Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ekspansi Agresif Xpeng: Bidik Pabrik Volkswagen di Benua Eropa

Ekspansi Agresif Xpeng: Bidik Pabrik Volkswagen di Benua Eropa
First impression Xpeng G6 (IDN Times/Fadhliansyah)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Xpeng tengah menjajaki akuisisi fasilitas produksi Volkswagen di Eropa untuk mempercepat ekspansi dan mengamankan rantai pasok kendaraan listriknya.
  • Lonjakan ekspor mobil listrik Xpeng memicu kebutuhan mendesak akan pabrik baru, meski saat ini mereka masih bergantung pada kontrak perakitan dengan Magna Steyr di Austria.
  • Produksi lokal di Eropa menjadi strategi Xpeng untuk menghindari tarif impor tinggi sekaligus bersaing ketat dengan pabrikan China lain seperti BYD yang juga agresif berekspansi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Langkah strategis demi mengamankan posisi di pasar kendaraan listrik global kembali ditunjukkan oleh produsen otomotif terkemuka asal China, Xpeng. Perusahaan ini dilaporkan tengah menjajaki peluang besar untuk mengakuisisi salah satu fasilitas produksi milik raksasa otomotif Jerman, Volkswagen, yang berada di daratan Eropa.

Rencana akuisisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Xpeng tidak ingin membuang waktu dalam memperluas cengkeraman bisnisnya di pasar internasional. Dengan memanfaatkan momentum restrukturisasi yang sedang dilakukan oleh beberapa produsen mobil konvensional Eropa, pabrikan China ini berusaha mengamankan rantai pasok fisiknya secara mandiri di benua biru.

1. Pembicaraan aktif demi mengamankan lokasi produksi fisik di eropa

Screen Shot 2025-08-26 at 5.17.17 PM.png
Volkswagen XL1 (volkswagen-newsroom.com)

Konfirmasi mengenai penjajakan ini disampaikan langsung oleh Elvis Cheng selaku Direktur Pelaksana Xpeng untuk wilayah Eropa Timur Laut dalam sebuah konferensi tingkat tinggi otomotif. Manajemen Xpeng menyatakan bahwa komunikasi dengan pihak Volkswagen sedang berjalan secara aktif untuk melihat potensi pengambilalihan jalur perakitan yang kapasitas produksinya mulai dikurangi oleh pabrikan Jerman tersebut. Langkah ini dinilai sebagai jalan pintas yang sangat taktis untuk mempercepat kepemilikan basis manufaktur lokal.

Meski demikian, proses negosiasi ini dipastikan tidak akan berjalan dengan mudah karena adanya standarisasi teknologi yang sangat kontras. Pihak Xpeng mencatat bahwa beberapa fasilitas pabrik tua milik Volkswagen mungkin tidak lagi memenuhi kriteria teknis ketat yang dibutuhkan untuk merakit kendaraan listrik modern yang sarat fitur canggih. Jika kesepakatan akuisisi ini nantinya menemui jalan buntu, Xpeng menegaskan kesiapannya untuk mengalokasikan investasi besar guna membangun pabrik baru sepenuhnya dari nol.

2. Lonjakan ekspor yang masif memaksa lini produksi bekerja maksimal

Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)
Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)

Kebutuhan mendesak Xpeng terhadap ruang produksi baru di luar negeri dipicu oleh performa penjualan internasional yang mengalami tren kenaikan sangat tajam. Laporan data penjualan menunjukkan peningkatan pengiriman kendaraan listrik Xpeng ke luar China hingga menyentuh angka puluhan ribu unit dalam beberapa bulan pertama tahun ini. Lonjakan permintaan yang tumbuh hingga puluhan persen secara tahunan ini otomatis membuat kapasitas pabrik domestik mereka mulai mencapai batas maksimal operasional.

Untuk mengantisipasi keterbatasan ruang tersebut, Xpeng sebenarnya telah bekerja sama melalui sistem kontrak perakitan dengan pabrik Magna Steyr di Graz, Austria. Fasilitas tersebut sudah sukses memproduksi beberapa model andalan mereka seperti SUV listrik G6 dan G9, serta mulai melakukan uji coba untuk lini sedan listrik terbaru. Namun, memiliki dan mengendalikan pabrik sendiri secara utuh tetap menjadi prioritas jangka panjang perusahaan guna mengimbangi kecepatan penetrasi pasar yang semakin agresif.

3. Strategi taktis menghindari tarif impor tinggi dan peta persaingan sesama pabrikan china

BYD Sealion 7 (byd.com)
BYD Sealion 7 (byd.com)

Keinginan kuat untuk memproduksi mobil langsung di tanah Eropa bukan sekadar urusan efisiensi logistik, melainkan sebuah strategi geopolitik ekonomi yang sangat krusial. Dengan merakit kendaraan secara lokal di dalam kawasan Uni Eropa, Xpeng dapat secara legal menghindari pengenaan tarif bea masuk impor yang sangat tinggi bagi mobil listrik utuh buatan China. Regulasi ketat Uni Eropa yang menerapkan pajak impor tambahan hingga puluhan persen terbukti menjadi momok yang bisa menggerus daya saing harga di mata konsumen Eropa.

Xpeng bukanlah satu-satunya pemain dari Asia yang menyadari celah regulasi ini, karena persaingan sesama pabrikan China di Eropa justru semakin memanas. Kompetitor berat mereka seperti BYD juga sedang gencar melakukan negosiasi serupa dengan grup Stellantis untuk mengambil alih jalur-jalur perakitan Eropa yang mulai kosong. Bahkan, beberapa kompetitor tersebut sudah melangkah lebih jauh dengan memulai pembangunan pabrik bernilai miliaran euro di wilayah Hungaria dan Turki yang dijadwalkan segera beroperasi dalam waktu dekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More