Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tiga Kesalahan Fatal Ini Sering Dilakukan Saat Memutar Balik Mobil
Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)
  • Pengemudi perlu menyalakan lampu sein setidaknya 50 meter sebelum putar balik agar kendaraan di belakang punya waktu mengantisipasi perlambatan dan menghindari risiko tabrakan beruntun.
  • Putaran yang terlalu melebar dapat memakan lajur berlawanan, meningkatkan risiko tabrakan samping atau menabrak pembatas. Pastikan radius putar dan arus dari arah berlawanan aman.
  • Memotong antrean atau menyerobot dari lajur lain menuju u-turn dapat menutup akses kendaraan, memicu kemacetan, serta mengganggu pengguna jalan yang melaju lurus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat mobil mau putar balik, ada tiga kesalahan yang bahaya. Sopir kadang tidak menyalakan lampu sein dari jauh. Ada juga yang berputar terlalu lebar sampai masuk jalur mobil lain. Sopir lain suka memotong antrean. Sekarang, sopir harus pakai sein, menunggu giliran, dan memastikan jalan aman supaya tidak tabrakan atau macet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aktivitas memutar arah kendaraan di area u-turn merupakan salah satu manuver lalu lintas yang membutuhkan tingkat kewaspadaan tinggi. Kesalahan kecil dalam mengambil keputusan saat berputar dapat mengganggu kelancaran arus jalan raya hingga memicu risiko kecelakaan fatal.

Banyak pengemudi yang sering mengabaikan etika dan aturan dasar saat hendak memutar balik di jalan raya. Memahami beberapa kesalahan fatal saat melakukan manuver ini menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan bersama di jalan raya.

1. Mengabaikan penggunaan lampu isyarat penunjuk arah secara mendadak

Ilustrasi lampu sein (Pexels/Mike Bird)

Kesalahan pertama yang paling sering dijumpai adalah tidak menyalakan lampu sein jauh sebelum mencapai titik pemutaran arah. Pengemudi sering kali baru mengaktifkan lampu isyarat secara mendadak saat posisi kendaraan sudah berada tepat di depan area putar balik.

Tindakan tidak bertanggung jawab ini membuat pengguna jalan lain di belakang tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi pengurangan kecepatan. Akibatnya, kendaraan dari arah belakang dapat mengerem mendadak yang berpotensi memicu tabrakan beruntun. Penyaluran isyarat lampu arah idealnya sudah dilakukan dari jarak minimal lima puluh meter sebelum titik pemutaran.

2. Mengambil haluan berputar yang terlalu melebar tanpa perhitungan

ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Reed Geiger)

Kesalahan berikutnya adalah memaksakan diri mengambil sudut putaran yang terlalu melebar hingga memakan lajur kendaraan lain dari arah berlawanan. Kebiasaan ini umumnya terjadi akibat kurang tepat dalam memperkirakan radius putar kendaraan yang sedang dikemudikan.

Pergerakan yang memakan ruang jalan terlalu luas ini sangat berbahaya karena memotong arus kendaraan yang sedang melaju lurus dengan kecepatan sedang maupun tinggi. Risiko terjadinya tabrakan samping atau menabrak pembatas jalan menjadi sangat tinggi jika ruang yang tersedia tidak memadai. Pengemudi wajib memastikan radius putar cukup dan kondisi arus kendaraan berlawanan dalam keadaan aman.

3. Memotong antrean kendaraan dan menyerobot hak pengguna jalan lain

ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Noah Gremmert)

Kebiasaan buruk lainnya saat memutar balik adalah tidak mau mengantre dengan tertib di lajur yang sudah ditentukan. Banyak pengemudi yang nekat memotong dari lajur tengah atau samping untuk langsung masuk ke titik putar balik, sehingga menutup akses kendaraan di sekitarnya.

Perilaku tidak sabar ini tidak hanya merusak estetika berlalu lintas, tetapi juga menjadi pemicu utama kemacetan parah di sekitar titik u-turn. Selain itu, menyerobot hak pengguna jalan lain yang sedang melaju lurus dari arah berlawanan dapat menciptakan kepanikan di jalan raya. Sikap saling menghargai dan mengantre secara teratur menjadi satu-satunya cara menciptakan kelancaran manuver.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article