuk reputasinya.
  • Masing-masing game memiliki keunikan tersendiri, mulai dari perbaikan gameplay hingga konsep kreatif yang membuatnya tetap layak dicoba oleh pemain masa kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ubisoft menjadi salah satu studio yang tidak asing dengan kontroversi. Selama beberapa dekade, mereka terus rajin merilis game, baik yang dikembangkan maupun diterbitkan sendiri, dan sesekali ada yang meleset dari ekspektasi, entah karena tidak disambut baik oleh pemain atau dipenuhi bug ketika dirilis. Namun, tidak semua game mereka yang dibenci banyak pemain benar-benar seburuk itu. Jika dilihat lagi sekarang atau dilihat dari sudut pandang yang lain, ada banyak hal yang sebenarnya bisa dinikmati dari game-game tersebut. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. Tom Clancy’s Ghost Recon Breakpoint

Ghost Recon Wildlands dinilai sebagai salah satu game terbaik di serinya, sehingga wajar jika sekuelnya yaitu Ghost Recon Breakpoint, terasa mengecewakan ketika pertama dirilis. Game ini penuh bug, mulai dari senjata yang tiba-tiba menghilang hingga tampilan wajah karakter yang terlihat aneh. Kontennya pun minim tanpa roadmap yang meyakinkan. Namun, bertahun-tahun setelah peluncuran yang berantakan, kondisi game ini sudah jauh membaik. Breakpoint kini cukup layak dimainkan, apalagi untuk pemain yang tidak suka bermain sendiri, karena game ini mendukung co-op hingga 4 pemain dan bisa jadi pilihan seru untuk mabar.

2. Cold Fear

Cold Fear merupakan game horor hidden gem yang layak dicoba, meski nasibnya kurang beruntung karena dirilis hampir bersamaan dengan Resident Evil 4. Meski kalah pamor, game ini tetap punya daya tarik tersendiri. Pada game ini, pemain berperan sebagai Tom Hansen, anggota Penjaga Pantai AS yang menyelidiki kapal Rusia misterius di tengah lautan, lalu harus bertahan hidup melawan awak kapal yang terinfeksi penyakit aneh menggunakan berbagai senjata. Cold Fear kental akan sensasi film horor kelas B yang cheesy sehingga cocok bagi pemain yang merindukan pengalaman bermain trilogi Resident Evil klasik.

3. Lost: Via Domus

Lost: Via Domus mengadaptasi Lost, salah satu serial TV terbaik di awal tahun 2000-an. Game ini berlatar di awal cerita serial TV-nya, tepat setelah pesawat jatuh ke pulau misterius, dan pemain mengendalikan karakter baru bernama Elliott Maslow. Kendati demikian, karakter-karakter familiar seperti Jack dan Sawyer tetap hadir, dan pemain bisa menjelajahi berbagai lokasi terkenal dari serial TV-nya. Gameplay-nya berfokus pada puzzle dan sistem barter dengan karakter-karakter lain untuk mendapatkan item penting. Game ini dianggap kurang maksimal karena tidak menjawab satu pun misteri besar yang dari serial TV-nya.

4. Toy Soldiers: War Chest

Toy Soldiers: War Chest pada dasarnya merupakan game tower defense bertema mainan yang menawarkan pengalaman bermain cukup fresh berkat tema unik yang diusungnya. Meski mekanisme gameplay-nya tidak terlalu istimewa, kehadiran DLC dari franchise ternama seperti G.I. Joe, Assassin's Creed dan Masters of the Universe menjadi daya tarik tersendiri yang membuat game ini terasa lebih hidup. Membangun pertahanan menggunakan karakter-karakter terkenal dari beberapa franchise legendaris itu sangat menyenangkan dan secara keseluruhan, War Chest masih jauh dari kata gagal atau sepenuhnya mengecewakan.

5. Haze

Ketika dirilis, Haze digadang-gadang akan menjadi “Halo Killer”, tapi kenyataannya jauh dari harapan. Mekanisme intinya terkait zat bernama Nectar yang bisa meningkatkan kecepatan dan indera karakter pemain memang terdengar menarik, namun eksekusinya kurang maksimal. Ditambah lagi, ceritanya datar dan desain levelnya membosankan, sehingga tak heran jika game ini kemudian dikritik habis-habisan. Akan tetapi, jika dilihat dari kacamata saat ini, Haze sebenarnya bukan game yang terlalu buruk. Game ini hanya kurang berkesan, tapi mode single-player nya sudah lebih dari cukup menyenangkan untuk dinikmati.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game Ubisoft paling dibenci padahal sebenarnya tidak seburuk itu. Pernah memainkan salah satu game di atas?

Editorial Team