Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bawa Kemajuan Bagi Umat Manusia, Bagaimana AI di Masa Depan?

PXL_20250827_044346259.jpg
Aelke Marishka dalam acara Indonesia Summit 2025 (IDN Times/Misrohatun)
Intinya sih...
  • AI membawa kemajuan bagi umat manusia
  • AI adalah general purpose teknologi yang seharusnya bisa membawa kemajuan bagi semua stakeholder
  • Peran regulator terkait AI sudah baik, namun pemerintah harus berani mengambil langkah drastis dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era AI
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dewasa ini, banyak masyarakat yang bertanya-tanya akan revolusi dari teknologi akal imitasi (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia. Dalam sesi "AI REVOLUTION: SHAPING INDONESIA'S FUTURE IN BUSINESS, CREATIVITY AND SOCIETY", dilakukan pembahasan dari berbagai sisi dan bagaimana perkembangan AI yang bersifat inklusif, beretika dan berbasis nilai-nilai lokal.

CEO WIR Group, Stephen Ng mengatakan kalau AI tidak dijaga dengan baik, maka bisa menjadi hal yang kurang baik. Salah satu inisiatif yang mereka lakukan adalah bergerak di bidang virtual reality (VR).

"Kita baru saja meluncurkan sekolah keliling VR, di mana ada sebuah disk listrik yang dilengkapi dengan fasilitas virtual yang berkeliling mengunjungi sekolah-sekolah. Kami melihat hasilnya cukup positif sejauh ini," kata Stephen dalam acara Indonesia Summit 2025, di Jakarta, pada Rabu (27/08/2025).

AI punya pengaruh besar

ilustrasi Artificial Inteligence (pexels.com/EVG)
ilustrasi Artificial Inteligence (pexels.com/EVG)

Lebih lanjut, Stephen mengatakan bahwa api adalah teknologi yang paling dasar, yang mengubah kehidupan manusia. Begitu pun AI, WIR Group melihat ini sebagai teknologi yang juga memiliki pengaruh besar.

"Kami melihat AI adalah salah satu teknologi yang juga memiliki sifat 'besar'. Dari api berkembang menjadi anak-anak baru. Sebelumnya mungkin ada mesin cetak dan terakhir berupa internet. Semua teknologi itu berhasil membawa kemajuan bagi umat manusia," ujarnya lebih lanjut.

AI adalah general purpose teknologi yang seharusnya bisa membawa kemajuan. Namun, semua teknologi pasti mempunyai tantangan dan bagaimana kita bisa mengatasinya supaya kemajuan itu berdampak bagi semua stakeholder.

Buat AI yang berkelanjutan

Aelke Marishka adalah sosok dibalik terciptanya Arbie Seo, merupakan metahuman berusia 16 tahun yang ingin menjangkau dunia dengan bakat musiknya.

"Mungkin banyak yang bisa membuat karakter, tapi bagaimana diferensiasinya agar orang mau nonton, mau ngikutin. Mungkin dalam proses ini bisa lebih banyak eksperimen dari visual, musik atau narasi digital," dia mengatakan.

Arbie Seo adalah karakter virtual yang digambarkan sebagai seorang anak SMA dari Bandung, dengan representasi kuat terhadap budaya Sunda dan mewakili kehangatan serta keramahan yang khas dari daerah tersebut.

Dia dijadikan sebagai idol, karena menurutnya universal language adalah musik, di mana musik bisa mempersatukan banyak orang di seluruh dunia.

"Dia adalah musisi digital generasi terbaru. Kita merasa universal language-nya adalah musik di mana musik bisa mempersatukan banyak orang di seluruh dunia. Oleh sebab itu musik dipilih untuk menyampaikan banyak hal," ujar Aelke.

Bagaimana peran regulator?

Ilustrasi robot kecerdasan buatan (unsplash/Xu Haiwei)
Ilustrasi robot kecerdasan buatan (unsplash/Xu Haiwei)

Stephen melihat bahwa peran regulator terkait AI ini sudah baik, di mana pemerintah sadar bahwa industri perlu menggali manfaat sebanyak-banyaknya. Jika terllau banyak diatur, bisa jadi akan menjadi tantangannya sendiri.

"Di seluruh dunia belum ada satu regulasi yang mumpuni. Untuk saat ini teknologi ini masih sangat berkembang pesat, sehingga kita perlu respectkalau regulator Indonesia cukup fair dalam melakukan regulasi,"

Pemerintah harus berani mengambil langkah yang cukup drastis, terutama ketika menyiapkan generasi muda menghadapi era AI.

Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us