Sebelum Fairphone, 4 Perusahaan Ini Ternyata Sempat Bikin HP Modular

- Fairphone tetap konsisten menawarkan HP Android modular; Fairphone generasi ke-6 memiliki 12 komponen yang dapat diganti pengguna, termasuk baterai, layar, speaker, dan kamera.
- Google membatalkan Project Ara pada September 2016 setelah penundaan berulang; Motorola menghentikan dukungan Moto Mods usai Moto Z4 tahun 2019.
- LG meninggalkan konsep modular setelah LG G5 kurang menarik pasar, sementara Modu tutup pada 2011 akibat penjualan lemah dan utang menumpuk.
Fairphone, brand HP asal Belanda, dikenal karena memproduksi HP Android dengan konsep modular sehingga lebih mudah diperbaiki. Fairphone generasi ke-6 misalnya, memiliki 12 komponen yang bisa diganti sendiri oleh pengguna, termasuk baterai, layar, speaker dan kamera. Meski di tahun ini Fairphone masih menjadi brand yang paling konsisten dalam menawarkan HP dengan konsep menarik seperti itu, mereka bukanlah pelopor HP modular. Sebelumnya, sejumlah perusahaan besar maupun kecil telah mencoba konsep serupa. Perusahaan apa saja itu? Berikut daftarnya.
1. Google

Project Ara (dok. Google) Project Ara milik Google merupakan salah satu upaya paling ambisius untuk menciptakan HP yang sepenuhnya modular. Konsepnya menggunakan rangka utama sebagai fondasi, lalu pengguna bisa memasang atau mengganti komponen seperti layar, baterai, prosesor, dan kamera sesuai kebutuhan. Proyek ini bermula dari tim Advanced Technology and Projects (ATAP) Motorola Mobility, yang tetap dipertahankan Google setelah Motorola dijual kepada Lenovo.
Terinspirasi oleh konsep Phonebloks, Project Ara bahkan melibatkan penciptanya, Dave Hakkens, sebagai konsultan. Sayangnya, proyek ini berulang kali mengalami penundaan dan akhirnya dibatalkan pada September 2016, sebelum direncanakan meluncur pada 2017. Prototipe terakhir yang ditampilkan Google sudah jauh dari visi awal karena banyak bagian penting seperti chipset, antena, sensor, baterai dan layar berujung tidak dapat diganti.
2. Motorola

Motorola Moto Z (dok. Motorola) Motorola mengambil pendekatan HP modular yang lebih realistis melalui lini Moto Z. Alih-alih membuat seluruh komponen HP bisa dibongkar-pasang, Motorola menjual HP biasa yang komponennya sudah lengkap, tapi kemudian menyediakan aksesori tambahan bernama Moto Mods untuk memperluas fungsinya. Aksesori tersebut dipasang di bagian belakang HP menggunakan magnet dan konektor pogo pin.
Pilihannya cukup beragam, mulai dari baterai tambahan, speaker, kamera, proyektor, kontroler game hingga smart speaker berbasis Alexa. Aksesori-aksesori tersebut kompatibel dengan berbagai HP, termasuk Moto Z, Moto Z Force, Moto Z Play, Moto Z2, Moto Z3, dan Moto Z4. Moto Z4 yang dirilis pada 2019 menjadi HP terakhir yang mendukung Moto Mods. Motorola tidak pernah menjelaskan secara resmi alasan dihentikannya lini Moto Z, tetapi rendahnya minat konsumen terhadap aksesorinya yang relatif mahal kemungkinan menjadi faktor utamanya.
3. LG

LG G5 (dok. LG) LG mencoba konsep modular melalui LG G5, di mana bagian bawahnya bisa dilepas dan diganti dengan modul bernama “Friends”. Salah satu modulnya yaitu Cam Plus, menambahkan baterai, kontrol kamera, dan pegangan yang lebih nyaman, sedangkan Hi-Fi Plus with B&O Play menghadirkan DAC serta amplifier Hi-Fi 32-bit untuk meningkatkan kualitas audio. Kekurangan utamanya adalah pengguna harus mematikan HP setiap kali ingin mengganti modul, karena bagian bawah yang dilepas juga berfungsi sebagai tempat baterai.
Meski LG G5 mendapat ulasan yang cukup baik, konsep modularnya tidak berhasil menarik perhatian pasar. LG kemudian kembali menggunakan desain HP konvensional pada LG G6 dan tidak pernah merilis HP modular lain. Perusahaan asal Korea Selatan ini sempat bereksperimen dengan desain unik lewat LG Wing dan aksesori layar kedua untuk lini V, sebelum akhirnya berhenti memproduksi HP pada 2021.
4. Modu

Modu T (dok. Modu) Perusahaan asal Israel, Modu, termasuk salah satu pelopor HP modular sejak 2008. Mereka merilis Modu 1 dan Modu T, yang dirancang sebagai HP berukuran kecil dan bisa dimasukkan ke dalam berbagai aksesori tambahan untuk menghadirkan fitur tertentu, seperti kamera, GPS, atau layar yang lebih besar. Modu 1 mulai dijual pada 2009 dengan fitur dasar berupa keyboard, layar OLED dan penyimpanan 2GB. Setiap pembelian disertai dua aksesori, sementara pilihan lainnya mencakup aksesori dengan speaker bawaan atau desain UI yang lebih menarik.
Modu T hadir pada 2010 dengan ukuran lebih besar, layar sentuh dan sistem operasi Qualcomm Brew. Aksesori tambahannya meliputi Camerafy dengan kamera 5MP, Textify dengan keyboard QWERTY fisik, serta Sportify untuk pelacakan kebugaran dan pemutar lagu. Namun, penjualannya tidak cukup berhasil dan utang yang menumpuk membuat Modu tutup pada 2011. Google kemudian membeli paten Modu, yang kemungkinan turut membantu pengembangan Project Ara.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa perusahaan yang sempat membuat HP modular terlebih dahulu sebelum Fairphone. Selain brand-brand di atas, brand apa yang menurutmu bisa membuat HP modular yang sukses?



















