ilustrasi keluarga bahagia (pexels.com/Vlada Karpovich)
Fase terakhir bisa diibaratkan seperti musim dingin, yaitu saat kamu mulai melihat perjalanan bisnis dari sudut pandang yang lebih panjang. Fokusmu perlahan bergeser dari sekadar mengejar pertumbuhan menuju bagaimana bisnis bisa bertahan dan siapa yang akan melanjutkannya. Fase ini bukan berarti kamu berhenti berkarya atau menganggap perjalanan sudah selesai, ya. Sebaliknya, kamu mulai mengevaluasi apa saja yang sudah dibangun sekaligus menyiapkan langkah agar hasil kerja keras tersebut tetap memiliki nilai di masa depan.
Bagi Mike Feazel, mendekati usia 60 tahun membuat persoalan tentang masa depan dan masa pensiun menjadi semakin relevan. Karena bisnisnya bermula dari keluarga, ia melihat adanya kemungkinan untuk meneruskan apa yang sudah dibangun kepada generasi berikutnya setelah berbagai persiapan dilakukan. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa tujuan seorang pengusaha bisa berubah seiring bertambahnya usia dan pengalaman. Saat masih muda kamu mungkin sibuk memikirkan apa yang bisa dibangun, sedangkan setelah melewati banyak fase kamu bisa mulai memikirkan apa yang ingin kamu tinggalkan.
Perjalanan menjadi pengusaha gak selalu berjalan lurus seperti rencana yang kamu buat di awal. Ada fase untuk menanam ide, fase untuk bekerja keras mengembangkannya, fase untuk menikmati hasil, dan fase untuk mempersiapkan masa depan.
Setiap tahap membutuhkan prioritas yang berbeda sehingga kamu gak perlu memaksakan cara berpikir yang sama sepanjang perjalanan. Selama kamu mau belajar dari setiap perubahan, setiap fase tersebut justru bisa menjadi bagian penting untuk membangun bisnis yang lebih matang dan punya nilai jangka panjang.