8 Perbandingan Winter di Jepang vs Korea, Pilih Mana buat Liburan Musim Dingin?

Liburan musim dingin di Asia Timur sering bikin orang galau memilih antara Jepang atau Korea. Keduanya sama-sama menawarkan salju, kuliner hangat, dan kota yang fotogenik buat konten media sosial. Biar tidak salah langkah, kamu perlu cek perbandingan dari cuaca sampai biaya di lapangan.
Kamu bisa mulai dengan menentukan dulu pengalaman musim dingin seperti apa yang kamu incar. Lewat artikel ini, kamu diajak membandingkan winter Jepang dan Korea lewat 8 sudut pandang yang relevan untuk liburan. Yuk, simak pembahasannya agar nggak salah pilih!
1. Peluang salju untuk first timer

Jepang biasanya memberi peluang lebih besar untuk menikmati salju. Hokkaido terkenal dengan musim dingin yang panjang dan dingin. Di beberapa kota dan desa, salju bisa menumpuk tebal selama berhari-hari. Cocok buat first timer karena kamu bisa main salju tanpa terlalu khawatir cuaca cepat berubah.
Korea juga punya salju, tapi kamu perlu pintar pilih lokasi. Peluang terbaiknya biasanya ada di area pegunungan, terutama di Gangwon. Kalau hanya di Seoul, momen saljunya kadang singkat dan cepat hilang. Jadi sebaiknya sisipkan trip ke pegunungan kalau melihat salju jadi prioritas.
2. Gaya liburan winter

Jepang cocok untuk kamu yang ingin suasana winter yang tenang dan terasa klasik. Kota dan desa pegunungannya sering berubah jadi putih bersih dan terlihat cantik dari mana pun kamu memandang. Kamu bisa menggabungkan city walk di area bersalju dengan onsen di hari yang sama. Cocok untuk kamu yang ingin liburan dengan suasana alam dan tradisi yang kuat.
Korea lebih unggul kalau kamu ingin liburan dengan ritme kota besar. Kamu bisa mengisi hari dengan kuliner, kafe, dan belanja di area urban. Lalu kamu sisipkan satu atau dua hari khusus untuk main salju. Pilihan ini cocok kalau kamu tidak ingin jauh-jauh meninggalkan kenyamanan kota.
3. Cocok untuk cuti singkat

Cuti singkat ke Jepang tetap memungkinkan, tapi kamu perlu memilih area yang tidak membuatmu bolak-balik terlalu jauh. Pilih satu area yang realistis supaya perjalanan tidak menghabiskan banyak waktu. Kamu bisa ambil opsi menetap di Hokkaido, atau stay di kota besar lalu sisipkan satu trip ke resor salju. Dengan begitu, kamu tidak terlalu banyak menghabiskan jam di kereta jarak jauh atau penerbangan domestik.
Korea biasanya terasa lebih ringan untuk cuti singkat karena kamu bisa stay di Seoul dari awal sampai akhir. Dari sana, kamu punya banyak opsi trip harian ke area bersalju tanpa repot pindah penginapan. Pulang dari area bersalju, kamu masih punya waktu untuk makan malam enak atau nongkrong di kafe. Jadwal seperti ini lebih ramah buat badan dan bikin liburan singkat tetap terasa maksimal.
4. Budget

Musim puncak di Jepang sering bikin biaya liburan terasa lebih berat, terutama di area salju populer. Harga penginapan di sekitar resor dan kota utama biasanya naik karena permintaan tinggi. Transport jarak jauh dan beberapa aktivitas khusus juga ikut menambah total pengeluaran. Kalau budget kamu terbatas, kamu perlu cermat memilih tanggal, tipe akomodasi, dan durasi menginap di area yang mahal.
Korea sering dianggap lebih mudah untuk mengontrol biaya, khususnya untuk liburan singkat. Kalau kamu menginap di Seoul, pilihan makan dan penginapannya lebih beragam dari hemat sampai kelas menengah. Resor salju dan sewa perlengkapan bisa tetap tinggi, tapi kamu bisa menekan pengeluaran dengan membatasi durasi. Dengan itinerary yang rapi, biaya di lapangan biasanya tidak terasa semahal di beberapa spot salju favorit di Jepang.
5. Transport dan kemudahan ilustrasi Sapporo, Jepang

Jepang punya jaringan transport antarkota yang tertata dan keretanya jadi andalan utama. Kamu bisa pindah dari kota A ke kota B dengan jadwal yang jelas dan pilihan layanan yang beragam. Karena itu, kamu bisa menyusun itinerary winter yang mencakup beberapa destinasi tanpa terlalu ribet. Kalau kamu tipe yang suka ganti suasana tiap hari, ini bikin perjalanan lebih lancar.
Korea juga punya transport yang nyaman, hanya saja gaya perjalanannya biasanya lebih cocok dibuat berbasis satu kota. Dari Seoul, kamu bisa menjangkau banyak area sekitar dan spot pegunungan dengan kereta atau bus. Rute yang perlu kamu pelajari tidak banyak, cukup jalur utama untuk jalan seharian lalu balik lagi. Buat pemula, cara ini terasa simpel dan tidak bikin pusing.
6. Aktivitas khas winter

Jepang punya aktivitas musim dingin yang variatif dan terasa khas. Kamu bisa mengunjungi festival salju, melihat patung es raksasa, lalu menikmati iluminasi malam yang memantul cantik di permukaan salju. Momen berendam onsen di udara dingin juga sering jadi favorit karena bikin tubuh nyaman. Pilihan ini pas untuk kamu yang ingin liburan winter terasa lebih berkesan.
Berbeda dengan Jepang, Korea lebih kuat di aktivitas yang praktis seperti snow park, ski day trip, dan hiburan kota. Banyak resor menyediakan paket ramah pemula untuk yang baru pertama kali mencoba ski atau sekadar main salju. Habis main salju, kamu tinggal turun ke kota untuk kulineran atau cari hiburan. Kombinasi main salju dan city vibe membuat winter di Korea terasa dinamis.
7. Kenyamanan cuaca saat jalan kaki

Musim dingin di Jepang utara biasanya membawa salju yang cukup tebal dan menumpuk di jalanan cukup lama. Pemandangannya memang cantik, tapi jadwal jalan-jalan kadang harus lebih fleksibel kalau cuaca tiba-tiba memburuk. Jalan kaki saat salju tebal dan angin dingin butuh sepatu yang pas serta langkah yang lebih hati-hati. Buat sebagian orang ini justru jadi pengalaman winter yang berkesan, asal persiapannya matang.
Sementara itu di Korea, dingin sering terasa lebih menusuk karena anginnya kering dan tajam. Aktivitas jalan kaki di pusat kota bisa terasa berat jika kamu belum terbiasa. Pakaian berlapis, syal, penutup kepala, dan masker atau buff sangat membantu melindungi wajah. Supaya tubuh tetap nyaman, atur juga jeda untuk masuk ke tempat hangat sebelum lanjut keluar lagi.
8. Halal dan kebutuhan muslim

Di Jepang, kamu akan merasa paling aman soal halal saat berada di kota besar. Tokyo, Osaka, dan destinasi populer umumnya punya restoran halal dan masjid yang sering direkomendasikan wisatawan muslim. Tantangannya muncul ketika kamu pergi ke resor salju atau kota kecil karena pilihannya tidak sebanyak di kota. Untuk jaga-jaga, simpan daftar restoran, bawa snack sendiri, dan siapkan opsi seafood atau vegetarian.
Di Korea pun kurang lebih sama, kenyamanannya paling terasa di Seoul dan kota besar lainnya. Di sekitar pusat kota, biasanya ada restoran halal dan mushola atau masjid yang bisa kamu akses. Tapi saat kamu menuju area resor dan pegunungan, menu halal sering jadi lebih terbatas. Solusinya, cari info dulu, bisa tanya bahan makanan dengan kalimat sederhana, dan tetap fleksibel memilih seafood atau vegetarian.
Memilih winter Jepang atau Korea itu balik lagi ke selera dan tujuan liburanmu. Delapan perbandingan tadi cukup jadi acuan singkat supaya kamu tidak bingung saat mau pesan tiket. Tinggal pilih, mau coba winter Jepang dulu atau winter Korea dulu.



















