Leapmotor B10 Punya Modal Kuat di Segmen SUV Listrik

Leapmotor B10, SUV listrik yang dirakit lokal bersama Indomobil, menawarkan desain minimalis dengan dimensi kompak, motor 160 kW, penggerak roda belakang, dan akselerasi 0-100 km/jam 8 detik.
Baterai 67,1 kWh mengklaim jarak tempuh hingga 516 km metode NEDC. B10 mendukung pengisian DC 168 kW, dengan pengisian 30-80 persen sekitar 17 menit.
Kabin B10 dibekali layar 14,6 inci, panoramic sunroof, serta fitur modern. Sistem keselamatannya mencakup 16 fitur ADAS dan program garansi baterai seumur hidup bagi pemilik pertama bersyarat.
Jakarta, IDN Times - Leapmotor B10 menjadi salah satu pemain baru di segmen SUV listrik Indonesia yang menarik perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai pendatang baru, tetapi juga karena membawa pendekatan teknologi yang cukup serius.
Mobil ini dikembangkan Leapmotor melalui kolaborasi global dengan Stellantis dan kini sudah dirakit secara lokal di Indonesia bersama Indomobil. B10 sendiri pertama kali diperkenalkan kepada publik Tangerang pada Indomobil Expo 2026.
Di atas kertas, B10 menawarkan kombinasi motor listrik 160 kW, baterai 67,1 kWh, penggerak roda belakang, serta klaim jarak tempuh hingga 516 km berdasarkan metode NEDC.
Tidak berhenti di performa, Leapmotor juga membekali B10 dengan teknologi Cell-to-Chassis 2.0, layar berukuran besar, ADAS dengan 16 fitur, hingga panoramic sunroof.
1. Desain B10 terlihat modern, tapi minimalis

Leapmotor B10 (Dok. Istimewa) Secara visual, menurut IDN Times, Leapmotor B10 mengambil pendekatan desain SUV modern dengan permukaan bodi yang relatif bersih.
Bagian depan didominasi lampu LED dengan desain horizontal, sementara handle pintu dibuat tersembunyi sehingga memberikan tampilan yang lebih minimalis. Di belakang, lampu kombinasi LED dibuat memanjang dan menjadi salah satu elemen visual utama.
Proporsinya juga cukup ideal untuk sebuah SUV kompak. B10 memiliki panjang 4.515 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.655 mm, serta wheelbase 2.735 mm. Ground clearance tercatat 170 mm. Mobil ini menggunakan pelek 18 inci dengan ban 235/50 R18.
Pilihan warnanya pun tidak monoton. Leapmotor menyediakan empat pilihan, yakni Pearly White, Metallic Black, Dawn Purple, dan Tundra Grey. Dawn Purple seperti yang IDN Times coba menjadi pilihan paling mencolok, sedangkan Pearly White dan Tundra Grey membuat desain B10 terlihat lebih kalem.
2. Motor 160 kW dan RWD jadi modal utama

Impresi menyetir Leapmotor B10 (IDN Times/Fadhliansyah) Di sektor performa, B10 menggunakan motor listrik PMS dengan output maksimum 160 kW atau sekitar 218 PS. Torsi maksimumnya mencapai 240 Nm dan tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang alias rear-wheel drive (RWD).
Angka performanya juga cukup menarik. Leapmotor mencatat akselerasi 0-100 km per jam dalam delapan detik dengan kecepatan maksimum 170 km per jam. Suspensi depannya menggunakan MacPherson, sedangkan bagian belakang mengandalkan multilink. Kombinasi ini secara konstruksi cukup lazim digunakan untuk mengejar kompromi antara kenyamanan dan pengendalian.
Untuk sebuah SUV listrik yang orientasinya lebih ke mobilitas harian, spesifikasi tersebut terasa rasional. B10 tidak mengejar angka performa ekstrem, tetapi menawarkan tenaga yang cukup besar dengan karakter penggerak belakang.
Bagi IDN Times, mobil ini memiliki tenaga yang lebih dari cukup untuk penggunaan harian maupun jarak jauh, tenaga instan khas kendaraan EV masih terasa smooth saat digunakan.
3. Baterai 67,1 kWh dan klaim jarak 516 km

Headunit Leapmotor B10 berukuran 14,6 inci (IDN Times/Fadhliansyah) Leapmotor membekali B10 dengan baterai berkapasitas 67,1 kWh. Berdasarkan brosur resminya, jarak tempuh yang diklaim mencapai 516 km menggunakan metode NEDC. Konsumsi energi tercatat 14,3 kWh per 100 km.
Angka 516 km tersebut perlu ditempatkan dalam konteks metode pengujian NEDC. Dalam penggunaan nyata, jarak tempuh bisa berubah tergantung kecepatan, gaya mengemudi, temperatur, beban kendaraan, kondisi jalan, hingga penggunaan AC. Jadi, angka tersebut lebih tepat dijadikan referensi spesifikasi daripada patokan jarak yang pasti bisa ditempuh dalam kondisi harian.
Untuk pengisian daya, B10 mendukung DC fast charging hingga 168 kW. Materi resmi mencatat pengisian 30-80 persen dapat dilakukan dalam sekitar 17 menit. Sementara menggunakan AC 7 kW, waktu pengisian 30-80 persen tercatat sekitar tiga jam.
4. Interior B10 lega dengan sentuhan modern

Ruang kabin Leapmotor B10 terasa lega (IDN Times/Fadhliansyah) Masuk ke kabin, pendekatan desain B10 terasa cukup minimalis. Instrumen utama menggunakan layar 8,8 inci, sedangkan bagian tengah dashboard ditempati layar infotainment berukuran 14,6 inci. Sistem tersebut mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, navigasi online, perintah suara, serta pembaruan software secara remote.
Panoramic sunroof dengan electric sunshade juga menjadi salah satu fitur yang membuat kabin terasa lebih terbuka. Selain itu terdapat kursi dengan pengaturan elektrik, heated front seats, heated steering wheel, automatic air conditioning, wireless charging, serta sejumlah kompartemen penyimpanan. Bagian depan juga memiliki frunk, sementara kapasitas bagasi belakang mencapai 430 liter.
Menariknya, material interior menggunakan black eco leather dan material yang diklaim memenuhi standar OEKO-TEX Standard 100. Brosur juga menyebut penggunaan bamboo charcoal fabric serta perekat berbasis air dengan tingkat bau rendah.
Artinya, Leapmotor tidak hanya mengejar tampilan modern, tetapi juga mencoba memberi perhatian pada material yang digunakan di dalam kabin.
Selain itu, kabin Leapmotor B10 juga terasa sangat lega dan nyaman. Hal ini bisa tercapai berkat teknologi Cell-to-Chassis 2.0 yang tertanam di mobil ini.
5. Punya fitur keselamatan ADAS yang lengkap

Panel instrumennya berukuran 8,8 inci (IDN Times/Fadhliansyah) Salah satu bagian yang paling menonjol dari B10 adalah kelengkapan sistem bantuan pengemudi. Leapmotor mencantumkan 16 fitur ADAS, mulai dari Adaptive Cruise Control, Lane Centering Control, Lane Keeping Assist, Emergency Lane Keeping Assist, Lane Departure Warning, Forward Collision Warning, Rear Collision Warning, hingga Advanced Emergency Braking.
Ada pula Blind Spot Detection, Rear Cross Traffic Alert, Driver Monitoring and Attention Warning, Advanced Driver Warning, serta Traffic Jam Assist. Brosur juga mencantumkan Hands-Off Detection dan Door Open Warning.
Dari sisi kepemilikan, B10 juga mendapatkan program Lifetime Battery Warranty untuk pemilik pertama di Indonesia. Program tersebut berlaku untuk baterai tegangan tinggi selama masa kepemilikan dengan sejumlah syarat, antara lain servis berkala di jaringan resmi, penggunaan suku cadang asli, serta batas penggunaan maksimal 30.000 km per tahun.
Garansi ini tidak mencakup penurunan kapasitas baterai secara alami maupun kerusakan akibat kondisi tertentu seperti kecelakaan, kebakaran, korosi, balap, dan penggunaan sebagai kendaraan rental.
Dukungan tersebut menjadi semakin relevan karena B10 kini sudah dirakit lokal di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta. Perakitan lokal dimulai pada Agustus 2026 dan B10 menjadi salah satu model pertama Leapmotor yang diproduksi di Indonesia.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















