Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Perbedaan TV OLED dari Samsung dan LG?

4 min read
Apa Perbedaan TV OLED dari Samsung dan LG?
ilustrasi TV Samsung (Unsplash/Compare Fibre)
  • LG mengandalkan WOLED dan RGB Tandem OLED, sedangkan Samsung memakai kombinasi QD-OLED, WOLED, serta RGB Tandem OLED bergantung model dan ukuran TV.

  • QD-OLED Samsung menawarkan akurasi, volume, dan gamut warna lebih tinggi, tetapi hitam dapat tampak keunguan di ruangan terang; WOLED LG dapat lebih cerah dengan kompromi akurasi warna.

  • LG mendukung Dolby Vision dan webOS dengan pembaruan hingga lima tahun, sementara Samsung mengandalkan HDR10+, Tizen One UI, serta menjanjikan pembaruan software hingga tujuh tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

LG sudah bertahun-tahun memasarkan TV OLED dan produknya sering masuk daftar TV terbaik. Samsung baru kembali ke segmen TV OLED pada 2022 setelah vakum hampir satu dekade. Kendati demikian, TV OLED buatan Samsung tetap mendapat sambutan hangat dari para penggunanya dan kerap bersanding dengan LG di jajaran produk TV terlaris. Akan tetapi, meski keduanya sama-sama disebut TV OLED, ada sejumlah detail penting, mulai dari teknologi panel, dukungan HDR hingga sistem operasi yang membedakan keduanya. Untuk lebih lengkapnya, langsung saja simak ulasan di bawah ini.

  1. 1. Jenis panel yang digunakan

    LG-TV-OLED-evo-01.jpg
    ilustrasi TV LG (dok. LG)

    Perbedaan paling mencolok ada di teknologi panelnya. LG mengandalkan panel W-OLED dan di beberapa model terbarunya yang paling mahal juga menggunakan RGB Tandem OLED yang dikembangkan dari teknologi WOLED. Samsung lebih beragam, mulai dari QD-OLED, WOLED hingga RGB Tandem OLED. Jenis panel yang digunakan sendiri bergantung pada model dan ukuran TV. Pada lini 2026 misalnya, semua ukuran TV Samsung S85H menggunakan panel W-OLED, S95H menggunakan QD-OLED di semua ukuran kecuali 85 inci dan S90H mengombinasikan WOLED dan RGB Tandem OLED sesuai ukurannya. Namun dulu, ketika Samsung kembali ke pasar TV OLED, semua modelnya menggunakan QD-OLED.

  2. 2. Kecerahan dan akurasi warna pada WOLED

    Panel WOLED milik LG menghasilkan cahaya putih dari lapisan material OLED biru dan kuning, lalu disaring menjadi merah, hijau, dan biru. Proses penyaringan ini membuat intensitas cahaya berkurang. Untuk mengimbanginya, LG menambahkan sub-piksel putih sehingga gambar tetap terang. Hasilnya, TV OLED buatan LG bisa tampil lebih cerah, namun akurasi warnanya sedikit dikorbankan, terutama pada adegan yang terang. Lalu, RGB Tandem OLED hadir sebagai penyempurna. Panel ini menggunakan empat lapisan material merah, hijau, dan biru yang menghasilkan cahaya putih, lalu disaring dan dilengkapi sub-piksel putih. Kecerahan dan gamut warnanya lebih baik, namun akurasi serta volume warnanya masih di bawah QD-OLED.

  3. 3. Keunggulan dan kelemahan QD-OLED milik Samsung

    2025-tv-buying-guide-what-is-oled-f04-main-contents-6-pc.jpg
    ilustrasi TV Samsung (dok. Samsung)

    QD-OLED milik Samsung menggunakan quantum dot untuk mengonversi warna. Cara ini lebih efisien karena cahaya biru dari material OLED hanya sedikit kehilangan intensitas ketika melewati lapisan quantum dot. Hasilnya, warna lebih akurat, volume warna lebih kaya dan gamut lebih luas dibanding WOLED biasa. Namun, ada kekurangannya. QD-OLED tidak sebaik WOLED dalam menjaga kedalaman warna hitam di ruangan dengan pencahayaan yang terang karena tidak memiliki polarizer sehingga warna hitam bisa tampak sedikit keunguan. Meskipun begitu, apa pun panelnya, TV OLED LG maupun Samsung sama-sama memiliki kontras yang hampir tak terbatas, sudut pandang luas dan warna hitam pekat yang membuat kualitas gambarnya sangat baik.

  4. 4. Dukungan format HDR

    Soal HDR, baik LG maupun Samsung sama-sama mendukung HDR10. Bedanya, TV OLED LG juga mendukung Dolby Vision, sedangkan Samsung tidak menyediakannya di TV mana pun, termasuk seri OLED. Sebagai gantinya, Samsung membawa HDR10+ yang sama seperti Dolby Vision, termasuk kedalam format HDR dinamis yang mengoptimalkan gambar per adegan atau per frame. Namun, Dolby Vision lebih populer dan lebih banyak tersedia di berbagai platform streaming, atau bahkan di sejumlah game. Untuk pengguna yang sering menonton film dan serial TV di layanan streaming, dukungan Dolby Vision pada TV OLED LG bisa menjadi nilai tambah tersendiri.

  5. 5. Sistem operasi yang digunakan dan jaminan update software

    2026-smart-tv-02-one-ui-tizen-f01-kv-pc.jpg
    ilustrasi sistem operasi di TV Samsung (dok. Samsung)

    LG menggunakan webOS, sementara Samsung menjalankan Tizen dengan One UI. Keduanya sama-sama memberi pengguna akses ke banyak layanan streaming populer, layanan cloud gaming dan aplikasi lainnya, sehingga perbedaan terbesar lebih terletak pada desain UI dan seberapa panjang jaminan update software yang diberikan. Samsung sendiri menjanjikan update software hingga tujuh tahun untuk TV mereka yang dirilis sejak 2024, plus beberapa model keluaran 2023. Sementara itu, LG menawarkan update software hingga lima tahun untuk TV OLED mulai keluaran 2022. Untuk pengguna yang berencana menggunakan TV dalam jangka panjang, selisih dua tahun ini layak dipertimbangkan.

    Demikian tadi ulasan mengenai apa perbedaan antara TV OLED dari Samsung dan LG. Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More