Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tips Menghemat Kampas Rem Mobil

4 Tips Menghemat Kampas Rem Mobil
ilustrasi mengendarai mobil (unsplash.com/Matthew Henry)
Intinya Sih
  • Kampas rem berperan penting dalam keselamatan berkendara, namun gaya mengemudi yang salah dapat mempercepat keausannya dan menambah biaya perawatan mobil.
  • Menghindari pengereman mendadak, memanfaatkan engine brake, serta tidak menekan rem terus-menerus membantu menjaga suhu dan umur kampas rem tetap optimal.
  • Menjaga jarak aman dengan kendaraan lain memungkinkan pengemudi mengurangi kecepatan secara bertahap tanpa sering mengerem, sehingga kampas rem lebih awet dan berkendara lebih nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kampas rem merupakan salah satu komponen penting yang terdapat pada sistem pengereman mobil, sebab memiliki fungsi penting untuk menghentikan laju kendaraan dengan cara yang lebih aman. Sayangnya, ternyata banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa gaya mengemudi yang keliru bisa saja mempercepat potensi keausan pada kampas rem, sehingga membuatnya harus segera diganti dan hal ini jelas dapat menambah biaya perawatan.

Menghemat kampas rem bukan hanya soal efisiensi biaya semata, namun hal ini juga menyangkut terkait keselamatan dan kenyamanan dalam proses berkendara. Dengan menerapkan beberapa tips penting berikut ini, maka kampas rem pun bisa bertahan lebih lama dan berfungsi dengan lebih optimal.

1. Hindari pengereman secara mendadak

ilustrasi mobil (pexels.com/Erik Mclean)
ilustrasi mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Salah satu penyebab utama mengapa kampas rem bisa cepat aus adalah karena kebiasaan mengerem secara mendadak, terutama pada saat sedang mengemudi dalam kecepatan tinggi atau jarak dekat. Gaya mengemudi seperti ini memang bisa menyebabkan tekanan berlebih pada bagian kampas rem, sehingga pada akhirnya mempercepat proses keausan dan juga mengurangi usia pakainya.

Solusi yang bisa kamu lakukan adalah dengan tetap membiasakan untuk selalu membaca situasi lalu lintas dari kejauhan dan mengurangi kecepatan secara bertahap sebelum menghentikan mobil. Setidaknya dengan cara tersebut, maka tekanan terhadap sistem rem dapat dikurangi dengan signifikan dan rem pun lebih awet untuk jangka panjang.

2. Memanfaatkan engine brake

ilustrasi pedal mobil (unsplash.com/Unervi González)
ilustrasi pedal mobil (unsplash.com/Unervi González)

Engine brake merupakan teknik memperlambat kendaraan dengan cara menurunkan gigi transmisi, sehingga tidak langsung menekan pedal rem secara tiba-tiba. Teknik ini sebetulnya sangat efektif untuk bisa mengurangi ketergantungan pada rem utama, khususnya pada saat harus menuruni kondisi jalanan yang curam.

Setidaknya dengan menggunakan sistem engine brake, maka gaya gesek pada kampas rem dapat diminimalisir dengan baik, sehingga masa pakainya juga akan jauh lebih panjang. Selain itu, metode ini juga dinilai memberikan kontrol yang jauh lebih baik terhadap kendaraan, khususnya pada saat harus melewati kondisi jalan yang menurun atau licin.

3. Jangan terlalu sering menginjak rem secara kontinu

ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Alex Jumper)
ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Alex Jumper)

Beberapa pengemudi ternyata memiliki kebiasaan buruk dengan menekan pedal rem secara terus-menerus dalam waktu yang relatif lama, seperti misalnya ketika berada di turunan panjang atau dalam kondisi macet. Kebiasaan ini ternyata rentan membuat kampas rem menjadi bekerja tanpa jeda, sehingga menimbulkan kondisinya yang cepat panas dan juga aus.

Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan rem secara terputus-putus atau bergantian dengan engine brake agar suhu kampas rem tersebut tetap stabil. Teknik ini bukan hanya dapat menghemat kertas rem, namun juga memastikan performa sistem pengereman tetap bekerja dengan baik secara keseluruhan.

4. Jaga jarak aman dengan kendaraan lain

ilustrasi mengemudi di lampu merah
ilustrasi mengemudi di lampu merah (unsplash.com/Georg Arthur Pflueger)

Menjaga jarak aman pada saat berkendara ternyata memungkinkanmu untuk bisa bereaksi lebih tenang dan tidak sampai tergesa-gesa ketika harus mengerem. Jika jaraknya terlalu dekat, maka pengemudi bisa cenderung terlalu sering menginjak rem untuk menghindari potensi tabrakan, sehingga inilah yang dapat mempercepat potensi keausan pada kampas rem.

Setidaknya dengan menjaga jarak aman, maka kamu bisa memiliki ruang lebih untuk bisa mengurangi kecepatan secara perlahan tanpa harus selalu sering mengerem secara mendadak. Selain bisa menghemat kampas rem, namun hal ini juga dapat memberikan pengalaman berkendara yang jauh lebih nyaman dan juga aman.

Menghemat kampas rem bukanlah hal yang sulit apabila pengemudi memahami cara kerjanya dengan baik. Setidaknya dengan upaya-upaya yang ada, maka bukan hanya dapat mengurangi biaya perawatan, namun juga bisa mendukung keselamatan dalam berkendara di jalan. Perawatan pada komponen rem membawa dampak besar terhadap performa mobil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More