Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trading Saham Bisa Pakai AI Agent, Ini 5 Manfaat dan Risikonya

5 min read
Trading Saham Bisa Pakai AI Agent, Ini 5 Manfaat dan Risikonya
ilustrasi investasi, saham, trading (magnific.com/DC Studio)
  • AI agent mulai digunakan untuk memantau pasar, menganalisis saham, mengelola portofolio, dan mengeksekusi transaksi atas nama investor melalui sejumlah platform investasi.

  • Teknologi ini dapat menghemat waktu lewat pemantauan watchlist, pengujian strategi, penyeimbangan portofolio, serta respons transaksi lebih cepat, tetapi tidak menggantikan alasan investasi investor.

  • Risikonya mencakup halusinasi AI dan transaksi yang melenceng dari tujuan investasi; investor perlu memeriksa informasi, menetapkan strategi jelas, serta mempertahankan pengawasan manusia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini mulai mengubah cara orang berinvestasi di pasar saham. Jika sebelumnya AI lebih sering dimanfaatkan untuk mencari informasi dan menganalisis pergerakan harga, kini teknologinya sudah bisa membantu menjalankan aktivitas perdagangan saham.

Kemampuan ini dikenal dengan istilah agentic trading, yaitu penggunaan AI agent untuk membantu mengelola portofolio hingga mengeksekusi transaksi atas nama investor. Beberapa platform investasi online, seperti Robinhood dan Webull, bahkan mulai menghadirkan fitur yang memungkinkan pengguna memanfaatkan AI untuk memantau pasar dan menyusun strategi perdagangan. Meski terdengar praktis, kamu tetap perlu memahami cara kerjanya karena menyerahkan sebagian aktivitas investasi kepada AI juga memiliki manfaat sekaligus risiko.

Jika trading saham bisa pakai AI agent, apa saja manfaat yang bisa kamu dapatkan ketika menggunakan teknologi ini? Selain manfaat, apa saja risiko yang perlu diwaspadai sebelum menggunakan teknologi ini untuk trading saham? Cari tahu jawabannya melalui artikel di bawah ini.

  1. 1. Membantu memantau pergerakan pasar saham

    ilustrasi saham, pasar saham, investasi, investor
    ilustrasi saham, pasar saham, investasi, investor (magnific.com/jcomp)

    Salah satu manfaat AI agent dalam aktivitas perdagangan saham adalah kemampuannya memantau pergerakan pasar secara lebih praktis. Kamu bisa memanfaatkan teknologi ini untuk mengamati sejumlah saham dalam daftar pantauan (watchlist), menganalisis perubahan harga, hingga memberikan peringatan ketika saham mencapai level tertentu. Dengan begitu, kamu gak harus terus-menerus membuka aplikasi investasi untuk mengecek kondisi pasar. Aktivitas pemantauan yang sebelumnya membutuhkan banyak waktu pun bisa menjadi lebih efisien.

    Dilansir CNBC, pengalaman ini dirasakan oleh Shridhar Rathore, seorang investor sekaligus profesional IT berusia 45 tahun dari Charlotte, North Carolina. Sebelum menggunakan AI agent, ia sudah mengembangkan program otomatis untuk memantau sekitar 40–50 saham dalam daftar pantauannya. Program tersebut akan mengirimkan pemberitahuan melalui email ketika harga saham mencapai level yang sudah ia tentukan untuk membeli atau menjual. Kini, AI agent membantunya menyederhanakan proses tersebut melalui analisis pasar dan informasi yang lebih terstruktur.

  2. 2. Mempermudah penyusunan dan pengujian strategi investasi

    ilustrasi strategi
    ilustrasi strategi (magnific.com/8photo)

    Menyusun strategi investasi membutuhkan banyak pertimbangan, mulai dari kondisi perusahaan, pergerakan harga saham, hingga situasi pasar secara keseluruhan. Dalam kondisi seperti ini, AI agent bisa membantumu mengolah informasi dan menguji hipotesis investasi yang sudah dibuat. Misalnya, kamu memiliki dugaan bahwa saham perusahaan tertentu berpotensi meningkat karena kinerja bisnisnya membaik. AI agent dapat membantu mengumpulkan informasi, menganalisis kondisi perusahaan, dan mengevaluasi berbagai asumsi yang mendasari keputusan tersebut.

    Abhishek Fatehpuria, Wakil Presiden Produk Pialang dan Layanan Pelanggan Robinhood, menjelaskan bahwa AI agent gak dirancang untuk menggantikan kemampuan investor dalam menentukan hipotesis investasi. Investor tetap perlu memiliki alasan dan tujuan sebelum memutuskan membeli atau menjual saham. Teknologi ini lebih berperan membantu menguji asumsi serta menjalankan pekerjaan yang membutuhkan banyak waktu. Jadi, kamu tetap perlu memahami alasan di balik setiap keputusan investasi, bukan sekadar mengikuti rekomendasi AI.

  3. 3. Menghemat waktu dalam mengeksekusi transaksi

    ilustrasi hemat waktu, time is money
    ilustrasi hemat waktu, time is money (vecteezy.com/kp_photography)

    Mengelola portofolio investasi bisa menjadi aktivitas yang cukup menyita waktu, terutama jika kamu memiliki banyak saham atau menggunakan strategi perdagangan yang kompleks. AI agent dapat membantu mengotomatisasi sejumlah pekerjaan, seperti menyiapkan transaksi, melakukan penyeimbangan ulang portofolio (portfolio rebalancing), hingga membantu mengeksekusi instruksi perdagangan yang sudah disetujui. Kemampuan tersebut membuat proses transaksi menjadi lebih praktis karena kamu gak perlu mengerjakan setiap tahapan secara manual. Hal ini juga memungkinkan investor merespons perubahan kondisi pasar dengan lebih cepat.

    Blake Anderson, Direktur Manajemen Portofolio di Carson Group, menilai penggunaan AI berpotensi mengurangi keterlambatan dalam proses perdagangan saham. Artinya, teknologi tersebut bisa membantu investor mengeksekusi transaksi dalam waktu lebih singkat ketika kondisi pasar berubah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kecepatan transaksi belum tentu memberikan perbedaan besar terhadap hasil investasi jangka panjang. Sebab, kemampuan AI dalam mempercepat pembelian saham gak otomatis meningkatkan potensi keuntungan bisnis perusahaan yang kamu investasikan.

  4. 4. Berisiko terjadi kesalahan akibat halusinasi AI

    ilustrasi chip, industri teknologi, manufaktur, semikonduktor, AI
    ilustrasi chip, industri teknologi, manufaktur, semikonduktor, AI (vecteezy.com/Petai Jantrapoon)

    Di balik kemudahannya, penggunaan AI agent untuk perdagangan saham juga memiliki risiko yang perlu kamu perhatikan. Salah satunya adalah AI hallucination, yaitu kondisi ketika AI menghasilkan informasi yang keliru, mengarang fakta, atau salah memahami instruksi pengguna. Dalam aktivitas investasi, kesalahan seperti ini bisa berakibat serius karena informasi yang gak akurat berpotensi memengaruhi keputusan pembelian maupun penjualan saham. Bila kamu langsung memercayai analisis AI tanpa melakukan pemeriksaan ulang, risiko mengalami kerugian pun bisa meningkat.

    Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan apabila kamu belum memiliki pengalaman investasi yang memadai. AI agent memang bisa membantu mengolah informasi, tapi belum tentu mampu memahami seluruh kondisi pasar dan tujuan keuangan pribadi kamu. Shridhar Rathore menilai investor tetap perlu memberikan informasi yang benar serta memastikan manusia terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Ia sendiri gak bersedia menyerahkan keputusan akhir transaksi investasinya sepenuhnya kepada AI. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kemudahan otomatisasi tetap harus diimbangi dengan pengawasan manusia.

  5. 5. Berpotensi membuat keputusan investasi melenceng dari tujuan

    ilustrasi frustrasi
    ilustrasi frustrasi (freepik.com/KamranAydinov)

    Risiko lainnya adalah keputusan AI agent yang gak selalu sejalan dengan tujuan investasi. Misalnya, kamu memiliki strategi untuk berinvestasi jangka panjang, tapi AI justru menjalankan transaksi yang terlalu sering karena merespons perubahan harga dalam jangka pendek. Kalau gak diawasi, tindakan tersebut bisa membuat portofolio bergerak menjauh dari rencana awal. Apalagi, teknologi AI masih memiliki keterbatasan dan gak bisa memastikan bagaimana harga saham akan bergerak pada masa mendatang.

    Untuk mengurangi risiko tersebut, beberapa platform perdagangan sudah menyediakan fitur pengamanan bagi pengguna. Robinhood, misalnya, membatasi aktivitas AI agent pada rekening investasi khusus yang terpisah dari rekening pialang utama. Dalam pengaturan bawaan aplikasi, pengguna juga harus menyetujui setiap keputusan transaksi yang dibuat oleh AI agent, meskipun sebagian pengaturan tersebut dapat diubah. Blake Anderson juga menyarankan agar investor memastikan AI menggunakan informasi yang tepercaya dan bukan sekadar membenarkan keyakinan pribadi. Dengan begitu, AI bisa membantu memperluas sudut pandang dalam menganalisis saham, bukan malah memperkuat asumsi yang belum tentu benar.

    Kehadiran AI agent memberikan alternatif baru dalam aktivitas perdagangan saham, terutama untuk membantu memantau pasar, mengolah informasi, menyusun strategi, dan mengeksekusi transaksi. Meski trading saham bisa pakai AI agent, teknologi ini tetap memiliki keterbatasan. Termasuk risiko kesalahan informasi dan keputusan yang tidak sesuai dengan tujuan investasi.

    Jika tertarik mencobanya, pastikan kamu sudah memahami dasar-dasar investasi serta memiliki strategi yang jelas sebelum memberikan akses kepada AI agent. Ingat, teknologi ini sebaiknya menjadi alat bantu untuk mendukung keputusan investasi, bukan pengganti kemampuanmu dalam mengelola uang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More