Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Komponen PC yang Sebaiknya Beli Baru, Bukan Bekas

4 min read
6 Komponen PC yang Sebaiknya Beli Baru, Bukan Bekas
ilustrasi PC (Unsplash/Daniel Lezuch)
  • PSU dan motherboard sebaiknya dibeli baru karena kerusakannya sulit dideteksi, berpotensi merusak komponen lain, serta garansi bekas umumnya tidak dapat dipindahtangankan.

  • Liquid cooler, HDD, dan fan casing memiliki risiko aus, pompa rusak, atau kebocoran akibat pemakaian; membeli baru memberi kondisi lebih terjamin dan perlindungan garansi.

  • Kabel PSU modular bekas berisiko karena usia dan susunan pin dapat berbeda antar-PSU; gunakan kabel resmi dari merek sama atau pihak ketiga tepercaya. SSD bekas perlu dicek TBW-nya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membeli komponen PC bekas memang sangat menggoda. Sebab, harganya jauh lebih murah dan banyak diantaranya masih jauh dari akhir masa pakainya. Dengan hanya sedikit usaha, kamu sudah bisa merakit PC dengan spesifikasi bagus tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Namun, membeli barang bekas apapun itu selalu memiliki risiko tersendiri dan komponen PC tidak semuanya sama. Ada yang relatif aman jika dibeli secara bekas, namun ada pula yang ada baiknya untuk tidak dibeli bekas dan sangat disarankan untuk dibeli dalam kondisi baru. Apa saja itu? Berikut daftarnya.

  1. 1. Power Supply (PSU)

    dao-hi-u-x_mYnGi-hik-unsplash.jpg
    ilustrasi PSU (Unsplash/Dao Hieu)

    Dari semua komponen PC, PSU menjadi yang paling tidak dianjurkan untuk dibeli bekas. Alasannya, PSU yang rusak bisa membuat komponen lain ikut rusak. PSU yang bermasalah bisa mengirim daya yang salah ke komponen PC lainnya atau memberi lonjakan listrik ketika mati sehingga beberapa komponen jadi ikut hangus. Masalahnya, kerusakan PSU sulit didiagnosis. Garansinya memang panjang, biasanya lima hingga sepuluh tahun, namun umumnya tidak bisa dipindahtangankan. Alhasil, kamu jadi tidak memiliki akses untuk meminta ganti rugi atau garansi apabila sewaktu-waktu PSU yang kamu beli rusak. Dengan membeli baru, PSU yang sama masih bisa digunakan lagi di build PC berikutnya selama kebutuhan dayanya masih cukup.

  2. 2. Motherboard

    Motherboard merupakan pusat dari PC itu sendiri. Semua komponen terhubung ke motherboard, mulai dari RAM, prosesor, GPU dan penyimpanan seperti HDD atau SSD. Karenanya, satu saja bagian atau slot yang bermasalah bisa membuat seluruh motherboard tidak berguna. Dan sama seperti PSU, sulit untuk kondisi atau kesehatan sebuah motherboard jika tidak dicoba langsung dalam waktu yang lama. Selain itu, garansi juga umumnya tidak ikut berpindah ke pemilik baru. Maka dari itu, membeli motherboard baru sangat disarankan untuk mencegah kerusakan-kerusakan tak terduga di kemudian hari.

  3. 3. Liquid Cooler

    stackie-jia-rbVn6onKz78-unsplash.jpg
    ilustrasi liquid cooler (Unsplash/Stackie Jia)

    Liquid cooler memang unggul dalam urusan menjaga suhu agar tetap dingin, namun cukup rapuh dalam jangka panjang. Panas, kelembapan dan intensitas pemakaian memengaruhi umur pakainya. Kerusakan paling sering terjadi pada pompa air dan karena sistemnya tertutup, kondisi pompa tidak bisa diperiksa dari luar. Selang yang sering ditekuk ketika pemasangan juga bisa mengalami kebocoran dan mengenai komponen lain di motherboard. Karenanya, membeli liquid cooler baru jauh lebih masuk akal. Terlebih, banyak brand menanggung kerusakan akibat kebocoran dalam garansinya, sehingga komponen lain yang ikut rusak bisa diganti. Perlindungan semacam ini bisa menghemat ratusan hingga jutaan rupiah.

  4. 4. Fan Casing

    Fan casing merupakan komponen mekanis dengan umur terbatas, seperti halnya HDD. Kondisinya baru ketahuan setelah dicolokkan dan dinyalakan. Riwayat pemakaiannya pun juga sulit ditebak sehingga membeli fan casing dalam kondisi bekas sangat tidak direkomendasikan. Selain itu, harga fan casing sendiri sebenarnya murah, di mana per bijinya rata-rata dijual di harga Rp40 ribu saja. Yang lebih mahal dengan aksesori seperti lampu RGB pun umumnya tidak sampai Rp100 ribu. Artinya, berhemat dengan membeli fan casing bekas tidak memberi dampak yang begitu terasa.

  5. 5. HDD atau SSD

    samsung-memory-MJkGUYwMYr4-unsplash.jpg
    ilustrasi SSD (Unsplash/Samsung Memory)

    HDD merupakan komponen mekanis dengan bagian yang bergerak dan akan aus seiring penggunaan. Kamu tidak bisa melihat kondisi dalamnya yang artinya, HDD bekas bisa saja baru digunakan atau malah bekas PC yang menyala setiap hari selama bertahun-tahun. Untuk itu, belilah yang baru agar mendapatkan garansi dan terbebas dari masalah keausan. Di sisi lain, SSD jauh lebih aman untuk dibeli bekas karena kesehatannya diukur dengan TBW (terabytes written). Dalam pemakaian normal, batas maksimal TBW sangat sulit dicapai. Sebelum membeli, minta penjual menunjukkan data TBW lewat aplikasi seperti CrystalDiskInfo. Jika angkanya sudah mendekati batas maksimal, lebih baik cari yang lain atau beli baru.

  6. 6. Kabel PSU Modular

    Banyak pengguna menganggap kabel itu aman meskipun dibeli bekas dan itu benar untuk kabel USB atau kabel SATA, karena risikonya kecil dan kerugiannya hanya beberapa ribu rupiah saja. Nah, kabel PSU modular karena kamu tidak tahu umur pakainya atau seberapa sering kabel itu ditekuk dan dijepit di build PC pemilik sebelumnya. Yang lebih berisiko, kabel PSU modular dari PSU lain bisa saja muat di soket PSU-mu namun memiliki susunan pin yang berbeda. Intinya, mencampur kabel antar PSU sangat tidak dianjurkan. Jika butuh kabel PSU modular pengganti, belilah kabel resmi dari brand PSU yang sama atau kabel pihak ketiga yang kualitasnya terpercaya.

    Demikian tadi ulasan mengenai beberapa komponen PC yang sebaiknya dibeli baru dan bukan bekas. Selain komponen-komponen PC di atas, komponen apa lagi yang menurutmu lebih baik dibeli dalam kondisi baru?

Related Articles

See More