Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Momen di Mana PlayStation Membuat Blunder Besar

5 Momen di Mana PlayStation Membuat Blunder Besar
Concord (dok. Firewalk Studios)
Intinya Sih
  • PlayStation beberapa kali membuat keputusan keliru, menunjukkan bahwa bahkan perusahaan besar pun tidak selalu terhindar dari blunder besar di industri game.
  • Lima kesalahan utama mencakup abainya terhadap Bloodborne, kegagalan Concord, pembatalan The Last of Us Online, harga tinggi PS Vita, serta penghapusan backward-compatibility di PS3.
  • Blunder-blunder tersebut memperlihatkan bagaimana strategi dan keputusan bisnis yang kurang tepat dapat berdampak besar pada reputasi serta keberhasilan produk PlayStation di pasar global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

PlayStation memang sudah lama dikenal sebagai salah satu raksasa di industri game, tapi bukan berarti mereka selalu bisa terhindar dari kesalahan. Di sepanjang perjalanannya, PlayStation beberapa kali membuat keputusan yang keliru atau blunder, mulai dari terlalu besar-besaran dalam investasi game ambisius hingga meremehkan potensi game yang seharusnya lebih mereka percayai. Kesalahan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan sekaliber PlayStation pun ternyata tidak kebal dari blunder besar dan kesuksesan masa lalu bukan jaminan bahwa segalanya akan selalu berjalan mulus. Berikut 5 momen di mana PlayStation membuat blunder besar.

1. Tidak membuat sekuel atau versi remaster/remake Bloodborne

unZrK6W3WWP9CCgAZm2p7Q.jpeg
Bloodborne (dok. FromSoftware)

Meski diakui sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa, Bloodborne tampaknya akan terus terkubur di masa lalu. Sony memang memegang penuh hak atas IP-nya, namun para pemain sudah bertahun-tahun menunggu kabar soal sekuel atau versi remaster yang tak kunjung terwujud. Secercah harapan sempat muncul ketika Bluepoint Games, studio di balik Demon's Souls versi remake mengajukan proposal Bloodborne versi remake ke Sony. Proposal itu sebenarnya mendapat lampu hijau, namun FromSoftware memblokir rencana tersebut dan membuat nasib game Soulslike ini kembali menggantung tanpa kepastian.

2. Merilis Concord

Concord pertama kali diperkenalkan pada Mei 2023 lewat trailer sinematik yang memperlihatkan deretan karakternya, dengan ambisi besar untuk mengguncang pasar game PvP. Sayangnya, ketika dirilis setahun kemudian, game ini langsung tenggelam. Penjualan sepi, pemain hampir tidak ada dan akhirnya terpaksa ditutup hanya dua minggu setelah dirilis. Banyak yang menyebut kegagalannya dipicu oleh fakta bahwa Concord kurang original di pasar game hero shooter yang sudah padat dan harganya yang cukup mahal terasa tidak masuk akal disaat ada banyak game serupa yang yang bisa dimainkan secara gratis. Tidak tanggung-tanggung, PlayStation dilaporkan merugi hingga US$200-400 juta.

3. Membatalkan The Last of Us Online

The-Last-of-Us-Online-Former-Director-Forms-New-Studio.png
The Last of Us Online (dok. Naughty Dog)

The Last of Us Online merupakan proyek game multiplayer dari Naughty Dog yang awalnya dirancang sebagai mode online untuk The Last of Us Part II, namun akhirnya berkembang menjadi game live-service standalone dengan sistem progress, desain dunia dan rencana dukungan jangka panjang yang jauh lebih besar dari perkiraan awal. Sayangnya, skalanya yang terus membengkak membuat Naughty Dog menyadari bahwa mereka butuh tim besar yang didedikasikan khusus selama bertahun-tahun untuk menggarap game ini. Pada akhirnya, The Last of Us Online dibatalkan dan meninggalkan tanda tanya besar soal seperti apa jadinya game ini jika benar-benar dirilis.

4. Membanderol harga yang tinggi PS Vita

PlayStation Vita diluncurkan pada 2011 sebagai suksesor PSP dengan ambisi besar. Secara teknis, konsol handheld ini memang mengesankan pada zamannya dengan layar OLED, spesifikasi mumpuni dan game-game ambisius seperti Uncharted: Golden Abyss. Sayangnya, harga yang terlalu tinggi, ditambah kartu memori proprietary yang mahal dan minimnya dukungan game besar karena studio-studio Sony beralih fokus ke PS4, perlahan memperburuk situasi konsol handheld ini. PS Vita memang bukan gagal total, tapi juga jauh dari sukses besar. Konsol handheld ini lebih dikenang sebagai eksperimen yang menarik, daripada perangkat gaming yang serius di pasar handheld.

5. Menghapus fitur backward-compability di PS3

nikita-kostrykin-i1Q9pphrWUw-unsplash.jpg
ilustrasi PS3 (Unsplash/Nikita Kostrykin)

PS3 sebenarnya punya modal besar di awal perilisannya. Konsol ini mendukung fitur backward-compatibility dengan PS2 yang artinya, pemain juga bisa memainkan game PS2 favorit mereka tanpa masalah. Fitur tersebut menjadi nilai jual tersendiri, mengingat betapa banyak dan beragamnya game-game PS2. Sayangnya, demi menekan harga jual, Sony secara bertahap memangkas fitur tersebut dari model-model PS3 yang lebih baru. Keputusan itu memang berhasil membuat konsol ini jadi lebih terjangkau, tapi di sisi lain mengecewakan banyak pemain. Seandainya fitur backward-compatibility dipertahankan, PS3 mungkin bisa lebih sukses dan punya daya tarik jangka panjang yang lebih kuat.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa momen di mana PlayStation membuat blunder besar. Dari 5 blunder di atas, mana yang menurutmu paling parah?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More