Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab HP Sering Dapat Panggilan dari Nomor Tak Dikenal

5 Penyebab HP Sering Dapat Panggilan dari Nomor Tak Dikenal
orang memegang HP (unsplash.com/@jonasleupe)
  • Kebocoran data pribadi dari situs atau aplikasi yang lemah dapat membuat nomor ponsel diperjualbelikan, memicu lonjakan panggilan acak untuk pemasaran maupun tujuan ilegal.
  • Robocall memindai nomor aktif, sementara telemarketing agresif memakai banyak nomor; panggilan hening dapat menandakan nomor sedang diverifikasi oleh mesin otomatis.
  • Panggilan asing juga bisa berasal dari vishing atau nomor daur ulang; gunakan pemblokiran, aplikasi pelacak terpercaya, dan laporkan spam ke portal resmi Komdigi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hampir semua orang pastinya akan merasa kesal ketika sering mendapatkan panggilan masuk dari nomor asing yang tidak tersimpan di kontak perangkat. Dering panggilan misterius yang berdering di waktu kerja maupun saat istirahat tentu sangat mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari.

Fenomena gangguan telekomunikasi semacam ini bukan baru-baru ini saja terjadi. Jika sebelum zaman smartphone pelaku melancarkan aksinya lewat SMS, sekarang metode yang dipakai menjadi lebih canggih. Data nomor telepon pribadi kemungkinan besar telah beredar di berbagai pangkalan data pihak ketiga akibat celah privasi digital. Berikut lima hal yang bisa jadi penyebab HP sering dapat panggilan telepon dari nomor tak dikenal. 

  1. 1. Kebocoran data pribadi di internet

    sebuah smartphone
    sebuah smartphone (unsplash.com/@jaehunpark)

    Aktivitas pendaftaran akun di berbagai situs web atau aplikasi digital yang minim standar keamanan bisa menjadi pintu masuk utama pencurian data. Peretas profesional mampu membobol sistem penyimpanan data lalu mengumpulkan jutaan nomor HP pengguna untuk dijual secara ilegal di forum daring. Data kontak yang telah bocor bisa jatuh ke tangan pihak tidak bertanggung jawab untuk berbagai kepentingan pemasaran sepihak. Nomor telepon yang sudah tersebar di pasar gelap digital akan terus diperjualbelikan ke pihak lain tanpa persetujuan pemilik. Korban kebocoran data umumnya akan mengalami lonjakan panggilan acak secara drastis dalam kurun waktu yang berdekatan.

  2. 2. Aktivitas bot panggilan otomatis

    potret penggunaan smartphone
    potret penggunaan smartphone (unsplash.com/@nordwood)

    Pelaku industri pemasaran nakal dan sindikat penipuan memanfaatkan mesin robocall untuk memindai ribuan nomor telepon sekaligus secara otomatis. Perangkat canggih ini menyusun kombinasi angka secara acak guna memverifikasi apakah suatu nomor ponsel masih berstatus aktif atau sudah mati. Ketika panggilan tersebut diangkat oleh korban, sistem komputer akan langsung menandai nomor target sebagai kontak aktif.

    Status nomor yang terkonfirmasi aktif akan memiliki nilai jual jauh lebih mahal di pangkalan data ilegal. Korban yang terlanjur merespons panggilan bot ini biasanya akan dibanjiri panggilan lanjutan dari operator manusia beberapa hari kemudian. Menjawab panggilan hening tanpa suara di seberang telepon merupakan indikasi kuat bahwa perangkat sedang dipindai oleh mesin otomatis.

  3. 3. Kampanye telemarketing agresif

    ilustrasi telemarketing
    ilustrasi telemarketing (pexels.com/@ksenia-kartasheva)

    Perusahaan pembiayaan, asuransi, dan agen perbankan resmi biasanya membeli pangkalan data prospek nasabah dari vendor pihak ketiga. Tenaga pemasar kemudian menghubungi kontak-kontak tersebut secara massal demi menawarkan produk pinjaman dana, kartu kredit, atau proteksi premi. Telemarketing ini tetap gencar dilakukan karena dianggap masih cukup efektif dalam menjaring calon nasabah baru. Sebagian agen telemarketing bisa saja menggunakan beberapa nomor kartu prabayar berbeda agar panggilan tidak mudah diblokir oleh calon konsumen. Praktik pergantian nomor ini membuat pemilik HP merasa terus-menerus diteror oleh nomor tak dikenal yang berganti rupa setiap harinya. 

  4. 4. Percobaan rekayasa sosial dan penipuan (vishing)

    ilustrasi menggunakan smartphone
    ilustrasi menggunakan smartphone (unsplash.com/@freestocks)

    Sindikat kejahatan siber di era digital memanfaatkan panggilan suara langsung atau vishing (voice phising) untuk memanipulasi psikologis korban demi menguras saldo tabungan. Penipu biasanya menyamar sebagai petugas layanan pelanggan bank, kurir ekspedisi, instansi kepolisian, atau pihak penyelenggara undian berhadiah palsu. Taktik manipulasi emosi dirancang sangat rapi untuk menciptakan kepanikan instan agar target segera memberikan data rahasia seperti kode OTP. Vishing kerap menyasar kelompok usia rentan yang belum terbiasa mengenali pola kejahatan perbankan digital. Pelaku terus mencoba menelepon secara sporadis hingga menemukan target yang lengah dan mudah terperdaya oleh instruksi palsu. 

  5. 5. Nomor daur ulang dari pemilik sebelumnya

    ilustrasi SIM card
    ilustrasi SIM card (pexels.com/@userpascal)

    Operator seluler di Indonesia memiliki kebijakan resmi untuk mendaur ulang dan menjual kembali nomor kartu perdana yang telah hangus atau melewati masa tenggang. Nomor baru yang kamu beli bisa jadi merupakan bekas kontak milik orang lain yang memiliki riwayat pinjaman daring atau urusan bisnis yang belum tuntas. Penagih utang atau relasi dari pemilik nomor lama akan terus mencoba menghubungi nomor tersebut.

    Panggilan salah sambung bisa terjadi berulang kali karena pihak penelepon tidak mengetahui bahwa kepemilikan nomor telah resmi berpindah tangan. Penjelasan verbal kepada penelepon terkadang membutuhkan waktu agar pangkalan data penagihan mereka diperbarui secara akurat. Kondisi nomor daur ulang merupakan salah satu penyebab paling umum di balik misteri panggilan asing pada nomor kartu baru.

  6. 6. Pasang aplikasi pelacak terpercaya untuk pencegahan

    ilustrasi menggunakan smartphone
    ilustrasi menggunakan smartphone (unsplash.com/@gilleslambert)

    Salah satu cara paling praktis untuk menghindari panggilan tak dikenal adalah memasang aplikasi pelacak identitas penelepon terpercaya seperti Getcontact atau Truecaller di smartphone. Aplikasi ini secara otomatis menampilkan label peringatan spam dan nama identitas penelepon berdasarkan riwayat pelaporan komunitas pengguna lain. Manfaatkan juga fitur bawaan sistem operasi Android untuk memblokir seluruh panggilan masuk dari nomor yang tidak terdaftar di daftar kontak. Laporkan segera nomor-nomor spam dan penipuan tersebut ke portal resmi aduan konten milik komdigi agar akses jaringannya segera dibekukan secara permanen. 

    Komdigi mencatat bahwa pemblokiran massal terhadap jutaan nomor seluler bermasalah terus dilakukan setiap tahun demi menekan angka kejahatan siber. Satu hal paling penting adalah, jangan pernah mengangkat panggilan dari nomor tak dikenal dengan pola mencurigakan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More