Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hidden Gem Wisata Religi Ramadan di Maroko yang Penuh Nuansa Spiritual

5 Hidden Gem Wisata Religi Ramadan di Maroko yang Penuh Nuansa Spiritual
ilustrasi hidden gem wisata religi Ramadan di Maroko (commons.wikimedia.org/Viault)

Ramadan selalu memberi nuansa berbeda bagi perjalanan, terutama ketika tujuan yang dipilih memiliki tradisi ibadah yang masih terjaga kuat hingga kini. Maroko termasuk destinasi yang sering disebut dalam daftar wisata religi karena atmosfernya terasa hidup sejak menjelang berbuka hingga larut malam. Tidak hanya kota besar seperti Fez atau Marrakech, banyak tempat kecil justru menyimpan pengalaman yang lebih intim dan jarang disorot wisatawan.

Pilihan lokasi ini cocok bagi pelancong yang ingin merasakan perjalanan spiritual sekaligus memahami budaya lokal secara langsung. Berikut lima hidden gem wisata religi Ramadan di Maroko yang layak masuk rencana perjalanan.

1. Desa Moulay Idriss menghadirkan tradisi buka puasa komunal

Desa Moulay Idriss
Desa Moulay Idriss (commons.wikimedia.org/Ben Bender)

Moulay Idriss berada di wilayah utara Maroko, sekitar 30 kilometer dari kota Meknes dan dikenal sebagai salah satu kota suci karena menjadi lokasi makam Sultan Idris I. Selama Ramadan, warga setempat menggelar buka puasa bersama di pelataran rumah serta jalan kecil yang menghadap bukit. Tradisi ini biasanya dimulai menjelang magrib ketika keluarga menata meja panjang berisi sup harira, roti khobz, serta kurma. Suasananya terasa hangat karena wisatawan sering diajak bergabung.

Pengunjung bisa datang menjelang sore untuk melihat persiapan warga sekaligus menikmati panorama kota yang bertingkat mengikuti kontur bukit. Transportasi menuju lokasi paling mudah menggunakan bus dari Meknes lalu dilanjutkan taksi lokal. Waktu terbaik berkunjung antara minggu kedua hingga ketiga Ramadan karena aktivitas komunal sedang ramai.

2. Masjid Zaouia Tamegroute menyimpan perpustakaan manuskrip kuno

Masjid Zaouia Tamegroute
Masjid Zaouia Tamegroute (commons.wikimedia.org/Jose Mario Pires)

Zaouia Tamegroute terletak di wilayah selatan dekat kota Zagora dan dikenal sebagai pusat pendidikan Islam sejak abad ke-17. Kompleks masjidnya memiliki perpustakaan berisi ribuan manuskrip, termasuk Al-Qur’an tulisan tangan serta kitab astronomi klasik. Selama Ramadan, pengunjung bisa melihat aktivitas belajar malam hari setelah salat tarawih. Suasana di dalam kompleks terasa tenang karena pencahayaan hanya berasal dari lampu temaram.

Akses menuju lokasi biasanya melalui perjalanan darat dari Ouarzazate selama sekitar 4 jam. Pengunjung disarankan datang pada malam hari karena kegiatan membaca kitab sedang berlangsung. Pemandu lokal biasanya menjelaskan sejarah naskah dan proses perawatannya.

3. Kawasan Mellah Essaouira menawarkan jejak toleransi lintas budaya

Kawasan Mellah Essaouira
Kawasan Mellah Essaouira (commons.wikimedia.org/TomiValny)

Mellah merupakan kawasan permukiman Yahudi yang ada di beberapa kota Maroko, salah satunya di Essaouira. Selama Ramadan, area ini tetap hidup karena menjadi titik pertemuan pedagang Muslim dan komunitas Yahudi lokal. Wisatawan bisa melihat pasar malam kecil yang menjual makanan khas berbuka seperti chebakia serta teh mint. Interaksi antarwarga menunjukkan sejarah panjang kehidupan berdampingan di kota pesisir tersebut.

Lokasinya mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari pusat kota Essaouira. Waktu terbaik berkunjung setelah salat tarawih ketika aktivitas perdagangan meningkat. Pengunjung bisa berbincang dengan pedagang yang sering menceritakan kisah sejarah kawasan ini.

4. Kota Taroudant menampilkan prosesi sahur tradisional

Kota Taroudant
Kota Taroudant (commons.wikimedia.org/Bjørn Christian Tørrissen)

Taroudant terletak di wilayah Souss Valley dan sering dijuluki Marrakech kecil karena memiliki benteng kota berwarna merah. Selama Ramadan, warga masih mempertahankan tradisi nafar, yaitu petugas yang berjalan keliling sambil meniup terompet untuk membangunkan sahur. Prosesi ini biasanya berlangsung sekitar pukul tiga dini hari dan melewati gang-gang permukiman tua. Wisatawan dapat mengikuti rute tersebut untuk melihat suasana kota sebelum fajar.

Pengunjung bisa menginap di rumah tradisional agar mudah mengakses jalur prosesi. Aktivitas ini tidak memerlukan tiket karena merupakan tradisi masyarakat. Waktu terbaik berkunjung pada minggu pertama Ramadan ketika semangat warga masih tinggi.

5. Kompleks Sidi Ahmed Tijani di Fez menjadi pusat ziarah malam hari

Kompleks Sidi Ahmed Tijani
Kompleks Sidi Ahmed Tijani (commons.wikimedia.org/Foreign and Commonwealth Office)

Kompleks makam Sidi Ahmed Tijani berada di dalam medina Fez dan menjadi tujuan ziarah bagi pengikut tarekat Tijaniyah dari berbagai negara Afrika. Selama Ramadan, area ini ramai terutama setelah salat tarawih hingga tengah malam. Pengunjung bisa melihat jamaah membaca doa bersama di halaman masjid. Suasana religius terasa kuat karena lantunan zikir berlangsung hampir tanpa jeda.

Lokasi mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari Bab Bou Jeloud, gerbang utama medina Fez. Pengunjung sebaiknya mengenakan pakaian sopan dan datang pada malam hari agar dapat menyaksikan kegiatan ziarah. Warga setempat sering membantu menunjukkan jalur masuk karena kompleks berada di gang sempit.

Wisata religi di Maroko saat Ramadan tidak hanya menawarkan lokasi ibadah, tetapi juga memperlihatkan kebiasaan masyarakat yang jarang terlihat di luar bulan suci. Setiap tempat memberi pengalaman berbeda, mulai dari tradisi makan bersama hingga aktivitas ziarah malam hari. Jika kesempatan berkunjung datang, destinasi mana yang paling ingin dimasukkan ke rencana perjalanan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Destinasi Wisata Religi di Turki yang Hidup Saat Ramadan

01 Mar 2026, 17:45 WIBTravel