Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Quietcation? Ini Penjelasan dan Keunggulannya!

ilustrasi wanita duduk di bangku
ilustrasi wanita duduk di bangku (pexels.com/Tobi)
Intinya sih...
  • Quietcation fokus pada ketenangan, bukan keramaian
    • Tidak ada itinerary yang padat
    • Traveler lebih memilih lokasi terpencil atau alam terbuka
    • Tren quietcation berkaitan erat dengan kesehatan mental
      • Pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah paparan media sosial dan tekanan sosial
      • Waktu lebih banyak digunakan untuk refleksi diri dan aktivitas pribadi
      • Destinasi quietcation biasanya dekat dengan alam
        • Pegunungan, pedesaan, dan pantai sepi sering jadi pilihan favorit
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu merasa lelah bukan disebabkan aktivitas, tapi karena terlalu banyak suara dan interaksi? Di tengah rutinitas serbacepat, banyak orang mulai mencari liburan yang benar-benar menenangkan. Dari sinilah tren quietcation muncul dan langsung menarik perhatian banyak traveler.

Quietcation bukan sekadar liburan biasa, tapi tentang memberi ruang untuk diri sendiri tanpa hiruk-pikuk keramaian. Konsep ini viral karena dianggap relevan dengan kondisi mental masyarakat modern. Kalau kamu penasaran kenapa quietcation makin digemari, kenali lebih dekat melalui poin-poin berikut, yuk!

1. Quietcation fokus pada ketenangan, bukan keramaian

ilustrasi wanita berjalan di jalan setapak
ilustrasi wanita berjalan di jalan setapak (pexels.com/Ali Kazal)

Quietcation adalah jenis liburan yang mengutamakan suasana sunyi dan minim distraksi. Tidak ada itinerary yang padat, tidak ada kewajiban sosial, dan tidak perlu ikut keramaian wisata. Tujuannya sederhana, yaitu memberi waktu bagi pikiran untuk benar-benar beristirahat.

Berbeda dengan liburan konvensional, quietcation menghindari tempat wisata yang ramai. Traveler lebih memilih lokasi terpencil, alam terbuka, atau penginapan yang tenang. Dengan suasana seperti ini, tubuh dan mental bisa pulih secara alami.

2. Tren quietcation berkaitan erat dengan kesehatan mental

ilustrasi membaca buku
ilustrasi membaca buku (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Quietcation menjadi viral karena banyak orang mulai sadar pentingnya menjaga kesehatan mental. Paparan media sosial, pekerjaan, dan tekanan sosial membuat pikiran mudah lelah. Liburan sunyi dianggap sebagai solusi untuk menurunkan stres tanpa harus pergi jauh.

Dalam quietcation, waktu lebih banyak digunakan untuk refleksi diri. Aktivitas seperti membaca, meditasi, atau sekadar duduk menikmati suasana jadi pilihan utama. Inilah yang membuat quietcation terasa lebih personal dan bermakna.

3. Destinasi quietcation biasanya dekat dengan alam

ilustrasi traveler perempuan berjalan di tepi pantai
ilustrasi traveler perempuan berjalan di tepi pantai (pexels.com/Leon Natan)

Tempat quietcation identik dengan alam yang tenang dan minim kebisingan. Pegunungan, pedesaan, dan pantai sepi sering jadi pilihan favorit. Suara alam seperti angin, air, dan burung justru menjadi daya tarik utama.

Penginapan untuk quietcation biasanya berkonsep eco-lodge atau cabin sederhana. Fasilitasnya tidak berlebihan, tapi cukup untuk kenyamanan dasar. Lingkungan seperti ini membantu traveler merasa lebih terhubung dengan alam.

4. Quietcation cocok untuk solo traveler dan introver

ilustrasi traveler wanita membawa backpack
ilustrasi traveler wanita membawa backpack (pexels.com/Andy Lee)

Quietcation sangat cocok bagi solo traveler yang ingin menikmati waktu sendiri. Tanpa tekanan untuk bersosialisasi, liburan terasa lebih bebas dan autentik. Banyak introvert merasa quietcation memberi energi positif yang jarang didapat dari liburan ramai.

Namun, quietcation juga bisa dilakukan bersama pasangan atau keluarga kecil. Kuncinya adalah kesepakatan untuk menjaga suasana tetap tenang. Dengan begitu, semua orang bisa menikmati manfaatnya.

5. Aktivitas quietcation lebih sederhana, tapi bermakna

ilustrasi wanita menulis jurnal
ilustrasi wanita menulis jurnal (pexels.com/Mikhail Nilov)

Dalam quietcation, aktivitas tidak harus spektakuler atau penuh aksi. Hal-hal sederhana seperti menulis jurnal, memasak sendiri, atau berjalan santai justru jadi favorit. Kesederhanaan ini membuat liburan terasa lebih lambat dan menenangkan.

Tanpa jadwal padat, kamu bisa mendengarkan kebutuhan diri sendiri. Tubuh dan pikiran diberi kesempatan untuk bernapas. Inilah yang membuat quietcation terasa berbeda dari liburan biasa.

Di tengah dunia yang semakin bising, quietcation hadir sebagai pengingat bahwa liburan tak selalu soal pergi jauh atau beramai-ramai. Mungkin yang kita butuhkan hanyalah waktu hening untuk kembali terhubung dengan diri sendiri. Siapa tahu, liburan paling berkesan justru datang dari suasana yang paling sunyi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More

Itinerary 5 Hari Jelajahi Guilin dan Yangshuo China, Dijamin Puas!

07 Jan 2026, 20:45 WIBTravel