Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara ke Gunung Sumbing via Kaliangkrik Naik Bus dari Jakarta
Gunung Sumbing, Magelang (unsplash.com/Andri Hermawan)
  • Perjalanan ke Gunung Sumbing via Kaliangkrik dimulai dari Jakarta menuju Terminal Tidar, Magelang menggunakan bus antarkota dengan tarif sekitar Rp210.000–Rp380.000 tergantung kelas dan fasilitas.
  • Dari Terminal Tidar, pendaki melanjutkan perjalanan ke Pasar Kaliangkrik menggunakan angkot lokal atau ojek online sejauh 20–30 km dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
  • Setibanya di Pasar Kaliangkrik, pendaki wajib naik ojek lokal menuju Basecamp Butuh (Nepal van Java) sebelum registrasi dan persiapan akhir pendakian Gunung Sumbing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendaki Gunung Sumbing via jalur Kaliangkrik atau yang lebih akrab dikenal dengan "Nepal van Java" memang punya daya tarik tersendiri. Selain jalurnya yang menantang, pemandangan rumah-rumah warga yang tersusun rapi di lereng gunung bikin siapa pun betah berlama-lama di sini.

Buat kamu yang berencana berangkat dari Jakarta, perjalanan ini memang butuh stamina ekstra dan perencanaan yang matang. Supaya perjalananmu lebih lancar dan tidak tersesat di tengah jalan, berikut panduan praktis cara ke Gunung Sumbing via Kaliangkrik naik bus dari Jakarta.

1. Perjalanan darat menuju Terminal Tidar, Magelang

ilustrasi bus (unsplash.com/Jonathan Borba)

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menuju Kota Magelang. Dari Jakarta, pilihan paling efisien adalah menggunakan bus antarkota. Kamu bisa naik bus dengan jurusan Magelang atau Yogyakarta. Beberapa PO populer, seperti Handoyo, Santoso, Rosalia Indah, hingga Sinar Jaya, menyediakan pilihan kelas eksekutif atau super executive yang nyaman.

Kamu bisa berangkat dari Terminal Kampung Rambutan, Pulo Gebang, atau Lebak Bulus. Harga tiket bus ini bervariasi, tergantung pada kelas dan fasilitas yang kamu pilih, yakni berkisar antara Rp210.000—Rp380.000. Pastikan kamu memilih jadwal keberangkatan yang tiba di Magelang pada pagi hari agar perjalanan ke basecamp selanjutnya tidak terlalu malam. Jangan lupa, turunlah tepat di Terminal Tidar, Magelang.

2. Melanjutkan perjalanan ke Pasar Kaliangkrik

ilustrasi bus (pexels.com/Jonathan Borba)

Setelah sampai di Terminal Tidar, petualangan sebenarnya baru saja dimulai. Dari terminal, kamu perlu melanjutkan perjalanan menuju Pasar Kaliangkrik. Cara paling umum adalah dengan menumpang bus kecil atau angkot lokal yang memang melayani rute ke arah Kaliangkrik.

Namun, kalau kebetulan kamu sampai saat jadwal bus sedang kosong atau tidak ada armada yang tersedia, tidak perlu bingung. Kamu bisa memanfaatkan layanan ojek online (ojol) yang ada di sekitar terminal. Jarak dari Terminal Tidar ke Pasar Kaliangkrik sendiri sekitar 20—30 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Menggunakan ojol memang sedikit lebih mahal, tapi tentu lebih fleksibel dan bisa langsung mengantarmu ke titik transit berikutnya.

3. Ojek lokal menuju Basecamp Butuh (Nepal van Java)

ilustrasi naik ojek online (commons.wikimedia.org/Galeri ega)

Sesampainya di Pasar Kaliangkrik, kamu sudah sangat dekat dengan tujuan. Untuk menuju Basecamp Butuh yang terkenal dengan sebutan Nepal van Java, kamu tidak bisa lagi menggunakan kendaraan umum biasa karena medan yang menanjak dan cukup ekstrem.

Solusinya, kamu wajib menggunakan jasa ojek motor lokal. Kamu bisa dengan mudah menemukan pangkalan tukang ojek lokal di area Pasar Kaliangkrik atau terminal kecil di sana. Tarif ojek ini biasanya dipatok kisaran Rp30.000—Rp35.000 per orang.

Ojek ini akan membantumu menembus akses jalan yang curam hingga sampai tepat di depan pintu masuk basecamp. Memakai jasa warga lokal bukan hanya mempermudah aksesmu, tetapi juga menjadi bentuk dukungan langsung untuk ekonomi masyarakat sekitar lereng Gunung Sumbing.

4. Persiapan akhir dan registrasi di basecamp

Gunung Sumbing (wikimedia.commons.org/Hendrojkson)

Begitu sampai di Basecamp Butuh, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melapor dan melakukan registrasi pendakian. Pastikan kamu sudah menyiapkan fisik yang prima, peralatan pendakian yang lengkap, dan tentunya surat keterangan sehat jika diwajibkan oleh pihak pengelola.

Jangan lupa untuk bertanya kepada pengelola basecamp mengenai kondisi cuaca terbaru dan status jalur pendakian. Cuaca di Gunung Sumbing sering kali berubah-ubah dengan cepat. Manfaatkan waktu sebelum mendaki untuk beristirahat sejenak, mengisi perut, dan menikmati suasana magis Nepal van Java yang ikonik.

Jika kamu punya waktu luang sebelum benar-benar mendaki, berkeliling sebentar di area desa sambil mengambil foto akan menjadi momen yang tidak terlupakan sebelum kamu mulai menanjak menuju puncak.

Dengan persiapan yang matang dan mengikuti alur transportasi di atas, perjalananmu dari Jakarta menuju puncak Sumbing akan jauh lebih terstruktur. Tetap jaga kebersihan selama di gunung dan bawa turun kembali sampahmu, ya. Selamat mendaki dan semoga puncak Sumbing bisa kamu taklukkan dengan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team