ilustrasi setir mobil yang bergetar (pexels.com/Lisa Fotios)
Meski lebih nyaman untuk perjalanan jauh, pedal gas tipe organ bukan berarti selalu unggul dalam segala situasi. Pedal menggantung memiliki konstruksi yang lebih sederhana, ringan, serta mudah diproduksi. Desain ini juga memberikan ruang kaki yang lebih lega sehingga banyak dipilih oleh produsen mobil Jepang yang mengutamakan efisiensi produksi dan kemudahan perawatan.
Sementara itu, pedal tipe organ membutuhkan desain lantai dan posisi duduk yang lebih spesifik agar manfaat ergonominya benar-benar terasa. Tidak semua platform kendaraan cocok menggunakan sistem tersebut. Karena itulah, banyak produsen tetap mempertahankan pedal menggantung meskipun teknologi otomotif terus berkembang. Pada akhirnya, kenyamanan juga dipengaruhi oleh posisi duduk, tinggi jok, kemiringan sandaran, hingga bentuk sepatu yang digunakan saat berkendara.
Menariknya, sejumlah penelitian ergonomi menunjukkan bahwa mengurangi kontraksi statis pada otot kaki dapat membantu mempertahankan sirkulasi darah yang lebih baik selama perjalanan panjang. Hal ini membuat kaki tidak cepat lelah dan membantu pengemudi tetap nyaman ketika harus mengemudi selama beberapa jam tanpa banyak berhenti.