Untuk memperkuat komitmennya dalam keamanan multicloud, Google Cloud bersama Wiz terus memperluas dukungan ke berbagai platform populer seperti Databricks, Amazon Bedrock AgentCore, Gemini Enterprise Agent Platform, Microsoft Azure Copilot Studio, hingga Salesforce Agentforce. Integrasi ini memungkinkan organisasi memiliki visibilitas penuh atas sistem mereka, terlepas dari bagaimana dan di mana AI agent dikembangkan.
Selain itu, Google Cloud juga memperkenalkan berbagai solusi Agentic Defense untuk membantu perusahaan menghadapi ancaman siber generasi baru. Salah satunya adalah Dark Web Intelligence yang memanfaatkan model Gemini untuk membangun profil ancaman organisasi secara lebih mendalam, dengan kemampuan menganalisis jutaan aktivitas eksternal setiap hari hingga akurasi 98%.
Ada pula Threat Hunting Agent yang memungkinkan tim keamanan secara proaktif mencari pola serangan baru, serta Detection Engineering Agent yang mampu mengotomatisasi pembuatan aturan deteksi ancaman.
"Kolaborasi ini menjadi akselerator bagi Wiz, tidak hanya dari sisi teknologi dan roadmap, tetapi juga dalam memperluas akses ke pelanggan global melalui kekuatan go-to-market Google Cloud.” ujar Francis.
Di sisi lain, Wiz menghadirkan serangkaian AI agent yang bekerja layaknya tim keamanan digital. Wiz Red Agent berperan sebagai “peneliti keamanan” yang mampu mengidentifikasi celah secara real-time, sementara Wiz Blue Agent mengumpulkan dan menganalisis bukti dari berbagai sumber untuk menilai tingkat ancaman.
Adapun Wiz Green Agent berfungsi sebagai mesin investigasi dan remediasi otomatis, yang tidak hanya menemukan akar masalah tetapi juga memberikan panduan perbaikan langkah demi langkah yang spesifik sesuai lingkungan sistem.
Dengan kombinasi teknologi ini, pendekatan keamanan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan proaktif dan berbasis kecerdasan. Organisasi pun dapat bergerak lebih cepat dalam mengidentifikasi, memahami, dan mengatasi ancaman, sekaligus menjaga keandalan sistem di tengah kompleksitas era AI.