Pada 2025, Microsoft mengklaim memiliki sistem operasi paling banyak digunakan di dunia dengan lebih dari 1,4 miliar perangkat aktif per bulan. Dominasi ini membuat Windows menjadi target utama para pelaku kejahatan siber yang terus berupaya mengeksploitasi celah keamanan. Untungnya, Windows menyediakan beragam pengaturan keamanan bawaan yang bisa diaktifkan tanpa perlu menginstal aplikasi pihak ketiga. Berikut beberapa pengaturan keamanan Windows yang sebaiknya tidak dinonaktifkan.
5 Pengaturan Keamanan di Windows yang Jangan Sampai Dinonaktifkan

1. Windows Hello dan PIN
Windows Hello merupakan metode autentikasi biometrik yang lebih aman dan praktis dibandingkan password. Dengan fitur ini, kamu tidak lagi perlu mengingat password yang rumit untuk membuka perangkat Windows. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan PIN lebih mudah diingat atau biometrik seperti pengenalan wajah atau sidik jari yang notabene tidak bisa dilupakan atau ditebak. Untuk mengaktifkan Windows Hello, buka Settings > Accounts > Sign-in Options, lalu pilih Facial Recognition, Fingerprint Recognition, atau PIN. Klik Set Up dan ikuti instruksi yang muncul. Di bagian Additional Settings, aktifkan opsi "For improved security, only allow Windows Hello sign-in for Microsoft accounts on this device" demi keamanan ekstra. Keunggulan menggunakan PIN adalah jika dikaitkan ke akun Microsoft, PIN bisa di-reset melalui akun tersebut jika lupa.
2. Windows Firewall
Jika kamu sering menggunakan browser dan menjelajahi internet, firewall merupakan alat keamanan yang tidak boleh diabaikan. Tidak semua lalu lintas jaringan yang masuk ke perangkatmu bersifat aman, di mana sebagian bisa berupa upaya peretasan atau injeksi kode berbahaya dari jarak jauh. Nah, firewall berfungsi memblokir lalu lintas mencurigakan sebelum sempat membahayakan perangkatmu dan untungnya, Windows sudah menyertakan firewall bawaan yang bisa diaktifkan dengan mudah. Caranya, cukup buka Settings > Privacy & Security > Windows Security > Firewall & Network Protection. Klik Public Network, lalu aktifkan Microsoft Defender Firewall. Ulangi langkah yang sama untuk Domain Network dan Private Network agar semua jenis jaringan terlindungi.
3. Windows Security
Firewall saja tidak cukup, kamu juga membutuhkan antivirus dan Windows Security menjadi salah satu aplikasi antivirus terbaik yang sudah terintegrasi di Windows. Pastikan beberapa fitur pentingnya aktif, terutama Real-Time Protection yang secara rutin memantau perangkatmu dari ancaman virus dan malware. Untuk mengaktifkannya, buka Settings > Privacy & Security > Windows Security > Virus & Threat Protection, lalu di bagian Virus & Threat Protection Settings, klik Manage Settings dan aktifkan Real-Time Protection. Selain itu, aktifkan Controlled Folder Access yang hanya mengizinkan aplikasi terpercaya Windows untuk mengubah folder yang dilindungi. Fitur ini bisa membantu mencegah ransomware mengenkripsi file-file pentingmu.
4. Akun Microsoft
Ketika mengonfigurasi Windows di awal, pengguna akan diminta mengaitkan akun Microsoft, namun sayangnya banyak yang melewatinya. Padahal, menggunakan akun Microsoft memberikan berbagai manfaat keamanan seperti autentikasi multi-faktor, aplikasi autentikasi, passkey, sign-in tanpa password, kunci keamanan dan metode pemulihan akun. Selain itu, akun Microsoft juga memungkinkan sinkronisasi antarperangkat, memindahkan lisensi Windows ketika upgrade, serta membeli aplikasi dan film dari Microsoft Store. Untuk mengaitkan akun Microsoft, buka Settings > Accounts > Your Info, lalu klik Sign in with a Microsoft Account Instead dan ikuti instruksi yang muncul. Perlu dicatat bahwa Microsoft akan mengumpulkan data aktivitasmu, namun kamu tetap bisa membatasi jumlah data yang dikumpulkan jika kamu khawatir dengan privasi.
5. Fitur keamanan yang mengandalkan akun Microsoft
Beberapa fitur keamanan hanya tersedia jika kamu menggunakan akun Microsoft. Salah satunya adalah Device Encryption yang mengaktifkan enkripsi BitLocker untuk penyimpananmu. Fitur ini sangat penting jika kamu menyimpan informasi sensitif, di mana jika perangkat dicuri, pelaku tidak akan bisa mengakses datamu meskipun penyimpananmu dipasang di perangkat lain. Untuk mengaktifkannya secara manual, buka Settings > Privacy & Security > Device Encryption dan aktifkan. Fitur lain yang tak kalah penting adalah Find My Device yang bisa melacak lokasi perangkat jika dicuri. Cara mengaktifkannya sangat mudah, cukup buka Settings > Privacy & Security > Location, aktifkan Location Services, lalu buka halaman Find My Device dan aktifkan fitur tersebut. Jika perangkatmu hilang, kamu bisa login ke akun Microsoft di browser, klik Devices, pilih Find My Device dan lihat lokasi terakhir perangkatmu di peta.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa pengaturan keamanan Windows yang jangan sampai dinonaktifkan. Semoga ulasan di atas bermanfaat!
Curated For You
- 5 Alasan Mengapa Banyak Orang Menghindari Windows 1117 Aug 2026, 18:15 WIB
- 7 Langkah Penting untuk Dilakukan Setelah Instal Ulang Windows 1110 Aug 2026, 06:05 WIB