Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Desa Adat Indonesia yang Terkenal Tanpa Sinyal, Tempat Detoks Jiwa Terbaik!
ilustrasi pesona desa Wae Rebo (unsplash.com/Ash Hayes)
  • Baduy Dalam di Lebak, Banten, mempertahankan adat dengan menolak listrik, gawai, kendaraan, dan produk kimia; pengunjung berjalan kaki menyusuri bukit serta sungai.
  • Wae Rebo di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, berada di ketinggian 1.200 mdpl tanpa jangkauan telekomunikasi, menawarkan suasana sejuk dan rumah adat Mbaru Niang.
  • Kampung Naga di Tasikmalaya, Jawa Barat, tanpa internet dan listrik akibat aturan adat; lokasinya di lembah curam serta menyediakan kerajinan tangan warga lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di era serba modern, rasanya susah untuk benar-benar lepas dari gadget. Setiap hari otak kita dipenuhi dengan notifikasi, berita, dan tuntutan yang tidak ada habisnya. Akibatnya, pikiran kita jadi cepat lelah dan stres karena sering berhadapan dengan dunia digital. Oleh karena itu butuh waktu luang untuk mendetoks jiwa supaya otak tidak dipaksa untuk selalu bekerja keras.

Nah, berlibur ke desa adat menjadi solusi terbaik untuk mengistirahatkan diri, terlebih lagi desa adat tanpa sinyal. Berikut 3 desa adat di Indonesia yang terkenal tanpa sinyal dan bisa dijadikan sebagai tempat detoks terbaik.

1. Baduy Dalam

potret pemandangan alam di desa Baduy (commons.wikimedia.org/Rakhmatsuwandi)

Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan Baduy Dalam yang terkenal tanpa sinyal. Desa yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten ini masih ketat memegang aturan adat serta menolak penggunaan listrik, gawai, kendaraan, hingga barang kimia buatan pabrik.

Pengunjung wajib berjalan kaki puluhan kilometer menyusuri bukit dan sungai tanpa alas kaki. Di sini, suara gemericik air dan desir angin malam menjadi pengantar tidur alami yang memaksa untuk berhenti sejenak dari kelelahan dunia digital.

2. Waerebo

ilustrasi pesona desa Wae Rebo (unsplash.com/Ash Hayes)

Wae Rebo merupakan desa adat terpencil di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai 'kampung di atas awan'. Terletak di ketinggian 1.200 mdpl, desa ini terisolasi tanpa jangkauan menara telekomunikasi.

Wisatawan dapat menikmati suasana sejuk dengan kehangatan secangkir kopi Flores di dalam rumah adat Mbaru Niang. Desa Wae Rebo mengajarkan cara melambatkan ritme hidup yang biasanya terburu-buru.

3. Kampung Naga

potret Kampung Naga (commons.wikimedia.org/Arabsalam)

Kampung Naga yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dikenal tidak memiliki sinyal internet dan listrik karena aturan adat yang melarang penggunaan teknologi modern. Tempat ini berada di lembah yang curam dan dikelilingi tebing, sehingga sulit dijangkau oleh sinyal seluler. Kondisi tanpa sinyal membuat suasana kampung seperti hidup di masa lalu, jauh dari kebisingan kota. Selain pemandangannya masih asri, wisatawan dapat berburu kerajinan tangan, seperti anyaman lampu gantung, teko dari batok kelapa, tas batok kelapa, hingga lukisan yang dibuat oleh warga lokal.

Menepi sebentar ke desa adat tanpa sinyal bukan hanya sekadar liburan biasa, tetapi sebuah bentuk detoks jiwa yang paling efektif. Di tempat terisolasi inilah, kamu dapat menemukan sebuah ketenangan yang perlahan menyembuhkan pikiran yang lelah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article