Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Masjid Mariam Al-Batool, Pusat Kehidupan Muslim di Malta

3 min read
Masjid Mariam Al-Batool, Pusat Kehidupan Muslim di Malta
Pemandangan umum Masjid Mariam Al-Batool. (commons.wikimedia.org/Frank Vincentz)

Terletak di Bukit Corradino di Paola, Malta, bangunan yang mencolok ini dikenal karena kubah hijaunya. Ini adalah satu-satunya masjid yang dibangun khusus untuk tujuan tersebut di negara kepulauan kecil di Mediterania ini. Memiliki nilai penting dalam sejarah dan politik Malta. Selain itu, hal ini mencerminkan hubungan antarbudaya yang berbeda, meskipun tidak banyak orang yang mengetahuinya.

Diberi nama Mariam Al-Batool, masjid ini berfungsi sebagai sarana ibadah sekaligus mencerminkan hubungan panjang Malta dengan dunia Arab, khususnya Libya. Menjadi rumah spiritual bagi umat Muslim dari berbagai negara yang tinggal di Malta. Selain itu, masjid ini juga memiliki tempat dalam sejarah negara tersebut karena keterkaitannya dengan mantan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Mariam Al-Batool berikut ini!

  1. 1. Dibangun pada tahun 1978

    Pemandangan pintu masuk Masjid Mariam Al-Batool.
    Pemandangan pintu masuk Masjid Mariam Al-Batool. (commons.wikimedia.org/Frank Vincentz)

    Batu pertama pembangunan Masjid Mariam Al-Batool diletakkan pada tahun 1978. Kala itu, Malta memberikan sebidang tanah di Paola kepada Libya sebagai tanda eratnya hubungan di antara kedua pihak, lapor Oase. Di bawah pemerintahan Muammar Gaddafi, Libya mendanai pembangunan masjid. Libya juga mendirikan kompleks yang lebih luas yang dikenal sebagai Pusat Islam di Malta.

    Masjid rampung dibangun pada tahun 1982 dan diresmikan pada tahun 1984. Sejak saat itu, berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Muslim Malta. Masjid ini juga menjadi simbol eratnya hubungan budaya dan politik antara Malta dan Libya, terlepas dari perbedaan latar belakang sejarah dan keyakinan di antara keduanya.

  2. 2. Arsitektur Masjid Mariam Al-Batool

    Pemandangan menara Masjid Mariam Al-Batool.
    Pemandangan menara Masjid Mariam Al-Batool. (commons.wikimedia.org/Frank Vincentz)

    Masjid Mariam Al-Batool dibangun dari batu kapur dan memiliki desain Islam yang khas. Menara yang tinggi serta kubah besarnya tampak mencolok. Masjid ini menyediakan aula salat terpisah untuk laki-laki dan perempuan, serta mampu menampung ratusan orang sekaligus untuk beribadah.

    Masjid Mariam Al-Batool berdiri di atas bukit dengan pemandangan luas ke arah sekitarnya, terang Around Us. Lokasinya yang tinggi membuat bangunan ini mudah terlihat dari tempat-tempat di dekatnya. Posisi tersebut memberikan kedudukan yang jelas bagi masjid dalam lanskap setempat, sekaligus menjadikannya titik acuan utama bagi orang-orang di kawasan.

  3. 3. Bagian dari kompleks yang lebih besar

    Pemandangan pintu masuk Taman Mediterania di dalam kompleks Masjid Mariam Al-Batool.
    Pemandangan pintu masuk Taman Mediterania di dalam kompleks Masjid Mariam Al-Batool. (commons.wikimedia.org/Frank Vincentz)

    Kompleks Mariam Al-Batool mencakup pusat budaya Islam, pemakaman, serta taman umum yang disebut Taman Mediterania. Taman ini awalnya diberi nama Gaddafi, sebelum akhirnya menyandang nama yang digunakan saat ini. Perubahan-perubahan tersebut mencerminkan dinamika hubungan politik antara Malta dan Libya. Saat ini, kompleksnya berfungsi sebagai pusat penting bagi komunitas Muslim, yang mencakup para migran serta penduduk setempat yang telah masuk Islam.

    Populasi Muslim Malta telah berkembang dari beberapa ratus orang pada tahun 1970-an menjadi lebih dari 10.000 orang saat ini. Sebagian besar berasal dari Afrika Utara, Asia Selatan, dan Timur Tengah. Masjid Mariam Al-Batool menjadi tempat utama untuk beribadah dan menjalani kehidupan sosial bagi mereka. Umat Muslim berkumpul untuk melaksanakan salat Jumat, merayakan Idul Fitri, mengikuti kelas keagamaan, serta mendiskusikan berbagai kebutuhan komunitas.

    Masjid Mariam Al-Batool berperan penting dalam sejarah dan kehidupan sehari-hari Malta. Mencerminkan hubungan yang telah terjalin lama antara Malta dan Arab, sekaligus membantu melestarikan keyakinan serta adat istiadat Islam. Selain itu, masjid ini juga menjadi simbol keberagaman keyakinan dan budaya di negara tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More