Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kerugian Scam Jalur Seluler Sentuh Angka 9,1 Triliun

IMG_7344.jpeg
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid (IDN Times/Misrohatun)
Intinya sih...
  • 60% pengguna seluler terima spam call minimal satu minggu sekali
  • Kerugian scam jalur seluler mencapai Rp9,1 triliun hingga akhir tahun lalu
  • Kementerian Komunikasi dan Digital luncurkan program SEMANTIK dengan teknologi biometrik untuk penguatan identitas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada awal tahun 2025, 60 persen pengguna seluler menerima spam call minimal satu minggu sekali. Dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menemukan adanya peningkatan scam. Tercatat hingga akhir tahun lalu pada periode 2024-2025, kurang lebih terdapat Rp9,1 triliun kerugian akibat scam yang dilakukan melalui jalur selular.

Selain itu, laporan lain menunjukkan bahwa fraud digital di ekosistem pembayaran Indonesia telah menimbulkan kerugian sekitar Rp4,6 triliun hingga Agustus 2025. Ditemukan juga 22 persen atau 50 juta lebih pengguna internet di Indonesia pernah ditipu di ruang digital.

Solusi penting

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meluncurkan program SEMANTIK (Senyum Nyaman dengan Biometrik) yang mengandalkan teknologi biometrik berupa face recognition/pengenalan wajah, yakni proses verifikasi identitas calon pelanggan baru kartu SIM yang bisa dilakukan dengan cepat dan akurat dengan memakan waktu kurang dari 5 menit, yang langsung bisa aktif digunakan.

"Kami melihat teknologi ini sebagai solusi penting untuk memastikan identitas masyarakat benar-benar digunakan oleh pemiliknya yang sah. Untuk hal ini juga kami bekerjasama dengan Dukcapil, karena seluruh data kependudukan Indonesia itu hanya ada di Dukcapil, di Kementerian Dalam Negeri," ujar Menkomdigi, Meutya Hafid di Jakarta, pada Selasa (27/01/2026).

Penguatan identitas

IMG_7296.jpeg
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merilis SEMANTIK (Senyum Aman dengan Biometrik) di Jakarta, pada Selasa (27/01/2026) (IDN Times/Misrohatun)

Jenis kejahatan digital yang paling banyak terjadi saat ini hampir seluruhnya bergantung pada penggunaan SIM card yang tidak tervalidasi secara sah. Penipuan online seperti spam call, merupakan kejahatan yang paling dominan.

Persoalan utama kejahatan digital hari ini bukan semata kecanggihan teknologi pelaku, melainkan lemahnya validasi identitas pada pintu masuk ruang digital. Tanpa penguatan identitas pelanggan seluler, kejahatan digital akan terus berulang dengan pola yang sama, yaitu mengganti nomor-nomor baru lainnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More

Rekomendasi HP Samsung Rp2 Jutaan: Spesifikasi dan Harga

27 Jan 2026, 20:40 WIBTech