Winamp Bangkit dari Tidur Panjang, Siap Comeback pada 2027

- Winamp mengumumkan comeback pada paruh pertama 2027 sebagai platform audio modern, setelah lebih dari satu dekade redup dari persaingan.
- Melalui kemitraan dengan Deezer, Winamp akan menawarkan layanan streaming premium bermerek sendiri dengan katalog global dan teknologi white-label Deezer.
- Aplikasi terbaru akan menyatukan musik lokal, streaming, radio internet, podcast, dan audio cloud; desktop klasik yang masih dipakai lebih dari 40 juta pengguna juga mendapat akses premium.
Pemutar musik legendaris yang populer di era MP3, Winamp, resmi mengumumkan rencana comeback. Setelah lebih dari satu dekade redup dari persaingan, aplikasi ikonik tersebut akan hadir kembali pada paruh pertama 2027 dalam versi yang sepenuhnya baru. Kali ini, Winamp bertransformasi menjadi platform audio modern yang menyatukan berbagai sumber hiburan dalam satu aplikasi.
Mengutip situs resminya, Kamis (6/8/2026), kebangkitan Winamp ditandai lewat kemitraan strategis dengan layanan streaming musik Deezer. Kolaborasi ini memungkinkan Winamp menghadirkan layanan berlangganan musik premium miliknya sendiri sekaligus memanfaatkan katalog lagu global dan teknologi streaming milik Deezer. Lantas, inovasi apa saja yang akan dibawa Winamp saat kembali meramaikan pasar musik digital?
1. Winamp gandeng Deezer untuk hadirkan layanan streaming premium

Berdasarkan kerja sama yang diumumkan kedua perusahaan, Deezer akan menyediakan teknologi white-label streaming musik beserta katalog lagu globalnya untuk Winamp. Nantinya, layanan tersebut akan hadir sebagai layanan premium bermerek Winamp yang terintegrasi langsung ke dalam aplikasi terbaru. Pengguna tidak perlu berpindah aplikasi untuk menikmati seluruh fiturnya karena semuanya tersedia dalam satu ekosistem. Pendekatan ini menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan layanan musik digital pada umumnya.
CEO Winamp Group Alexandre Saboundjian mengatakan, Winamp sejak awal dikenal sebagai platform yang memberikan kebebasan bagi pengguna dalam menikmati musik sesuai keinginan mereka. Menurutnya, kolaborasi dengan Deezer memberi akses terhadap teknologi streaming kelas dunia sehingga Winamp dapat berfokus membangun pengalaman baru yang menggabungkan seluruh kebutuhan audio pengguna dalam satu tempat. Ia meyakini sudah saatnya konsep pemutar musik kembali berevolusi setelah lebih dari 25 tahun.
2. Winamp generasi terbaru bukan hanya sekadar aplikasi streaming musik

Berbeda dari layanan streaming musik konvensional, Winamp Player generasi terbaru tidak hanya berisi katalog lagu online. Aplikasi ini juga akan menggabungkan koleksi musik lokal pengguna, stasiun radio internet, podcast, koleksi audio berbasis cloud, hingga berbagai sumber audio lainnya. Semua itu akan tersedia dalam satu antarmuka yang dirancang lebih modern dan mudah dikustomisasi. Pengguna juga dapat mengakses hampir seluruh koleksi audio mereka tanpa harus berganti aplikasi.
Winamp juga menjanjikan fitur sosial baru serta cara yang lebih inovatif untuk menemukan, mengelompokkan, dan menikmati musik. Meski rincian lengkapnya belum diungkap, perusahaan memastikan pengalaman berlangganan yang ditawarkan akan berbeda dari platform streaming digital yang ada saat ini. Artinya, Winamp ingin membawa kembali konsep music player yang lebih personal, bukan sekadar aplikasi untuk memutar lagu secara streaming. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan pengalaman audio yang lebih fleksibel bagi penggunanya.
3. Winamp masih digunakan lebih dari 40 juta pengguna

Meski sempat ditutup lebih dari satu dekade lalu, Winamp ternyata masih memiliki basis pengguna yang cukup besar. Perusahaan mengungkapkan bahwa aplikasi desktop Winamp klasik hingga kini masih digunakan oleh lebih dari 40 juta pengguna di seluruh dunia. Setelah platform baru diluncurkan, aplikasi desktop tersebut juga akan mendapatkan akses ke layanan streaming premium yang ditenagai teknologi Deezer. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas pengguna Winamp masih aktif meski tren konsumsi musik telah banyak berubah.
Chief Business Officer Winamp Group Thierry Ascarez menyebut kerja sama ini bukan sekadar kesepakatan teknologi. Menurutnya, Deezer menyediakan infrastruktur streaming, sementara Winamp berfokus menciptakan pengalaman produk yang benar-benar baru. Ia berharap pengguna nantinya tidak hanya menemukan layanan streaming lain, melainkan generasi baru Winamp Player yang mampu menggabungkan seluruh pengalaman mendengarkan audio dalam satu aplikasi. Kolaborasi tersebut juga mencerminkan ambisi kedua perusahaan untuk menghadirkan inovasi baru di industri musik digital.
4. Dijadwalkan meluncur pada paruh pertama 2027

Winamp menargetkan peluncuran generasi terbaru aplikasinya pada semester pertama 2027. Menjelang peluncuran tersebut, perusahaan juga berjanji akan mengungkap lebih banyak informasi, termasuk fitur-fitur baru yang akan melengkapi platformnya. Kehadiran Winamp versi baru pun menjadi salah satu comeback paling menarik di industri perangkat lunak musik dalam beberapa tahun terakhir. Pengumuman lanjutan diperkirakan akan hadir dalam beberapa bulan ke depan.
Bagi pengguna yang masih menyimpan koleksi MP3 lawas dari awal 2000-an, kembalinya Winamp bisa menjadi kabar menggembirakan. Aplikasi yang dahulu identik dengan pemutar musik lokal kini bersiap menggabungkan nostalgia dan teknologi streaming modern dalam satu pengalaman mendengarkan musik yang lebih lengkap. Akankah comeback Winamp pada 2027 mampu mengembalikan kejayaannya di tengah dominasi layanan streaming modern? Kita tunggu saja!




















