4 Fakta Unik Masjid Amr bin Ash, Masjid Tertua di Mesir

- Masjid Amr bin Ash didirikan tahun 641 oleh Amr bin Ash atas arahan Khalifah Umar ibn al-Khattab, menjadi masjid pertama di Mesir sekaligus tertua di Afrika.
- Bangunan ini telah beberapa kali dihancurkan dan dipugar sejak abad ke-7 hingga ke-19, mempertahankan unsur arsitektur dari berbagai periode sejarah termasuk Abbasiyah, Saladin, dan Ottoman.
- Terletak di kawasan bersejarah dekat Kairo Koptik dan Benteng Babilonia, masjid ini mencerminkan pertemuan budaya Islam dan Kristen serta tetap aktif sebagai pusat ibadah hingga kini.
Terletak di pusat Kota Tua Kairo, Masjid Amr bin Ash adalah landmark bersejarah yang membentuk identitas agama dan budaya Mesir. Bangunan ini didirikan pada tahun 641. Masjid ini memiliki keistimewaan sebagai masjid pertama yang dibangun di Mesir. Selain itu, dianggap pula sebagai masjid tertua di Afrika.
Sejarah Masjid Amr bin Ash lebih dari sekadar tempat ibadah. Mencerminkan penyebaran dan awal mula arsitektur Islam di Mesir. Masjid ini juga menandai berdirinya Fustat, ibu kota Islam pertama. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Amr bin Ash berikut ini!
1. Dibangun oleh Amr bin Ash

Masjid ini dibangun oleh Amr bin Ash, pemimpin penaklukan Arab di Mesir. Pembangunan berlangsung di bawah bimbingan Khalifah Umar ibn al-Khattab sebagai tempat untuk berdoa dan berkumpul bersama masyarakat. Desain aslinya sederhana dan praktis, ungkap Memphis Tours. Batang pohon palem menopang atap, sementara alang-alang, lumpur, dan kerikil membentuk struktur dasarnya.
Masjid Amr bin Ash tidak memiliki menara atau kubah, dan arah kiblat ditunjukkan oleh tiang-tiang sederhana. Bentuk awalnya sederhana namun bermakna. Masjid ini menandai awal era baru di Mesir. Selain sebagai tempat ibadah, berfungsi sebagai pusat tata kelola dan kehidupan masyarakat.
2. Dihancurkan dan dipulihkan berkali-kali

Pada tahun 698, Abdul Aziz bin Marwan menghancurkan dan membangun kembali masjid, kemungkinan besar dengan mempertahankan tata letak aslinya. Dua abad kemudian, Dinasti Abbasiyah membangun kembali dan memperluas ukurannya. Masjid tersebut mengalami perubahan lebih lanjut dari waktu ke waktu. Ia dipugar oleh Saladin pada tahun 1172 setelah Fustat dibakar oleh tentara salib, lapor Britannica.
Setelah berulang kali mengalami kerusakan dan perbaikan, masjid mengalami kemunduran ketika pasukan Napoleon Bonaparte tiba di Kairo pada tahun 1798. Selanjutnya, mengalami pembaruan dan pembangunan kembali. Masjid Amr bin Ash yang sekarang berdiri berasal dari abad ke-19. Ia masih mempertahankan aspek arsitektur dan dekorasi dari berbagai periode sejarahnya.
3. Arsitektur Masjid Amr bin Ash

Pelataran tengah Masjid Amr bin Ash adalah ruang terbuka dan dikelilingi oleh lengkungan anggun yang dihiasi dengan kolom-kolom. Banyak dari kolom-kolomnya bergaya Bizantium dan Romawi, menambah kekayaan sejarah. Dinding kiblat memiliki ruang salat yang luas dengan deretan kolom pula. Di dalamnya, mihrab dan mimbar kayu memainkan peran penting dalam membimbing salat dan khotbah Jumat.
Menara-menara yang terlihat saat ini dibangun pada abad ke-18. Desain yang halus menunjukkan pengaruh gaya Ottoman selanjutnya, memberikan masjid tampilan yang khas. Awalnya, struktur ini tidak memiliki kubah. Seiring waktu, kubah ditambahkan, meningkatkan fungsi dan keindahan visualnya.
4. Berdiri di titik pertemuan berbagai budaya

Masjid Amr bin Ash terletak di dekat Kairo Koptik dan Benteng Babilonia yang bersejarah, menjadikannya berada di persimpangan budaya yang penting. Lingkungannya mencerminkan perpaduan yang kaya antara sejarah dan warisan. Berdekatan dengan beberapa gereja kuno dan Museum Koptik, menampilkan beragam tradisi. Bersama-sama, landmark ini menyoroti koeksistensi harmonis pengaruh Islam dan Kristen di Kairo.
Terlepas dari berbagai tantangan, masjid tetap aktif sebagai tempat ibadah. Ia terus melayani masyarakat tanpa gangguan. Ketahanan ini mencerminkan kekuatan dan signifikansi historisnya. Akibatnya, Masjid Amr bin Ash berdiri sebagai simbol hidup dari kehadiran Islam yang abadi dalam budaya Mesir.
Masjid Amr bin Ash merupakan simbol kuat sejarah, iman, dan ketahanan. Karakteristik yang khas menunjukkan nilainya yang berkelanjutan dalam budaya Mesir. Perkembangan arsitekturnya memberikan gambaran yang bermakna tentang masa lalu. Keempat fakta ini menyoroti mengapa masjid ini tetap menjadi salah satu landmark Mesir yang paling abadi.

![[QUIZ] Tipe Pendaki Gunung Ini Bisa Menggambarkan Sifatmu Lho!](https://image.idntimes.com/post/20250603/falaq-lazuardi-r4mclunu9nk-unsplash-b51a1f1fb3323e63c76058b9cdc8798d.jpg)

![[QUIZ] Cari Tahu Wisata Luar Negeri yang Cocok dengan Shio Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251226/hobby-51_aef47009-510c-4893-ab6d-54b98318c62f.jpg)













