Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hal yang Membuat Mobil Sport Terasa Merepotkan Saat Dipakai Harian

3 min read
5 Hal yang Membuat Mobil Sport Terasa Merepotkan Saat Dipakai Harian
ilustrasi pria dan mobil sport (pexels.com/Pavel Kalenik)
  • Ground clearance rendah membuat mobil sport rentan mentok pada polisi tidur, jalan menanjak, turunan curam, dan akses gedung bersudut tajam.
  • Bodi lebar, radius putar, posisi duduk rendah, serta visibilitas terbatas menyulitkan manuver di gang sempit, parkiran, dan kemacetan kota.
  • Suspensi kaku kurang nyaman di jalan rusak, sementara konsumsi bahan bakar, ban, komponen performa, dan perawatan membuat biaya kepemilikan lebih tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mobil sport punya daya tarik yang sulit ditolak. Desain agresif, performa tinggi, serta suara mesin yang khas membuat kendaraan jenis ini terlihat menyenangkan untuk dikendarai.

Namun, sensasi tersebut tidak selalu cocok dengan kondisi jalan perkotaan. Kemacetan, polisi tidur, jalan rusak, hingga tempat parkir yang sempit bisa membuat mobil sport justru terasa merepotkan untuk penggunaan harian.

  1. 1. Ground clearance rendah mudah mentok

    ilustrasi mobil sport
    ilustrasi mobil sport (pexels.com/Erik Mclean)

    Salah satu masalah paling umum adalah jarak terendah ke tanah yang rendah. Mobil sport biasanya dirancang dengan posisi bodi lebih dekat ke permukaan jalan untuk menjaga stabilitas dan mendapatkan karakter berkendara yang lebih responsif.

    Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika melewati polisi tidur, jalan menanjak, turunan curam, atau akses gedung dengan sudut kemiringan tajam. Pengemudi harus lebih berhati-hati agar bumper depan, side skirt, atau bagian bawah mobil tidak terbentur permukaan jalan.

  2. 2. Ukuran bodi dan radius putar menyulitkan

    ilustrasi mobil sport di jalan
    ilustrasi mobil sport di jalan (pexels.com/Abdulwahab Alawadhi)

    Sebagian mobil sport memiliki bodi lebar untuk mengakomodasi ban berukuran besar dan memberikan kestabilan lebih baik. Dimensi seperti ini bisa terasa kurang praktis ketika harus melewati gang sempit atau berhadapan dengan kendaraan lain di jalan perkotaan.

    Radius putar juga dapat menjadi persoalan saat bermanuver di area terbatas. Ketika masuk atau keluar parkiran, pengemudi mungkin harus melakukan beberapa kali manuver agar mobil dapat berbelok dengan aman tanpa menyenggol pembatas maupun kendaraan di sekitarnya.

  3. 3. Kabin rendah dan visibilitas terbatas

    ilustrasi mobil sport parkir
    ilustrasi mobil sport parkir (pexels.com/Radu Daniel MRD)

    Posisi duduk rendah memang menjadi salah satu ciri khas mobil sport. Pengemudi bisa mendapatkan sensasi berkendara yang lebih dekat dengan permukaan jalan, tetapi posisi tersebut juga dapat membuat visibilitas di lalu lintas perkotaan terasa berbeda dibandingkan mobil biasa.

    Pandangan terhadap kendaraan di depan, pembatas jalan, atau permukaan jalan tertentu dapat lebih terbatas. Kondisi ini semakin terasa ketika harus bermanuver di tengah kemacetan. Pengemudi perlu lebih mengandalkan spion dan memperhatikan lingkungan sekitar sebelum berpindah jalur.

  4. 4. Suspensi keras terasa di jalan rusak

    ilustrasi mobil sport di jalan
    ilustrasi mobil sport di jalan (pexels.com/txomcs)

    Mobil sport umumnya menggunakan karakter suspensi yang lebih kaku untuk menunjang pengendalian. Pengaturan tersebut membantu mobil tetap stabil ketika melaju cepat atau melewati tikungan, tetapi konsekuensinya bisa terasa ketika digunakan di jalan kota yang permukaannya tidak rata.

    Lubang, sambungan aspal, polisi tidur, dan permukaan bergelombang dapat membuat perjalanan terasa lebih keras. Pengemudi juga harus mengurangi kecepatan ketika menemukan kondisi jalan buruk agar komponen suspensi dan roda tidak menerima benturan berlebihan.

  5. 5. Konsumsi bahan bakar dan biaya lebih tinggi

    benarkah mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo bikin irit
    ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Ali Mkumbwa)

    Mesin berperforma tinggi membutuhkan energi yang lebih besar ketika sering digunakan untuk akselerasi. Dalam kondisi lalu lintas kota yang padat dan banyak berhenti-jalan, efisiensi bahan bakar mobil sport bisa menjadi kurang ideal dibandingkan mobil yang dirancang khusus untuk penggunaan harian.

    Selain bahan bakar, ukuran ban, komponen performa, dan kebutuhan perawatan juga dapat membuat biaya kepemilikan lebih tinggi. Jadi, sebelum menjadikan mobil sport sebagai kendaraan harian, penting mempertimbangkan apakah karakter mobil tersebut sesuai dengan kondisi jalan dan pola penggunaan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More