Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

19 Perusahaan RI Masuk Best Companies Asia Pacific 2026, Ada Astra

ASTRA.jpg
ASTRA International (Dok. ASTRA)
Intinya sih...
  • Didominasi perusahaan-perusahaan dari India
  • Perusahaan berkinerja terbaik Asia-Pacific masih didominasi sektor perbankan dan jasa keuangan
  • Industri otomotif dan asuransi juga berjaya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Astra International Tbk masuk dalam jajaran Best Companies Asia-Pacific 2026 yang dirilis TIME. Selain Astra ada 18 perusahaan swasta dan BUMN asal Indonesia lainnya yang masuk jajaran 500 perusahaan terbaik di Asia-Pacific. Daftar ratusan perusahaan yang dinilai memiliki peran besar dalam ekonomi global ini diterbitkan pada Rabu malam, 11 Februari 2026.

TIME bekerjasama dengan Statisca menyusun peringkat perusahaan-perusahaan berkinerja terbaik berdasarkan tiga dimensi utama, yakni: Kepuasan Karyawan, Kinerja Keuangan, dan Transparansi Keberlanjutan (ESG).

Terkait Kepuasan Karyawan, dikutip dari TIME.com, evaluasi dilakukan dengan menggunakan data survei dari tahun 2024 dari karyawan di seluruh dunia dengan fokus utama pada kawasan Asia-Pasifik. Survei dilakukan di seluruh kawasan Asia-Pasifik dengan data yang dikumpulkan dari lebih dari 50.000 peserta. Evaluasi mencakup evaluasi perusahaan berdasarkan rekomendasi langsung dan tidak langsung.

Sementara menyangkut Kinerja Keuangan, penilaian menggunakan data dari basis data keuangan Statista dan riset yang ditargetkan. Perusahaan harus memenuhi kriteria tertentu untuk dipertimbangkan dalam evaluasi, termasuk menghasilkan pendapatan setidaknya US$100 juta pada tahun 2024. Perusahaan juga perlu menunjukkan pertumbuhan pendapatan positif dari tahun 2022 hingga 2024 atau menghasilkan keuntungan pada tahun 2024. Pertumbuhan relatif maupun absolut jadi bahan pertimbangan dalam evaluasi.

Adapun Transparansi Keberlanjutan, dievaluasi berdasarkan data ESG di antara KPI standar dari Basis Data ESG Statista dan riset data yang ditargetkan. Untuk merumuskan indeks ESG yang komprehensif, beberapa Indikator Kinerja Utama (KPI) dikumpulkan. Untuk evaluasi lingkungan, ini termasuk intensitas emisi karbon tahun 2023 dan tingkat pengurangannya dibandingkan dengan tahun 2021, serta skor Carbon Disclosure Project (CDP). Dimensi sosial menilai proporsi perempuan di dewan direksi dan keberadaan kebijakan hak asasi manusia. Dimensi tata kelola mengevaluasi apakah suatu perusahaan memiliki laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang sesuai dengan pedoman Global Reporting Initiative (GRI) dan pedoman kepatuhan atau anti-korupsi.

Setelah data dikumpulkan dan dievaluasi, kemudian dikonsolidasikan dan diberi bobot dalam model penilaian. Skor dari ketiga dimensi tersebut dijumlahkan berdasarkan persentase yang sama untuk membentuk skor peringkat akhir dengan nilai maksimum 100 poin. Lalu, 500 perusahaan dengan skor tertinggi dianugerahi sebagai Best Companies Asia-Pacific 2026 oleh TIME dan Statista.

Dalam pemeringkatan tersebut, Astra mendapat total skor 73,49 dan menempati peringkat 485 dengan kepuasan karyawan berada diranking 81 (paling tinggi di antara perusahaan lain dari Indonesia), dan transparansi keberlanjutan di peringkat 347.

"Atas nama manajemen, kami berharap pengakuan ini dapat menjadi motivasi untuk Insan Astra yang senantiasa menjadi kekuatan dan mengantarkan Astra untuk dapat melangkah maju serta berkontribusi demi kemajuan bangsa untuk hari ini dan masa depan Indonesia," kata Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo kepada IDN Times, Kamis 12 Februari 2026.

1. Daftar perusahaan dan BUMN Indonesia yang masuk Best Companies Asia-Pacific 2026

DEV01911.JPG
Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai BUMN dan mitra strategis pemerintah dalam mendorong peningkatan transaksi digital serta perluasan inklusi keuangan nasional. (Dok. Mandiri)

Selain Astra, ada 18 perusahaan swasta dan BUMN yang juga masuk dalam "Best Companies Asia Pacific 2026”. Berikut daftar perusahaan swasta dan BUMN tersebut berdasarkan ranking:  

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (154)
  • Bank Central Asia (184) 
  • Kalbe (206)
  • Erajaya Swasembada (222)
  • Bank Negara Indonesia (258)
  • XLSmart (278)
  • J&T Express (284)
  • Pertamina Gas Negara (288)
  • Bukalapak (316)
  • Bintraco Dharma (373)
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk (374)
  • Garuda Indonesia (397)
  • Alfamart (403)
  • Bakrie & Brothers (424)
  • Bumitama Agri (443)
  • Dharma Satya Nusantara (467)
  • Indosat (469)
  • Gajah Tunggal (480)
  • PT Astra International Tbk (485)

2. Perusahaan berkinerja terbaik Asia-Pacific masih didominasi sektor perbankan dan jasa keuangan

Bank DBS
Bank DBS (dok. Bank DBS)

Dari data TIME dan Statisca, sektor perbankan dan jasa keuangan sekali lagi mendominasi peringkat. Dari 10 perusahaan teratas dalam kelompok ini, lima berasal dari sektor perbankan. DBS Bank Singapura mempertahankan posisi teratas dari tahun lalu, diikuti Commonwealth Bank Australia. Kedua perusahaan tersebut melaporkan profitabilitas dan adopsi AI yang luas dalam praktik mereka. Melengkapi 10 besar ada Bank of the Philippine Islands dari Filipina.

Sektor keuangan memiliki prospek yang cerah untuk tahun 2026, kata Taimur Baig, kepala ekonom dan direktur pelaksana di DBS Bank, yang ditandai dengan penawaran umum perdana dari Hong Kong dan Singapura yang menghidupkan kembali pasar modal regional yang lesu, dan reli saham bank. “Ada harapan bahwa pasar modal ekuitas akan mendapatkan dorongan positif,” kata Baig. Ia memperkirakan kepercayaan pasar akan meningkat yang memungkinkan perusahaan untuk mengambil risiko yang lebih tinggi, yang berarti lebih banyak bisnis untuk bank.

2. Industri otomotif dan asuransi juga berjaya

Spesifikasi dan harga Toyota Cross Hybrid
interior Toyota Cross Hybrid (toyota.astra.co.id)

Di industri otomotif, Toyota mempertahankan statusnya sebagai produsen mobil terlaris di dunia tahun ini berkat penjualan kendaraan hibrida yang kuat di AS (berada di peringkat ketiga dalam daftar), diikuti Hyundai (peringkat ke-8) dan Honda (peringkat ke-12). Perusahaan-perusahaan Tiongkok, Xiaomi (peringkat ke-23), BYD (peringkat ke-43), dan Geely (peringkat ke-60)—yang juga dikenal dengan penawaran kendaraan listriknya—juga masuk dalam daftar. Xiaomi mencatat kinerja terbaik di Tiongkok tahun ini

Sektor asuransi, perawatan kesehatan, dan layanan sosial juga berkinerja baik, dan diproyeksikan akan terus berkembang, dan kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan meningkatkan volume premi asuransi jiwa global. Daftar tersebut mencakup QBE Insurance Group dari Australia (peringkat ke-7), AIA Group di Hong Kong (peringkat ke-15), dan SBI Life Insurance dari India (peringkat ke-19).

Pertumbuhan spesifik wilayah juga terlihat jelas dari 10 perusahaan teratas, empat berasal dari Australia, yang ekonominya sedikit pulih pada tahun 2025. Alicia García-Herrero, kepala ekonom untuk Asia-Pasifik di perusahaan jasa keuangan Prancis Natixis, mengatakan bahwa Australia "memberikan konsistensi daripada pertunjukan kembang api" dengan keuangan yang kuat dan industri pertambangan andalannya. Ia menunjuk kekuatan di sektor farmasi, teknologi medis, dan barang konsumsi. Pengecer barang konsumsi terbesar di Australia, Woolworths, berada di peringkat keenam dalam daftar tersebut.

4. Ada 179 perusahaan India dalam daftar

Ilustrasi Bendera India. (unsplash.com/Rakesh Mondal)
Ilustrasi Bendera India. (unsplash.com/Rakesh Mondal)

Namun, jika dilihat secara lebih luas, perusahaan-perusahaan India mendominasi dan menempati 179 posisi dalam daftar tersebut. India diperkirakan akan mengungguli Jepang dalam persaingan gelar ekonomi terbesar keempat di dunia, tetapi kedua negara meningkatkan kemitraan ekonomi mereka tahun lalu, dengan fokus pada sektor semikonduktor, energi bersih, mineral penting, dan teknologi informasi dan komunikasi.

Tiga perusahaan Jepang dalam daftar tersebut—Sumitomo Mitsui Financial Group (nomor 4), Mizuho Financial Group (nomor 17), dan MUFG (nomor 52)—juga telah berekspansi ke layanan keuangan India, bertaruh pada pertumbuhan pesat pasar Asia Selatan. Secara keseluruhan, kalibrasi ulang menjadi kata kunci bisnis tahun ini untuk Asia-Pasifik, dan dengan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mendorong dunia ke dalam lebih banyak ketidakpastian, para pelaku di kawasan ini akan mencari solusi dalam kerja sama bilateral dan multilateral di luar AS.

Share
Topics
Editorial Team
Umi Kalsum
EditorUmi Kalsum
Follow Us

Latest in Business

See More

8 Alasan Kenapa Bisnis Air Bisa Lebih Menguntungkan

12 Feb 2026, 23:00 WIBBusiness