Kenapa Game di Mac Tak Sebanyak Windows?

Pengguna dan pasar game PC di Windows jauh lebih besar dibanding Mac.
Sistem operasi macOS memakai teknologi dan ekosistem berbeda sehingga proses optimasi game lebih rumit.
Hardware dan fokus produk Apple lebih mengarah ke produktivitas daripada PC gaming.
Perbedaan jumlah game antara platform Mac dan Windows bukan hal baru dalam industri gaming. Pengguna macOS sejak lama menghadapi keterbatasan pilihan dibandingkan pengguna Microsoft Windows. Hal ini tentu saja bukan karena Mac tidak mampu menjalankan game. Sebenarnya, ada faktor ekosistem dan bisnis yang memengaruhi.
Di sisi lain, dominasi Windows dalam dunia PC gaming sudah terbentuk sejak puluhan tahun lalu. Developer cenderung mengikuti pasar yang lebih besar dan menguntungkan. Berikut lima alasan game di Mac tidak sebanyak Windows.
1. Pangsa pasar gamer lebih besar di Windows

Mayoritas gamer PC menggunakan Windows sebagai sistem operasi utama. Sebagian besar developer lebih fokus mengembangkan game untuk platform tersebut. Karena target pasar yang lebih luas, potensi keuntungan menjadi lebih besar. Sebaliknya, jumlah pengguna Mac yang bermain game relatif lebih kecil. Pengembang dan penerbit harus mempertimbangkan biaya dan hasil yang akan didapat. Kondisi seperti ini menjadikan Mac kurang menarik sebagai prioritas utama.
2. Dukungan teknologi grafik yang berbeda

Windows menggunakan API grafik seperti DirectX yang sudah menjadi standar industri game. Sebagian besar engine dan tools dikembangkan dengan dukungan penuh terhadap teknologi ini. Dampaknya, APK grafik di Windows mempermudah proses pembuatan game. Sementara itu, Mac menggunakan Metal yang berbeda dari standar tersebut. Developer perlu melakukan penyesuaian tambahan agar game bisa berjalan optimal. Proses penyesuaian ini menambah beban kerja dalam pengembangan yang akhirnya dihindari oleh para developer.
3. Hardware Mac tidak dirancang khusus untuk gaming

Sebagian besar perangkat Mac dirancang untuk produktivitas dan efisiensi, bukan performa gaming maksimal. GPU yang digunakan cenderung tidak sekuat PC gaming pada umumnya. Faktor ini memengaruhi kemampuan Mac menjalankan game berat. Selain itu, opsi peningkatan hardware pada Mac sangat terbatas. Pengguna tidak bisa dengan mudah mengganti komponen seperti GPU. Singkatnya, perangkat keras Mac kurang fleksibel untuk kebutuhan bermain game, khususnya game AAA.
4. Biaya porta dan optimasi yang tinggi

Membawa game dari Windows ke Mac bukan proses sederhana. Developer harus melakukan penyesuaian kode dan optimasi agar sesuai dengan sistem Mac. Proses ini membutuhkan waktu dan biaya tambahan. Jika potensi pasar tidak sebanding, developer cenderung menghindari langkah ini. Mereka lebih memilih fokus pada platform utama yang memberikan hasil lebih pasti. Ini menjadi salah satu alasan utama minimnya game di Mac.
5. Ekosistem Apple lebih tertutup

Apple dikenal sebagai ekosistem yang terkontrol ketat. Ekosistem yang tertutup memang memberikan kelebihan dalam hal keamanan dan stabilitas. Namun, bagi developer game, ekosistem tertutup dapat menjadi tantangan tersendiri. Proses distribusi dan kebijakan platform kadang membatasi fleksibilitas pengembangan. Developer perlu menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku.
Meski Mac sangat kuat dalam hal kualitas, ia masih kurang cocok untuk game. Alih-alih meningkatkan ekosistem game di Mac, Apple justru menjadikan iPhone dapat menjalankan game AAA sejak iPhone 15 Pro. Sayangnya, strategi ini justru kurang disambut dengan baik.


















