Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga BBG Tetap Rp4.500, PGN Tawarkan Alternatif BBM Lebih Murah

Harga BBG Tetap Rp4.500, PGN Tawarkan Alternatif BBM Lebih Murah
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif energi untuk sektor transportasi darat. (dok. Pertamina)
Intinya Sih
5W1H
  • PGN mempertahankan harga BBG di Rp4.500 per LSP sebagai alternatif BBM yang lebih hemat dan stabil, guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi global.
  • Penggunaan BBG dinilai lebih ramah lingkungan dengan emisi karbon 20 persen lebih rendah serta membantu menjaga performa mesin kendaraan agar lebih efisien dan tahan lama.
  • PGN memperluas infrastruktur BBG melalui SPBG, MRU, dan kolaborasi dengan Komogas untuk layanan bengkel keliling serta mendorong sinergi pemerintah demi kemandirian energi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif energi untuk sektor transportasi darat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi harga dan pasokan energi.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN menilai BBG menjadi solusi energi yang lebih mandiri, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan akses energi yang andal dan terjangkau bagi masyarakat.

“Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini,” ujar Fajriyah Usman.

1. BBG lebih hemat dengan harga stabil Rp4.500

1000776264.jpg
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif energi untuk sektor transportasi darat. (dok. Pertamina)

Salah satu keunggulan utama BBG adalah harga yang lebih ekonomis dan stabil dibandingkan BBM nonsubsidi. Saat ini, harga BBG dipatok Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

Harga tersebut dinilai lebih kompetitif sehingga dapat membantu pengguna kendaraan menekan biaya operasional secara signifikan, terutama di tengah fluktuasi harga energi global.

2. Lebih ramah lingkungan dan jaga performa mesin

1000776262.jpg
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif energi untuk sektor transportasi darat. (dok. Pertamina)

Selain lebih hemat, BBG juga menawarkan keunggulan dari sisi lingkungan. Penggunaan BBG menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah hingga 20 persen dibandingkan BBM, sehingga mendukung upaya percepatan transisi energi dan target Net Zero Emission.

Di sisi teknis, BBG juga dinilai memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Proses pembakaran gas yang lebih sempurna membantu menjaga kebersihan ruang bakar, sehingga dapat menekan biaya perawatan sekaligus memperpanjang usia pakai kendaraan.

“Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” jelas Fajriyah.

3. Perluas infrastruktur dan dorong kolaborasi

PGN uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai Bahan Bakar Gas (BBG) pada sepeda motor. (Dok. PGN).
PGN uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai Bahan Bakar Gas (BBG) pada sepeda motor. (Dok. PGN).

PGN juga terus memperluas pemanfaatan BBG melalui pengembangan infrastruktur dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, PGN saat ini mengelola 14 SPBG, 4 Mobile Refueling Unit (MRU), dan 1 Mother Station untuk melayani kebutuhan BBG.

Selain itu, PGN turut menggandeng Komunitas Mobil Gas (Komogas) dengan menghadirkan layanan bengkel keliling. Layanan ini mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, hingga konversi kendaraan ke BBG yang digelar di wilayah Kalimalang, Jakarta Timur hingga 3 April 2026 dan di SPBG Bogor pada 6–10 April 2026.

PGN menilai sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperluas adopsi BBG di masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pada prinsipnya, PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG yang tersebar di wilayah. Dengan mengoptimalkan sumber energi domestik, kontribusi ini diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi dinamika energi dunia dan melangkah maju menuju kemandirian energi untuk aktivitas sehari-hari masyarakat,” tutup Fajriyah. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan
Follow Us

Latest in Business

See More