Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 Etika Bertemu Penyu saat Snorkeling maupun Diving!
Potret penyu yang sedang berenang di laut (unsplash.com/Tanguy Sauvin)
  • Video warga negara asing menombak penyu hingga tewas di Raja Ampat memicu kemarahan dan menegaskan pentingnya menghormati penyu sebagai satwa langka saat menyelam.
  • Penyelam perlu menjaga jarak minimal dua meter, tidak menyentuh atau mengepung penyu, serta memastikan jalur berenangnya menuju permukaan tetap bebas.
  • Penyu tidak boleh diberi makan atau disorot senter maupun flash langsung karena dapat mengganggu perilaku, pencernaan, navigasi, dan memicu stres.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aksi keji seorang warga negara asing di perairan Raja Ampat baru-baru ini memicu kemarahan banyak orang, terutama komunitas scuba diver dan pencinta satwa Tanah Air. Dalam tayangan video yang tersebar di berbagai media, oknum tersebut terlihat menembak penyu dengan tombak ikan hingga tewas dan memamerkan potret makanan dari "hasil buruannya" tersebut.

Kejadian ini menjadi tamparan keras, sekaligus pengingat untuk memahami etika saat berinteraksi dengan satwa laut. Saat menyelam, seseorang tidak sekadar rekreasi dan menikmati keindahan alam bawah laut, tetapi juga mengunjungi "rumah" para penghuninya, termasuk penyu. Ada kewajiban moral sebagai tamu untuk menjaga kelestarian ekosistem dan menghormati para penghuninya, terutama satwa langka seperti penyu yang terancam punah.

Berikut etika bertemu penyu saat menyelam di laut, baik saat snorkeling maupun diving, yang perlu kita pahami bersama. Momen menyelam jadi tetap berkesan dan menyenangkan dengan tetap bertanggung jawab pada alam sekitar kita.

1. Jaga jarak aman

Potret penyu berenang di laut (unsplash.com/wanderingstef)

Prinsip dasar dan paling utama saat bertemu penyu di bawah air adalah menjaga jarak aman dan menerapkan aturan "look, but don't touch." Menyentuh penyu dapat memicu stres pada hewan tersebut, merusak lapisan pelindung pada cangkang atau kulitnya, serta memicu reaksi panik yang membuat mereka berenang secara cepat dan agresif.

Setiap penyelam harus menahan diri untuk tidak memegang, menunggangi, atau sekadar mengelus tempurung penyu demi foto atau konten media sosial. Beri jarak setidaknya dua meter untuk menyaksikan gerak-geriknya. Jika penyu bergerak mendekat, usahakan untuk tetap tenang dan beri ruang tanpa melakukan gerakan mendadak yang bisa membuatnya kaget.

2. Hindari menutup jalur berenang penyu

Potret penyu berenang (pexels.com/theadventuretravelers)

Penyelam sering kali berenang terlalu dekat, di atas, atau di depan jalur penyu demi mendapatkan sudut foto yang bagus. Tindakan menghalangi jalur berenang penyu ini, terutama jalur menuju permukaan, sangat berbahaya. Sebab, penyu adalah reptil yang bernafas dengan paru-paru dan sesekali ia harus naik ke atas untuk menghirup oksigen.

Jika penyu merasa terhalangi, ia bisa langsung panik dan stres. Berikan ruang bebas di sekelilingnya dan jangan pernah mengepung penyu bersama rombongan penyelam lain hanya demi kesenangan pribadi atau mengambil gambar, ya!

3. Jangan memberi penyu makanan

Potret penyu sedang berenang (pexels.com/OhCaN)

Saat melihat gerak-gerik penyu yang anggun dan menawan, tak jarang memicu keinginan untuk memberinya makan. Sebaiknya hindari tindakan ini, karena memiliki dampak yang tidak baik baginya.

Penyu yang kerap diberi makan oleh manusia akan mengalami gangguan perilaku, membuat mereka ketergantungan, dan mengalami gangguan sistem pencernaan jika mengonsumsi makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi atau diet alami mereka.

Selain itu, penyu akan kehilangan rasa takutnya pada manusia dan kapal, sehingga lebih mudah tertabrak perahu atau menjadi sasaran perburuan liar. Mereka yang sering berinteraksi dengan manusia juga bisa menjadi lebih agresif dan tak jarang menyerang dengan gigitannya yang kuat.

4. Hindari menyorot penyu dengan senter dan flash kamera

Potret penyu berenang (unsplash.com/olgaga)

Saat melakukan night dive atau penyelaman di area goa bawah laut, biasanya penyelam menggunakan senter atau dive light. Jika mengenai mata penyu, sorot lampu yang tajam tersebut dapat menyebabkan disorientasi, kaget, stres, dan menggaggu sistem navigasinya. Begitu pula dengan penggunaan lampu kamera (flash) kamera.

Jika ingin mengabadikan momen bersama penyu, gunakan pencahayaan alami atau turunkan intensitas lampu senter. Hindari menyorot bagian wajah penyu secara langsung. Lebih aman lagi jika menyelam pada siang hari di perairan dangkal. Cahaya alami dari atas masih cukup banyak dan membuat fotomu jadi lebih cantik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article