Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Tempered Glass, Kenapa Berbeda dari Kaca Biasa?

3 min read
Apa Itu Tempered Glass, Kenapa Berbeda dari Kaca Biasa?
ilustrasi kaca mobil belakang (unsplash.com/Vitya Lapatey)
  • Tempered glass dibuat dari kaca biasa yang dipanaskan lalu didinginkan cepat, sehingga lebih tahan benturan dan perubahan suhu dibanding kaca biasa dengan ketebalan sama.
  • Saat pecah, tempered glass umumnya menjadi butiran kecil yang mengurangi risiko serpihan panjang dan tajam, berbeda dari kaca biasa yang pecahannya cenderung besar.
  • Kaca ini digunakan pada kendaraan, pintu, jendela, dan partisi, tetapi tidak dapat dipotong atau dibor setelah tempering; jika rusak, biasanya harus diganti seluruhnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tempered glass atau kaca tempered sering digunakan pada mobil, pintu, jendela, hingga berbagai perlengkapan rumah. Sekilas tampilannya tidak jauh berbeda dari kaca biasa, tetapi proses pembuatannya membuat karakteristiknya berbeda.

Kaca jenis ini dibuat melalui proses pemanasan dan pendinginan secara terkontrol. Hasilnya, tempered glass memiliki kekuatan dan pola pecah yang berbeda dibandingkan kaca biasa, sehingga sering dipilih untuk kebutuhan yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi.

  1. 1. Tempered glass dibuat melalui proses khusus

    ilustrasi kaca mobil
    ilustrasi kaca mobil (pexels.com/SHVETS production)

    Tempered glass pada dasarnya berasal dari kaca biasa yang telah melalui proses penguatan. Kaca dipanaskan hingga temperatur tinggi, kemudian didinginkan dengan cepat menggunakan udara. Proses tersebut menghasilkan tegangan pada permukaan kaca sehingga membuatnya lebih kuat terhadap benturan dan perubahan temperatur dibandingkan kaca biasa dengan ketebalan yang sama.

    Namun, tempered glass bukan berarti tidak bisa pecah. Jika terkena benturan yang cukup kuat atau mengalami kerusakan pada bagian tertentu, kaca tetap dapat hancur. Perbedaannya terletak pada karakteristik pecahnya yang dirancang agar lebih aman dibandingkan kaca biasa.

  2. 2. Pecahnya berbeda dari kaca biasa

    ilustrasi kaca mobil belakang
    ilustrasi kaca mobil belakang (unsplash.com/Jose Hernandez-Uribe)

    Salah satu perbedaan paling mudah dilihat adalah bentuk pecahan ketika kaca mengalami kerusakan. Kaca biasa cenderung pecah menjadi bagian-bagian besar dengan sisi yang tajam. Pecahan seperti ini dapat meningkatkan risiko luka jika seseorang berada di dekatnya.

    Tempered glass biasanya akan pecah menjadi banyak bagian kecil berbentuk seperti butiran. Ukurannya yang lebih kecil membuat risiko terbentuknya serpihan panjang dan tajam menjadi lebih rendah. Karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan tempered glass digunakan pada berbagai area yang berdekatan dengan manusia.

    Pada kendaraan, misalnya, kaca samping dan kaca belakang banyak menggunakan kaca tempered. Sementara kaca depan umumnya menggunakan kaca laminasi yang memiliki konstruksi berbeda karena membutuhkan karakteristik keselamatan tersendiri.

  3. 3. Lebih kuat, tetapi tidak bisa diperbaiki

    ilustrasi defogger kaca mobil
    ilustrasi defogger kaca mobil (unsplash.com/Mauro Favaron)

    Tempered glass umumnya memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap benturan dan perubahan temperatur dibandingkan kaca biasa. Karakteristik ini membuatnya cocok digunakan pada pintu kaca, jendela tertentu, partisi, meja, hingga bagian kendaraan.

    Meski lebih kuat, tempered glass memiliki satu kelemahan penting. Setelah kaca selesai melalui proses tempering, bentuknya tidak bisa dipotong atau dibor seperti kaca biasa tanpa membuatnya pecah. Karena itu, seluruh proses pemotongan, pelubangan, dan pembentukan harus dilakukan sebelum kaca menjalani proses tempering.

    Jika tempered glass sudah mengalami kerusakan, biasanya kaca perlu diganti secara keseluruhan. Jadi, istilah tempered bukan berarti kaca tersebut kebal pecah, melainkan menunjukkan bahwa kaca telah melalui proses penguatan yang mengubah kekuatan dan karakteristik pecahnya.

    Pemilihan antara kaca biasa, tempered glass, atau kaca laminasi bergantung pada lokasi pemasangan dan kebutuhan keselamatan. Untuk kendaraan maupun bangunan, penggunaan kaca sebaiknya mengikuti spesifikasi yang telah ditentukan agar fungsi perlindungan tetap optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More