Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dos and Don'ts Membawa Powerbank di Pesawat Terbang
Potret Xiaomi UltraThin Magnetic Powerbank (IDN Times/Fatkhur Rozi)
  • Pesawat KLM Amsterdam-Curaçao kembali ke Schiphol pada 17 September 2026 setelah powerbank penumpang mengeluarkan asap dan api, yang segera dipadamkan awak kabin.

  • Powerbank wajib dibawa di bagasi kabin, idealnya di tas pribadi atau seat pocket, bukan bagasi terdaftar; kapasitas maksimal 99,9 Wh dan jumlahnya maksimal dua unit.

  • Penumpang harus memastikan label spesifikasi terbaca, melindungi port dari korsleting, menghindari panas atau himpitan, serta tidak mengisi daya perangkat memakai powerbank selama penerbangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Insiden terbakarnya powerbank di pesawat terbang kembali terjadi. Pada Kamis (17/9/2026), pesawat KLM rute Amsterdam-Curaçao harus berbalik arah kembali ke Bandara Schiphol, Amsterdam, setelah sebuah powerbank milik penumpang tiba-tiba mengeluarkan asap pekat hingga memicu kobaran api di dalam kabin. Berkat kesigapan awak kabin, api berhasil dengan cepat dipadamkan sebelum menimbulkan bahaya yang lebih fatal bagi seluruh penumpang.

Seperti yang sudah berlaku di berbagai maskapai di dunia, ada aturan ketat terkait penggunaan dan penyimpanan powerbank selama penerbangan demi mencegah risiko thermal runaway atau ledakan di udara. Bagi kamu yang sering bepergian dengan pesawat penerbangan domestik maupun internasional, memahami regulasi keselamatan menjadi hal yang wajib.

Berikut dos and don'ts saat membawa powerbank ke dalam pesawat yang perlu dipahami para penumpang, agar perjalanan tetap aman dan nyaman!

1. Do: bawa powerbank ke dalam bagasi kabin atau carry-on baggage

Potret perempuan sedang membawa tas tangan saat hendak naik pesawat (pexels.com/Asya Cusima)

Aturan paling fundamental dalam penerbangan adalah membawa powerbank di dalam tas jinjing dan bagasi kabin yang dibawa masuk ke dalam pesawat. Baterai litium di dalam powerbank berpotensi mengalami reaksi kimia berlebih atau korsleting yang memicu munculnya percikan api. Hal ini untuk berjaga-jaga jika terjadi masalah, seperti munculnya asap dan terbakar, agar bisa langsung terdeteksi dan ditangani awak kabin secara cepat.

Penyimpanannya pun sebaiknya tidak diletakkan di kompartemen yang ada di atas kepala, melainkan di tas yang dipangku atau diletakkan di seat pocket (wadah yang menempel di bagian belakang kursi atau di bawah meja lipat dan biasanya digunakan untuk menyimpan petunjuk keselamatan atau majalah penerbangan).

Jika nekat meletakkan powerbank di bagasi terdaftar (checked baggage), risiko bahaya jadi lebih tinggi, karena tidak bisa terpantau secara langsung. Apabila terjadi ledakan atau kebakaran di dalam kargo, sistem pemadam otomatis di sana membutuhkan waktu lebih lama untuk memadamkan apinya.

2. Don't: tidak memeriksa kapasitas daya dan membawa lebih dari ketentuan

Informasi kapasitas pada powerbank (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Jangan sembarangan membawa powerbank ke dalam pesawat terbang. Sebelum berangkat, penumpang wajib memeriksa label informasi tentang kapasitas daya yang tertera di powerbank. Sebagian besar maskapai penerbangan dunia, termasuk regulasi ICAO dan IATA, mengizinkan penumpang membawa powerbank berdaya tidak lebih dari 99,9 Wh atau setara dengan 27 ribu mAh.

Sementara itu, jumlah maksimal yang boleh dibawa setiap penumpang adalah dua buah powerbank. Saat checkin, biasanya petugas konter akan bertanya apakah penumpang membawa powerbank dan berapa jumlahnya. Penumpang harus jujur dan mengatakan apa adanya. Jika tidak, petugas bisa menyita powerbank kita, karena menyalahi aturan.

3. Do: memastikan label informasi kapasitas dan spesifikasi tercetak jelas

Produk powerbank dan charging kit (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Hal teknis yang sering diabaikan penumpang adalah kondisi fisik label spesifikasi pada powerbank. Petugas bandara di area pemeriksaan keamanan biasanya akan melakukan pengecekan untuk memastikan perangkat milikmu memenuhi batas kapasitas keselamatan. Jika tulisan indikator kapasitas sudah luntur, terkelupas, atau hilang sama sekali, petugas berhak menyita perangkat tersebut.

Untuk mengantisipasi hal ini, pastikan kamu membeli perangkat pengisi daya dari merek tepercaya dan informasi spesifikasi tercetak dengan jelas atau tahan lama. Jika label spesifikasi pada powerbank milikmu mulai memudar karena usia pemakaian, sebaiknya ganti dengan unit baru sebelum melakukan penerbangan untuk menghindari potensi penyitaan di bandara.

4. Don't: mengisi daya perangkat dengan powerbank selama penerbangan

Potret orang mengisi daya ponsel dengan powerbank (pexels.com/DEBRAJ ROY)

Salah satu larangan keras yang sering diabaikan penumpang adalah mengisi ulang daya ponsel atau tablet menggunakan powerbank selama penerbangan berlangsung. Proses pengisian daya memicu adanya peningkatan suhu panas, baik pada ponsel maupun pada powerbank itu sendiri, serta menyebabkan overheating dan ketidakstabilan sel baterai.

Sebagian besar maskapai secara tegas melarang aktivitas pengisian daya ini sejak pesawat lepas landas hingga mendarat. Jika kamu memang membutuhkan pengisian daya untuk perangkat elektronik selama penerbangan panjang, sebaiknya manfaatkanlah port USB atau colokan listrik yang ada di kursi penumpang.

5. Do: melindungi kutub baterai dari risiko korsleting arus pendek

Potret port pada powerbank (pexels.com/Evan Mahmud Shuvo)

Langkah penting yang sering diabaikan penumpang adalah melindungi port atau konektor powerbank. Gesekan port dengan benda-benda logam, seperti kunci, koin, atau pulpen, di dalam tas ternyata bisa memicu korsleting listrik dan menghasilkan panas berlebih secara mendadak. Sebelum berangkat, kamu bisa menutup setiap port dengan isolasi nonkonduktif atau menyimpannya di dalam kantong pelindung khusus.

Selain itu, menyimpan perangkat di dalam wadah penyimpan pelindung (pouch) juga bantu menjaga suhunya tetap stabil. Dengan mengisolasi titik kontak arus listrik, kamu dapat meminimalkan risiko lonjakan arus panas yang menjadi pemicu utama timbulnya percikan api di dalam tas.

6. Don't: membiarkan powerbank tertindih atau terpapar suhu panas secara langsung

Potret menindih powerbank dengan ponsel (pixabay.com/LYOO_JW)

Menyimpan powerbank di tempat yang padat atau terkena paparan sinar matahari langsung dapat memicu kerusakan struktural pada baterai litium di dalamnya. Selain itu, tekanan fisik yang terlalu kuat dari barang bawaan lain di dalam tas juga dapat merusak (separator) internal baterai dan menyebabkan korsleting di dalamnya.

Selain tekanan fisik, hindari meletakkan tas penyimpan powerbank di dekat area yang menghasilkan panas, seperti dekat jendela yang terpapar sinar matahari langsung atau dekat mesin perangkat lain. Pastikan perangkat disimpan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan bebas dari himpitan barang-barang berbobot berat.

Demikian dos and do'ts membawa powerbank selama naik pesawat terbang yang wajib dipatuhi para penumpang. Semoga informasi ini bermanfaat dan perjalananmu aman, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article