ilustrasi navigasi digital (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Saat hujan, pengemudi biasanya menggunakan wiper, lampu utama, sistem ventilasi, dan fitur penghilang embun pada kaca secara bersamaan. Semua perangkat tersebut membutuhkan energi listrik yang pada akhirnya disuplai oleh sistem kelistrikan kendaraan.
Pada mobil bermesin pembakaran internal, alternator menggunakan sebagian tenaga mesin untuk menghasilkan listrik. Ketika kebutuhan listrik meningkat, beban mesin juga dapat bertambah meskipun pengaruhnya terhadap konsumsi BBM biasanya tidak sebesar dampak kemacetan atau gaya berkendara.
Untuk menjaga efisiensi, gunakan fitur kendaraan sesuai kebutuhan dan hindari akselerasi serta pengereman mendadak. Yang paling penting, jangan mengurangi penggunaan lampu atau wiper demi menghemat bensin karena kedua perangkat tersebut berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara.
Jadi, mobil bisa lebih boros saat hujan karena kombinasi jalan basah, kemacetan, perjalanan yang lebih lama, dan meningkatnya penggunaan fitur kendaraan. Hujan bukan penyebab tunggal, tetapi kondisi yang menyertainya dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat.
Dengan menjaga tekanan ban, mengemudi secara halus, dan memastikan mobil selalu dalam kondisi prima, pemborosan bahan bakar ketika hujan dapat ditekan tanpa mengorbankan keselamatan.