Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
15 Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi Sejak Pecah Perang di Iran
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Konflik AS-Israel dengan Iran sejak Februari 2026 memicu lonjakan harga BBM global akibat terganggunya pasokan minyak di jalur strategis seperti Selat Hormuz.
  • Negara dengan subsidi rendah atau sistem harga liberal mengalami kenaikan harga BBM lebih besar, sementara negara dengan kontrol harga menahan lonjakan meski menghadapi tekanan fiskal.
  • Myanmar mencatat kenaikan tertinggi hingga 101,1 persen, disusul Filipina dan Malaysia, menunjukkan dampak luas perang terhadap pasar energi dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
akhir Februari 2026

Konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pecah, memicu gangguan pasokan minyak global dan lonjakan harga BBM di berbagai negara.

23 Februari 2026

Visual Capitalist mulai menghitung perubahan harga BBM di 128 negara sebagai data pembanding sebelum perang dimulai.

13 April 2026

Periode penghitungan Visual Capitalist berakhir, menunjukkan lonjakan harga BBM signifikan di banyak negara, dengan Myanmar mencatat kenaikan tertinggi mencapai lebih dari 100 persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terjadi di berbagai negara sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026.
  • Who?
    Negara-negara yang mengalami lonjakan harga BBM, termasuk Myanmar, Filipina, Malaysia, Laos, Zimbabwe, Pakistan, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lainnya.
  • Where?
    Kenaikan harga tercatat di 128 negara di seluruh dunia dengan data utama berasal dari Global Petrol Prices dan Visual Capitalist.
  • When?
    Perubahan harga dihitung sejak 23 Februari 2026 hingga 13 April 2026 setelah pecahnya konflik di Timur Tengah.
  • Why?
    Kenaikan dipicu gangguan pasokan minyak global akibat konflik Iran yang menghambat distribusi melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz.
  • How?
    Harga BBM naik karena pasokan terganggu dan biaya distribusi meningkat; negara tanpa subsidi atau pasar terbuka mengalami lonjakan lebih besar dibanding yang memiliki kontrol harga pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada perang antara Amerika, Israel, dan Iran, lalu minyak jadi susah dibawa ke banyak negara. Karena itu bensin jadi mahal sekali di banyak tempat. Negara seperti Myanmar, Filipina, dan Malaysia harganya naik tinggi banget. Sekarang orang di banyak negara harus bayar lebih mahal kalau mau beli bensin buat mobil atau motor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun artikel ini menyoroti lonjakan harga BBM di banyak negara akibat konflik di Timur Tengah, data yang disajikan menunjukkan transparansi dan kemampuan pemantauan global terhadap dinamika energi. Pemaparan perbandingan antarnegara oleh Visual Capitalist mencerminkan upaya memahami dampak ekonomi secara terukur, yang dapat membantu pemerintah dan masyarakat menilai efektivitas kebijakan harga serta ketahanan sistem energi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) terjadi di berbagai negara sejak pecahnya konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran pada akhir Februari 2026. Kenaikan ini dipicu gangguan pasokan minyak global, terutama karena terganggunya distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Data Global Petro Prices yang dikutip Visual Capitalis membandingkan harga sebelum dan setelah perang. Hasilnya menunjukkan lonjakan signifikan di banyak negara, bahkan ada yang tembus hingga tiga digit.

1. Kenaikan dipicu shock pasokan global

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Konflik Iran membuat pasar energi global bergejolak. Banyak negara mengalami kenaikan harga BBM karena pasokan minyak terganggu dan distribusi menjadi lebih mahal.

Menurut Visual Capitalist, perubahan harga ini dihitung di 128 negara sejak 23 Februari 2026, sebelum perang dimulai hingga 13 April 2026. Negara dengan pasar BBM lebih terbuka cenderung mengalami kenaikan lebih cepat karena harga langsung mengikuti pasar global.

2. Negara tanpa subsidi paling terdampak

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Visual Capitalist juga menyoroti negara dengan subsidi rendah atau sistem harga liberal mengalami lonjakan lebih besar.

Sebaliknya, negara dengan kontrol harga pemerintah cenderung menahan kenaikan, meski berpotensi mengalami tekanan fiskal.

Selain itu, negara yang bergantung pada impor minyak, terutama di Asia lebih rentan terhadap gejolak harga akibat konflik geopolitik.

3. Daftar 10 negara dengan kenaikan harga bensin tertinggi

Ilustrasi harga minyak naik (IDN Times/Arief Rahmat)

Berdasarkan data Visual Capitalist (Global Petrol Prices), berikut 15 negara dengan lonjakan harga BBM tertinggi sejak perang di Timur Tengah:

  1. Myanmar naik 101,1 persen

  2. Filipina naik 72,6 persen

  3. Malaysia naik 68,1 persen

  4. Laos naik 45,6 persen

  5. Zimbawe naik 42,9 persen

  6. Pakistan naik 42 persen

  7. Uni Emirat Arab naik 40,8 persen

  8. Kamboja naik 40,4 persen

  9. Nepal naik 39,5 persen

  10. Panama naik 38,5 persen

  11. Guatemala naik 37,7 persen

  12. Tanzania naik 37 persen

  13. Peru naik 35,6 persen

  14. Amerika Serikat naik 35,1 persen

  15. Malawi naik 34,4 persen

Editorial Team