ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Andraz Lazic)
Dalam kemacetan panjang, waktu perjalanan lebih banyak dipengaruhi oleh kecepatan rata-rata seluruh arus dibandingkan posisi kendaraan pada satu titik tertentu. Karena itu, berpindah jalur hanya berdasarkan pengamatan beberapa kendaraan di depan belum tentu memberikan keuntungan yang berarti.
Pengemudi sebaiknya memilih jalur yang memungkinkan perjalanan tetap aman dan konsisten. Jika jalur sedang bergerak, mempertahankan posisi dengan jarak aman sering kali lebih masuk akal daripada terus mencari antrean lain. Perpindahan jalur tetap diperlukan jika ada hambatan atau kebutuhan tertentu, tetapi sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi sekitar.
Jadi, berpindah jalur saat macet tidak otomatis membuat perjalanan lebih cepat. Perbedaan kecepatan antarjalur dapat berubah sewaktu-waktu, sedangkan setiap manuver membutuhkan ruang dan waktu. Daripada terus mengejar jalur yang terlihat lebih lancar, menjaga jarak aman dan mengikuti arus secara stabil dapat membantu perjalanan tetap lebih terkendali.