Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahaya Minum Kopi Saat Roadtrip, Bisa Memicu Dehidrasi
ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir (freepik.com/user18526052)
  • Kopi berlebihan saat roadtrip dapat mempercepat kehilangan cairan karena kafein bersifat diuretik dan meningkatkan produksi urine.
  • Udara AC kabin yang kering menyerap kelembapan tubuh; ketika dikombinasikan dengan kafein, risiko dehidrasi meningkat lebih cepat.
  • Dehidrasi terselubung bisa menurunkan konsentrasi, memperlambat refleks, dan memicu kelelahan mendadak; pengemudi perlu rutin minum air putih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minum kopi banyak saat pergi jauh dengan mobil bisa membuat tubuh kekurangan air. Kopi bikin kita lebih sering pipis. AC mobil juga membuat udara jadi kering. Jadi kulit bisa kering, mata perih, dan tenggorokan gatal. Pengemudi bisa capek dan kurang fokus. Sekarang, pengemudi perlu sering minum air putih juga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menikmati secangkir kopi hangat saat melakukan perjalanan jauh atau roadtrip sering kali menjadi pilihan favorit pengemudi. Rasa kantuk yang melanda di tengah jalan membuat minuman berkafein ini dianggap sebagai pendorong stamina yang paling ampuh.

Namun, mengandalkan kopi secara berlebihan sebagai pengganti air putih dapat membawa dampak buruk bagi tubuh. Kombinasi kafein dan udara pendingin kabin kendaraan justru menjadi pemicu utama terjadinya dehidrasi secara cepat.

1. Efek diuretik kafein yang mempercepat pembuangan cairan tubuh

ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)

Kafein yang terkandung di dalam kopi memiliki sifat diuretik alami yang merangsang ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine. Konsumsi kopi berlebih saat berkendara akan membuat frekuensi buang air kecil meningkat secara drastis sepanjang perjalanan.

Proses pembuangan cairan yang terlalu sering ini membuat tubuh kehilangan volume air secara cepat jika tidak diimbangi asupan air putih. Rasa segar dari kopi hanya bersifat sementara, sementara tubuh sebenarnya sedang mengalami penurunan cairan secara perlahan.

2. Udara kabin ber-AC yang menyerap kelembapan tubuh lebih cepat

ilustrasi seorang wanita menyentuh ac mobil (freepik.com/freepik)

Sistem pendingin udara di dalam mobil bekerja dengan cara mengurangi tingkat kelembapan udara agar suasana kabin terasa sejuk. Lingkungan kabin yang sangat kering ini secara konstan menyerap kelembapan dari kulit dan saluran pernapasan pengemudi.

Ketika kondisi udara kabin yang kering dipadukan dengan efek diuretik kafein, proses dehidrasi tubuh akan berlangsung dua kali lebih cepat. Kehilangan cairan tanpa disadari ini akan memicu gejala seperti kulit kering, mata perih, hingga tenggorokan gatal.

3. Penurunan konsentrasi dan kelelahan akibat dehidrasi terselubung

ilustrasi mual saat terkena ac mobil (freepik.com/freepik)

Dehidrasi yang dipicu oleh konsumsi kopi berlebih sering kali tidak disadari karena suhu kabin yang terasa dingin menyamarkan sinyal haus. Pengemudi sering kali merasa tetap bugar, padahal organ otak sudah mulai kekurangan pasokan cairan dan oksigen yang cukup.

Kondisi dehidrasi terselubung ini berampak langsung pada penurunan tingkat konsentrasi, refleks yang melambat, serta rasa lelah yang datang mendadak. Oleh karena itu, konsumsi air putih secara teratur tetap menjadi kebutuhan mutlak untuk menjaga stamina selama roadtrip.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article