Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kekurangan Merek Laptop Lokal, Tak Punya Microsoft Office

5 Kekurangan Merek Laptop Lokal, Tak Punya Microsoft Office
ilustrasi laptop Advan (advandigital.com)
Intinya Sih
  • Laptop lokal seperti Advan dan Axioo umumnya tidak menyertakan Microsoft Office bawaan, sehingga pengguna perlu berlangganan atau memakai alternatif seperti LibreOffice.
  • Jaringan layanan purna jual merek lokal cenderung lebih terbatas; Advan sekitar 80 dan SPC 54 service center, meski Axioo memiliki 194 titik.
  • Merek lokal masih menghadapi reputasi yang kalah kuat, ketergantungan pada desain ODM, serta ketersediaan suku cadang original yang terbatas dan berpotensi lebih mahal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Beberapa tahun ini merek lokal mulai menguasai pasar laptop di Indonesia. Beberapa merek yang lumayan gencar merilis laptop baru adalah Advan, Axioo, Zyrex, dan SPC. Spesifikasi laptop lokal sangat menarik. Selain itu, harganya juga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan merek internasional, seperti ASUS, Acer, HP, Lenovo, atau MacBook yang dibanderol dengan harga selangit.

Meski begitu, laptop lokal bukan tanpa kekurangan. Service center terbatas, suku cadang yang sulit dicari, dan tak mendapat Microsoft Office bawaan merupakan beberapa kekurangan merek laptop lokal.

1. Merek laptop lokal tak punya Microsoft Office bawaan

ilustrasi laptop Advan
ilustrasi laptop Advan (advandigital.com)

Microsoft Office merupakan software yang sangat penting bagi mahasiswa, pelajar, dan pekerja kantoran. Software tersebut memudahkan pengguna untuk mengetik, mengolah data, membuat laporan, hingga membuat presentasi. Merek laptop internasional seperti ASUS, Acer, atau HP umumnya sudah memberikan paket Microsoft Office secara gratis ketika kamu membeli laptop baru.

Sebaliknya, merek laptop lokal seperti Advan dan Axioo tidak memberikannya. Karena tak punya Microsoft Office bawaan, kamu harus menginstalnya secara mandiri. Microsoft Office sendiri bukan software gratis karena kamu harus membayarnya dengan sistem langganan. Sebagai alternatif dari Microsoft Office kamu bisa menggunakan software lain seperti Libre Office (sudah tersedia di laptop Axioo).

2. Service center resminya masih terbatas

ilustrasi laptop Axioo
ilustrasi laptop Axioo (axiooworld.com)

Layanan purna jual (after sales) menjadi salah satu concern utama bagi pengguna laptop. Layanan purna jual sendiri mencakup beberapa hal, seperti layanan perbaikan, garansi, hingga ketersediaan service center resmi di Indonesia. Dalam hal ini, kebanyakan merek laptop lokal masih kalah dari merek internasional terkait ketersediaan service center resmi yang jumlahnya terbilang minim.

Laman resmi ASUS menerangkan bahwa mereka punya 141 service center, menjadikannya salah satu yang terluas di Tanah Air. Acer juga cukup banyak, yaitu 109 service center. Bandingkan dengan Advan yang hanya punya sekitar 80 service center. Ada juga SPC yang hanya memiliki 54 service center. Di sisi lain, hanya Axioo yang bisa melawan merek internasional dengan 194 service center di seluruh Indonesia.

3. Reputasinya belum sebaik merek laptop internasional

ilustrasi laptop SPC
ilustrasi laptop SPC (spc-indonesia.com)

Reputasi dan brand image merupakan dua hal yang masih menjadi keunggulan mutlak merek internasional. Di mata konsumen awam merek internasional lebih terkenal, kualitasnya terjamin, dan lebih mudah digunakan. Di sisi lain, merek laptop lokal masih kurang dikenal, banyak yang meragukan kualitasnya, dan akhirnya kurang dilirik oleh konsumen.

Reputasi merek internasional juga disokong oleh berbagai prestasi dan penghargaan bergengsi. Dilansir laman resmi Acer, mereka tersebut kerap mendapat penghargaan internasional seperti iF Design Award 2026, Taiwan Excellence 2026, dan Good Design Award 2025. ASUS juga pernah mendapat gelar sebagai Brand No. 1 Quality & Service di Indonesia. Adapun, merek lokal hanya mampu menyabet penghargaan berskala nasional.

4. Merek lokal masih ketergantungan pada desain pabrikan

ilustrasi laptop Advan
ilustrasi laptop Advan (advandigital.com)

Meski merupakan merek lokal, bukan berarti produsen akan merakit atau membuat laptop di Indonesia. Mereka tak selalu merakit, membuat komponen, atau melakukan riset dari 0 hingga menjadi sebuah produk baru. Di banyak kesempatan laptop lokal menggunakan bantuan perusahaan lain, yaitu perusahaan Original Design Manufacturer (ODM) untuk membuat laptopnya.

Laman SEACOMP menjelaskan bahwa ODM adalah perusahaan yang mendesain dan memproduksi sebuah produk. Nantinya, produk tersebut akan dijual ke perusahaan lain untuk dijual dengan merek perusahaan lain tersebut. Praktik tersebut tak ilegal tapi punya beberapa kekurangan, seperti kualitas yang kurang terjamin dan kurangnya dukungan dari merek penjual.

5. Ketersediaan suku cadang yang terbatas

Axioo Hype 3 Gen 12
Axioo Hype 3 Gen 12 (axiooworld.com)

Laptop lokal tetap menggunakan suku cadang atau komponen original dan berkualitas saat proses perakitan. Namun, ketika laptop rusak kamu akan sulit untuk menemukan suku cadang tersebut, khususnya di tempat service pihak ketiga atau marketplace. Satu-satunya tempat untuk mendapat suku cadang original dengan mudah hanya di service center resmi.

Hal tersebut cukup merepotkan bagi pengguna yang tak bisa datang ke service center resmi. Jika menemukan suku cadang originalnya di marketplace, harganya juga tergolong lebih tinggi dari merek laptop internasional. Alhasil, kamu harus mengeluarkan budget lebih jika ingin memperbaiki atau merestorasi laptop lokal yang rusak.

Perhatikan semua kekurangan merek laptop lokal sebelum memutuskan untuk membelinya. Sebab, laptop bukanlah barang murah karena harganya bisa mencapai puluhan juta. Namun, bukan berarti merek laptop lokal tak boleh dibeli. Jika kamu cermat, sudah paham dengan risikonya, dan menemukan produk dengan spesifikasi tinggi maka beli laptop lokal bisa jadi opsi yang sangat menarik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More