Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Risiko Jika Mobil Listrik Terendam Banjir, Jangan Dibiarkan!

4 Risiko Jika Mobil Listrik Terendam Banjir, Jangan Dibiarkan!
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Diana ✨)
Intinya Sih
  • Mobil listrik berisiko rusak parah saat terendam banjir karena air dapat masuk ke sistem baterai dan memicu korsleting yang berbahaya.
  • Korsleting akibat air bisa merusak sistem kendali, perangkat lunak, hingga menimbulkan bahaya kejutan listrik bagi pengguna di sekitar kendaraan.
  • Motor penggerak dan nilai jual mobil listrik bisa turun drastis setelah terendam banjir karena risiko korosi serta catatan riwayat kerusakan permanen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mobil listrik kerap dijadikan sebagai pilihan banyak orang karena dianggap lebih ramah lingkungan dan juga efisien dalam penggunaan energi sehari-hari. Namun, seperti halnya kendaraan lain, tentu saja mobil listrik memiliki risiko tersendiri apabila harus menghadapi kondisi yang cukup ekstrem, seperti misalnya banjir.

Banjir tentu bisa menimbulkan kerusakan serius pada berbagai komponen yang ada di dalam mobil listrik, apalagi jika kondisinya sensitif terhadap air. Jika mobil dibiarkan terlalu lama berada di dalam genangan yang cukup tinggi, maka risiko kerusakan pun akan semakin meningkat dan berdampak pada performa kendaraan secara keseluruhan. Oleh sebab itu, ketahuilah beberapa risiko berikut ini jika membiarkan mobil listrik sampai terjebak di dalam banjir.

1. Kerusakan pada sistem baterai

ilustrasi mobil saat hujan
ilustrasi mobil saat hujan (pexels.com/Erik Mclean)

Baterai merupakan komponen vital yang terdapat pada mobil listrik, serta sangat rentan terhadap risiko kerusakan apabila terpapar air. Jika air sampai tidak sengaja masuk ke dalam sistem baterai, maka akan sangat rentan terjadi korsleting yang dapat membahayakan sistem kelistrikannya, sehingga inilah yang bisa menimbulkan adanya kerusakan serius.

Kerusakan bukan hanya memerlukan biaya perbaikan yang lebih besar, namun juga bisa memicu potensi kebakaran jika masalahnya cukup serius. Oleh sebab itu, penting untuk segera menjauhkan mobil dari genangan banjir agar nantinya tidak sampai masuk ke bagian sistem baterai dan memicu adanya korsleting.

2. Potensi korsleting listrik yang berbahaya

ilustrasi mobil listrik
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/smart-me AG)

Walau mobil listrik sebetulnya telah dirancang dengan sistem isolasi yang cukup baik, namun tidak ada jaminan 100 persen apabila kondisinya bisa tahan terhadap banjir. Air yang masuk ke dalam kompartemen elektronik tentu saja bisa berpotensi memicu adanya korsleting yang serius dan berbahaya.

Korsleting bisa menimbulkan kerusakan secara permanen pada sistem kendali dan juga perangkat lunak yang ada pada mobil. Selain itu, masalah korsleting juga bisa menimbulkan adanya kejutan listrik yang tentu berbahaya bagi pengguna atau pun orang-orang lain yang ada di sekitar kendaraan.

3. Kerusakan motor penggerak

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Charlie Deets)
ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Charlie Deets)

Motor penggerak yang terdapat pada mobil listrik biasanya berada di area bawah kendaraan, sehingga akan lebih berisiko terkena air. Jika kondisi motor tersebut kemasukan air, maka performa mobil pun bisa secara otomatis mengalami penurunan dan pada akhirnya rentan mogok total, bahkan sulit untuk dinyalakan kembali.

Air yang bercampur dengan lumpur ternyata akan semakin mempercepat risiko korosi pada bagian motor. Jika kondisi ini terus dibiarkan begitu saja, maka motor akan sangat rentan mengalami adanya kerusakan permanen dan memerlukan penggantian secara menyeluruh yang biayanya bisa saja tidak sedikit.

4. Menurunnya nilai jual kendaraan

ilustrasi mobil listrik
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Kindel Media)

Mobil listrik yang pernah terendam banjir pada umumnya akan lebih rentan kehilangan nilai jual secara signifikan. Banyak pembeli yang mungkin menghindari kendaraan yang sebelumnya memiliki riwayat terendam banjir, sebab berpotensi mengalami masalah di kemudian hari dan juga biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Catatan servis dan riwayat kerusakan akibat banjir biasanya akan selalu tercatat pada sistem, sehingga membuat mobil pun akan semakin susah untuk dijual kembali. Bahkan jika berhasil dijual pun, harganya akan jauh di bawah harga pasar normal, sehingga jelas hanya akan merugikanmu.

Membiarkan mobil listrik terjebak banjir sebetulnya bukanlah sesuatu yang bagus, bahkan bisa berpotensi menimbulkan bahaya. Oleh sebab itu, jangan pernah memaksakan diri untuk menerobos banjir agar bisa menghindari kerugian besar akibat kerusakan yang terjadi. Lebih baik mencegah daripada memperbaiki kerusakan yang biayanya lebih mahal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Automotive

See More