Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mobil EV Kecil Jadi Tren Baru, Persaingan Antar-Brand Makin Sengit

Mobil EV Kecil Jadi Tren Baru, Persaingan Antar-Brand Makin Sengit
Chery Q hadir di Indonesia (IDN Times/Fadhliansyah)

Jakarta, IDN Times - Pasar mobil listrik di Indonesia mulai menunjukkan perubahan arah. Jika sebelumnya kendaraan listrik identik dengan SUV mahal berteknologi tinggi, kini justru model EV kompak yang mulai ramai bermunculan di Tanah Air.

Belum lama ini Chery memperkenalkan Chery Q di Indonesia pada 18 Mei 2026. Kehadiran model tersebut menambah daftar mobil listrik mungil yang mulai meramaikan pasar domestik bersama beberapa nama lain seperti Wuling Air EV, Changan Lumin, Geely EX2, hingga BYD Atto 1.

1. Pabrikan mulai melihat potensi EV kecil di Indonesia

Mobil listrik BYD Atto 1 STD berwarna hitam diparkir di depan gedung kaca dengan desain modern dan lampu depan menyala.
Tampilan BYD Atto 1 STD (Dok. Istimewa)

Fenomena kemunculan banyak compact EV menunjukkan pabrikan mulai melihat kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang berubah. Mobil listrik berukuran kecil dinilai lebih cocok digunakan untuk aktivitas harian di tengah kondisi jalan yang padat.

Selain dimensinya ringkas, model seperti Chery Q juga hadir dengan desain yang lebih playful dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini. Hal ini membuat compact EV tak lagi sekadar kendaraan alternatif, tetapi mulai dipandang sebagai bagian dari lifestyle.

Menariknya, beberapa pabrikan China kini juga mulai serius menggarap segmen tersebut. Mereka melihat pasar Indonesia punya karakter yang mirip dengan kota-kota besar di Asia, yakni mobilitas pendek dengan tingkat kemacetan tinggi.

2. Compact EV mulai mengisi peran mobil kedua

IMG_9257.jpeg
Wuling Air ev (Wuling)

Di sisi lain, mobil listrik kompak juga mulai dianggap cocok menjadi kendaraan kedua dalam keluarga. Banyak konsumen masih mempertahankan mobil bensin atau hybrid untuk perjalanan jauh, sementara EV kecil digunakan khusus aktivitas dalam kota.

Pola ini perlahan mengubah cara pandang masyarakat terhadap kendaraan listrik. Sebab sebelumnya EV sering dianggap harus mampu memenuhi semua kebutuhan mobilitas sekaligus.

Kini compact EV dipakai untuk kebutuhan harian seperti berangkat kerja, mengantar anak sekolah, hingga belanja. Sementara mobil utama tetap digunakan untuk perjalanan luar kota atau kebutuhan keluarga besar.

3. Persaingan compact EV diprediksi semakin panas

IMG_0258.jpeg
Review Geely EX2 Max (IDN Times/Fadhliansyah)

Masuknya semakin banyak model baru diperkirakan bakal membuat persaingan segmen compact EV semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan. Terlebih harga kendaraan listrik mungil mulai mendekati mobil entry level bermesin bensin.

Selain itu, biaya operasional yang rendah juga menjadi daya tarik utama. Pengguna hanya perlu mengisi daya di rumah tanpa harus terlalu sering datang ke SPBU.

Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin posisi city car konvensional perlahan mulai digeser oleh compact EV. Sebab konsumen urban kini mulai mencari kendaraan yang praktis, efisien, dan mudah digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More

Ekspansi Agresif Xpeng: Bidik Pabrik Volkswagen di Benua Eropa

20 Mei 2026, 11:05 WIBAutomotive