Benteng Elizabeth terletak di Taman Sejarah Negara Bagian Benteng Elizabeth di Pulau Kauai. Dibangun pada tahun 1817, benteng ini memberikan Rusia sebuah pangkalan di Hawaii. Selain itu, menjadi tempat pengisian bahan bakar dan lokasi perdagangan bagi kapal-kapal yang berlayar di Samudra Pasifik.
Benteng Elizabeth, Situs Penting Sejarah Rusia di Hawaii

- Benteng Elizabeth di Kauai dibangun pada 1817 sebagai pangkalan, lokasi pengisian bahan bakar, dan perdagangan Rusia di Samudra Pasifik.
- Pendirian benteng berawal dari perjanjian Raja Kaumuali'i dan Georg Schaffer, tetapi Rusia menolaknya karena Schaffer dinilai melampaui wewenang.
- Dikenal sebagai Pa'ula'ula, benteng memadukan desain Eropa dan batu lokal Hawaii; kini menjadi Markah Tanah Bersejarah Nasional dengan reruntuhan yang masih tersisa.
Benteng ini merupakan pengingat penting akan kiprah singkat Rusia di Hawaii dan kemudian berfungsi sebagai tempat bagi para prajurit Hawaii selama lebih dari 40 tahun. Dikenal sebagai Pa'ula'ula dalam bahasa Hawaii, melestarikan bagian penting dari sejarah Kauai serta hubungannya dengan Rusia. Yuk, simak fakta unik tentang Benteng Rusia berikut ini!
1. Pembangunannya diprakarsai oleh Perusahaan Rusia-Amerika

Pemandangan jalur yang melintasi sisa-sisa dinding Benteng Elizabeth (commons.wikimedia.org/Famartin) Rusia berupaya memperluas kekuasaannya, yang mendorong Kaisar Paul I untuk mendirikan Perusahaan Rusia-Amerika (RAC) pada tahun 1799. Pada tahun 1815, RAC mulai terlibat di Kauai setelah salah satu kapalnya karam dan muatannya terdampar di pantai saat berlangsungnya kampanye Kamehameha untuk menguasai pulau. Perusahaan mengutus seorang dokter Jerman bernama Georg Schaffer untuk mengambil kembali muatan, namun ia justru memanfaatkan situasi politik yang sedang tegang.
Penguasa Kauai, Raja Kaumuali'i, menjalin hubungan erat dengan Schaffer. Pada tahun 1816, keduanya menyusun rencana yang berujung pada penandatanganan perjanjian, tutur Modern Day Time Traveler. Kesepakatannya menempatkan Kauai di bawah perlindungan Tsar Alexander I dan Rusia. Kaumuali'i berharap ini akan membantunya melawan Kamehameha dan kelak memerintah Kerajaan Hawaii yang bersatu.
2. Dibangun pada tahun 1817

Pemandangan sebuah patung di dalam Benteng Elizabeth (commons.wikimedia.org/Vadim Markin) Menjelang tahun 1817, rencana Kaumuali'i dan Schaffer menghasilkan pembangunan dua benteng di Kauai. Benteng Elizabeth, yang dinamai menurut nama Permaisuri Rusia, dibangun oleh penduduk Hawaii di sisi selatan pulau sebagai bagian dari perjanjian. Benteng kedua dibangun di sisi utara, namun kini tidak lagi ada. Benteng-benteng ini menandai upaya singkat Rusia untuk menancapkan pengaruhnya di Hawaii.
Saat benteng masih dalam tahap pembangunan, Schaffer mengetahui bahwa Rusia menolak perjanjian yang dibuatnya, kata National Park Service. Rusia tidak bersedia membela wilayah kekuasaan Kaumuali'i dari serangan Kamehameha ataupun dari para pelaut Amerika yang memiliki hubungan erat dengan istana sang raja. Schaffer dianggap bertindak melampaui wewenangnya, sehingga ia segera kembali ke Rusia, namun kehilangan jabatannya dan dipulangkan ke Jerman.
3. Arsitektur Benteng Elizabeth

Pemandangan ke arah barat daya menuju Samudra Pasifik dari dinding luar Benteng Elizabeth (commons.wikimedia.org/Famartin) Benteng Elizabeth memadukan desain benteng Eropa dengan material lokal Hawaii. Dindingnya memiliki sudut-sudut berbentuk bintang, sebuah gaya yang kerap diterapkan pada benteng-benteng Eropa di awal abad ke-19. Pada saat yang sama, para pembangun setempat menggunakan batu-batu dari Kauai, termasuk yang berasal dari bekas heiau—tempat ibadah masyarakat Hawaii. Memberikan benteng keterkaitan yang khas dengan sejarah Eropa maupun Hawaii.
Benteng Elizabeth memiliki dinding setinggi sekitar 20 kaki (6 m) dan mencakup area dengan lebar 300–450 kaki. Adapun bangunannya berbentuk segi delapan, dengan dinding yang menghadap ke laut membentuk sudut-sudut menyerupai bintang. Desain ini memberikan perlindungan tambahan bagi benteng dari serangan.
4. Pengingat akan kehadiran singkat Rusia di Hawaii

Pemandangan papan informasi di Benteng Elizabeth (commons.wikimedia.org/Famartin) Selama abad ke-19, Benteng Elizabeth telah menjadi reruntuhan. Persenjataannya dipindahkan dan situsnya dibiarkan tidak terpakai. Hawaii menjadi negara bagian Amerika Serikat yang ke-50 pada tahun 1959. Tiga tahun kemudian, Pemerintah AS menetapkan Benteng Elizabeth sebagai Markah Tanah Bersejarah Nasional.
Benteng Elizabeth melestarikan kenangan akan kehadiran singkat Rusia di Hawaii. Dinding batu bagian luarnya masih berdiri kokoh, sementara sisa-sisa gudang mesiu dan bangunan lainnya dapat dilihat di bagian dalam. Kamu dapat menikmati pemandangan laut sembari menyusurinya. Berbagai gambar di benteng juga turut menunjukkan seperti apa kira-kira wujud kompleksnya pada abad ke-19.
Benteng Elizabeth melestarikan bagian penting dari sejarah singkat Rusia di Hawaii. Dinding batu tua dan reruntuhannya mencerminkan masa lalu benteng serta hubungannya dengan Kauai. Saat ini, Benteng Elizabeth tetap menjadi bagian berharga dari warisan sejarah Hawaii.























