Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Serangan Siber Amadeus Bobol 46 Ribu Data Pemesanan Singapore Airlines

2 min read
Serangan Siber Amadeus Bobol 46 Ribu Data Pemesanan Singapore Airlines
potret Singapore Airlines (pexels.com/Jeffry Surianto)
  • Sekitar 46 ribu catatan pemesanan Singapore Airlines diakses tanpa izin melalui anjungan Amadeus, mencakup nama, referensi pemesanan, rencana perjalanan, dan kelas pemesanan.
  • Sekitar 620 catatan berpotensi memuat email, nomor telepon, dokumen perjalanan, dan nomor KrisFlyer; Amadeus menyatakan data bank, kartu kredit, serta pemesanan tidak terdampak.
  • Insiden turut memengaruhi maskapai lain, termasuk Cathay Pacific dan JAL; SIA menghubungi pelanggan terdampak, sementara PDPC mulai menyelidiki kasus tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Singapore Airlines (SIA) baru saja mengalami insiden keamanan siber yang mengejutkan publik. Sekitar 46 ribu catatan pemesanan tiket pesawat diakses secara tak sah pada Selasa (3/11/2026). Peretasan ini tidak menyerang sistem teknologi informasi milik SIA, melainkan anjungan milik Amadeus selaku penyedia teknologi reservasi maskapai tersebut.

Dilansir Economic Times, pihak maskapai menyampaikan dalam pernyataan media bahwa sebagian besar data yang terakses meliputi nama pelanggan, nomor referensi pemesanan, rencana perjalanan, serta kelas pemesanan. Kejadian ini langsung menjadi perhatian serius karena menyangkut privasi data penumpang dalam jumlah besar.

  1. 1. Data pelanggan yang diakses terungkap

    potret pesawat Singapore Airlines
    potret pesawat Singapore Airlines (pexels.com/Fabrian Pradanaputra)

    Dari puluhan ribu data tersebut, dilaporkan CNA bahwa ada sekitar 620 catatan yang berpotensi mengalami akses kontak lebih rinci. Informasi sensitif yang bocor mencakup alamat surel, nomor telepon, rincian dokumen perjalanan, hingga nomor keanggotaan KrisFlyer.

    Akses tambahan ini meningkatkan kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan data pribadi para penumpang terdampak. Kendati demikian, pemetaan awal langsung dilakukan untuk membatasi risiko yang ditimbulkan.

  2. 2. Amadeus dan SIA beri respons

    potret pesawat Singapore Airlines
    potret pesawat Singapore Airlines (pexels.com/Prabhav Bhagat)

    Menanggapi insiden tersebut, Amadeus mengonfirmasi tak ada rekening bank atau informasi kartu kredit yang bocor dan tak ada pemesanan yang diubah. Perusahaan itu menyadari adanya kerentanan pada lingkungan tampilan pemesanan perjalanan, lalu segera memperbaikinya serta memperkuat pemantauan dan pendeteksian.

    Di sisi lain, SIA menyatakan sedang menghubungi pelanggan terdampak yang memiliki rencana perjalanan mendatang untuk mengubah nomor referensi pemesanan sebagai langkah pencegahan. Maskapai ini menyebut telah memberi tahu otoritas terkait dan menegaskan komitmennya.

    "Perlindungan data pribadi pelanggan kami adalah hal yang paling penting bagi SIA," menurut pernyataan SIA, dikutip VnExpress.

  3. 3. Maskapai lain dan otoritas ikut terdampak

    ilustrasi pesawat (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi pesawat (pexels.com/Pixabay)

    Dampak kebocoran ini ternyata meluas ke maskapai lain dengan periode data yang diproses antara Agustus 2023 hingga September 2026. Beberapa maskapai yang ikut terdampak antara lain Malaysia Airlines, Cathay Pacific Airways, Japan Airlines (JAL), Korean Air, dan Asiana Airlines.

    Cathay Pacific melaporkan sekitar 53 ribu pemesanan terdampak melalui penggunaan kredensial masuk akun sistem Amadeus. Sementara itu, JAL melaporkan sekitar 92 ribu pelanggan terdampak, termasuk anak usahanya yakni Japan Transocean Air.

    Merespons peristiwa ini, otoritas setempat mulai mengambil tindakan resmi. Seperti dilaporkan The Straits Times, Komisi Perlindungan Data Pribadi (PDPC) menyatakan mengetahui insiden tersebut dan sedang menyelidikinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More