- apakah tiket bisa re-booking gratis?
- apakah tersedia rute alternatif yang lebih aman?
- apakah penumpang bisa mendapatkan refund penuh?
- apakah maskapai memberikan voucher perjalanan dengan masa berlaku hingga satu tahun dengan nilai yang sama?
Lakukan Hal Ini jika Kamu Terbang ke Negara Konflik!

Konflik di kawasan Timur Tengah berdampak pada perjalanan udara internasional. Sejak wilayah udara mereka ditutup karena konflik Amerika Serikat dan Iran pada 28 Februari lalu, banyak maskapai harus mengubah rencana penerbangannya.
Kondisi ini pun membuat beberapa rute harus dialihkan. Bahkan beberapa maskapai melakukan pembatalan penerbangan hingga beroperasi secara terbatas demi alasan keamanan.
Namun, jika kamu memiliki penerbangan transit atau bahkan tujuan ke negara yang sedang konflik, sebaiknya jangan langsung panik. Lantas, apa yang harus dilakukan jika kamu akan menempuh penerbangan ke negara konflik? Kamu bisa melakukan beberapa hal seperti di bawah ini!
1. Hubungi maskapai terlebih dahulu
Langkah pertama yang sebaiknya kamu lakukan adalah menghubungi layanan customer service maskapai. Informasi resmi dari maskapai akan membantu kamu memahami situasi terbaru terkait penerbangan.
Saat menghubungi maskapai, tanyakan dengan jelas opsi yang tersedia untuk penumpang. Beberapa hal penting yang bisa kamu tanyakan antara lain:
Dengan mengetahui opsi yang tersedia, kamu bisa menentukan langkah selanjutnya tanpa buru-buru mengambil keputusan.
2. Masuk kategori force majeure

Dalam banyak kasus, gangguan penerbangan akibat konflik militer biasanya masuk dalam kategori force majeure. Artinya, kondisi tersebut berada di luar kendali maskapai maupun penumpang.
Oleh karena itu, maskapai biasanya memberikan beberapa opsi fleksibel kepada penumpang. Di antaranya seperti refund penuh, rebooking gratis ke tanggal lain, atau perubahan rute tanpa biaya tambahan. Kebijakan ini bisa berbeda pada setiap maskapai, tetapi pada umumnya penumpang tetap diberikan pilihan agar tidak dirugikan.
3. Jika maskapai sudah cancel atau reschedule
Jika maskapai sudah melakukan cancel atau reschedule, biasanya penumpang memiliki hak untuk memilih beberapa opsi. Biasanya kamu bisa pilih antara refund atau jadwal ulang.
Nah, sebelum memutuskan pilihan, sebaiknya tanyakan dulu soal reroute ke jalur yang lebih aman. Tentunya jika maskapai menawarkan opsi tersebut. Keputusan ini juga sangat tergantung pada seberapa mendesak perjalanan tersebut harus dilakukan.
Itu dia beberapa langkah yang bisa kamu lakukan jika punya penerbangan langsung atau transit ke negara konflik. Situasi konflik memang bisa menimbulkan ketidakpastian dalam perjalanan udara. Namun, dengan tetap tenang dan mencari informasi resmi dari maskapai, kamu bisa mengambil keputusan yang aman dan terencana.
Semoga perjalananmu selalu lancar, ya!


















